“Sudah mas, percaya diri saja dan yakin bisa!” ucap bang Kemis menyemangati penulis, kisah tentang bang Kemis adalah pernah penulis ulas pada blog ini, di tengah aktivitas kesehariannya sebagai tukang gado-gado keliling, bang Kemis pun memang kerap membantu isteri penulis dalam memasak domba guling apabila tengah ada pesanan pelanggan, bumbu yang sudah diracik oleh isteri penulis sebelumnya tinggal dipadukan dengan kepiawaian memasak yang dimiliki bang Kemis. “Bismillah aja atuh Aa, enggak enak bila mengecewakan pengharapan pelanggan, namun jangan lupa dengan jujur sampaikan kepada pelanggan bilamana memang Kita belum ada pengalaman untuk terlibat aktif pada acara pesta, katanya peternak harus berpikir hulu hilir!” isteri penulis pun coba ikut memberikan semangat.

Alhamdullilah semuanya dapat berjalan dengan lancar, domba guling yang tetap sudah dimasak sebelumnya sehingga dapat dikirim dalam keadaan matang ke lokasi pelanggan setidaknya 4 jam sebelum pesta dimulai pada akhirnya tinggal dihangatkan di acara pesta oleh bang Kemis. Peralatan domba guling pun pastinya turut dibawa sementara meja dan perlengkapan makan Alhamdulilah telah disediakan oleh panitia pesta. Konsep pesta yang dikemas outdoor oleh tuan rumah pada akhirnya menjadi daya tarik ketika bang Kemis mulai beraksi dengan alat domba guling hasil kreasi tim Kami. “Wah, ada kambing guling nih, harus daftar antrian pertama agar kebagian.” ucap salah seorang tamu pesta, ternyata adalah betul bilamana dimasyarakat memang lebih dikenal istilah kambing dibandingkan domba, padahal jelas-jelas karkas yang sedang diguling adalah domba akan tetapi kambing yang punya nama. “Maaf pak, ini domba dan bukan kambing!” ucap penulis, dari kejauhan tuan rumah pesta pun tersenyum ketika penulis memberikan penjelasan. Alhamdullilah, ucapan terimakasih Kami kepada para pelanggan setia, produk peternak rakyat mendapat tempat dihati masyarakat kota, Amin. (Agus Ramada S, PT. Villa Domba Niaga Indonesia, Email. agusramadas@yahoo.co.id)





0 komentar:
Poskan Komentar