Sedikit meloncat dulu ceritanya, di mana belum lama ini ada seorang sahabat yang bertanya kepada penulis bagaimana caranya Villa Domba dalam memasarkan produknya? Berapa budget promosi yang dianggarkan untuk kegiatan iklan dan lainnya? Jawaban penulis, Insya Allah dengan silaturahmi maka merupakan berkah dalam membuat suatu business network, dan Alhamdullilah semakin terbantu pula akhirnya dengan dukungan beberapa sahabat media selama ini, berkat silaturahmi. Amin. Target penjualan 600 ekor domba qurban misalnya cukup dibreak down kepada 20 Koordinator dengan proyeksi rata-rata ialah 1 Koordinator membangun silaturahmi lagi kepada 30 orang untuk melakukan pemesanan sebanyak 30 ekor ternak domba dalam satu komplek perumahan, Kami sedikit menurunkan target dalam proyeksinya menjadi cukup 25 ekor, syukur Alhamdullilah bilamana realisasinya lebih. Teringat pelajaran bahwa jangan sesekali membatasi bisnis dengan ruang dan waktu, yakin bahwa jumlah perumahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung dan Cirebon adalah lebih daripada itu, terlebih dengan daftar nama saudara, sahabat ataupun teman-teman Kita yang pastinya jumlahnya lebih daripada angka itu dalam bingkai jalinan silaturahmi. Kemudian sebuah pesan lainnya yang disampaikan pula oleh ayah penulis selaku sang penggagas Villa Domba, ”Membangun bisnis yang baik adalah dimulai dari kecil dulu dan bukan langsung besar, judulnya pasti ribet!”
Kembali ke cerita awal saat penulis usai memeriksa report penyetoran dana tabungan dari tiap koordinator, seorang koordinator memiliki total nilai pesanannya hampir Rp. 40 jutaan dengan beragam spec, (Rp. 1.350.000,- per ekor untuk Berat 30 to 33 Kg, Rp. 1.500.000,- per ekor untuk Berat 35 to 38 Kg dan Rp. 1.800.000,- per ekor untuk Berat 40 to 43 Kg). Penulis pun coba melihat berapa besar dana bagi hasil yang dibayarkan kepada petani mitra sebagai plasma Villa Domba selama ini dari dedikasi yang dilakukan oleh koordinator dimaksud, dengan rata-rata nilai bagi hasil minimal ialah 400 ribuan per ekor domba maka sekitar Rp. 10 jutaan telah dapat diberikan kepada petani desa sebagai bagi hasil program kemitraan penggemukkan tabungan qurban ini, wow, hampir 30% dari Nilai Pesanan Ternak yang dimiliki 1 Koordinator! Alhamdullilah. Beruntungnya Villa Domba di mana memiliki sektor produksi sendiri yang juga dijalin dari kemitraan pembibitan bersama petani desa, walaupun jujur di mana angka produksinya masih belum bisa menutupi kebutuhan domba penggemukkan yang ada, Alhamdullilah pula di mana petani di sini juga mendapatkan bagi hasil yang produksi anak jantannya secara langsung terserap kepada produk tabungan qurban, prosentasenya kurang lebih sekitar 40% hingga 50% dari Nilai Pesanan Ternak. Sejahteralah Petani dan Peternak Indonesia! Loh, sebentar, lalu ke mana aliran dana yang sekitar 20% hingga 30% nya dari Nilai Pemesanan?
Pastinya penggemukkan domba bermitra dengan petani desa Insya Allah adalah memiliki nilai ekonomi luar biasa, saling berbagi tugas antara yang di kota dan yang di desa, hanya saja memang perlu ditetapkan aturan main yang disepakati bersama dalam bentuk kerjasama bagi hasil yang saling menguntungkan. Paling penting yaitu pembagian resiko, tugas, dan tanggungjawab yang tertuang dalam bentuk tertulis karena tetap pada bagian akhir dari kerjasama yang terjalin nanti harapannya ialah produksi ternak berkualitas untuk kepuasan pelanggan. Kepemilikan ternak dalam hal ini bukan milik petani, kemudian disamping itu Villa Domba juga berperan dalam hal pencarian pangsa pasar, bantuan teknis menyangkut aspek kesehatan ternak, biaya transportasi dan juga bimbingan pemeliharaan, inilah fungsi prosentase alokasi anggaran sisanya yang sekitar 20% hingga 30% dimaksud di atas.
Pertanyaan lainnya juga yang penulis dapatkan dari seorang sahabat belum lama ini, kang, apakah ada kendala terkait pelaksanaan program tabungan qurban ini? Didukung pedoman pemeliharaan, konsep kemitraan, sistem database pelanggan dan administrasi yang kuat maka Insya Allah tidak ada kendala, namun ada satu kendala klasik yang selama ini masih selalu terjadi pada tiap tahunnya ialah sulitnya mencari bibit atau bakalan ternak domba yang berkualitas dengan harga kompetitif seandainya Villa Domba mengalami kekurangan stock pengadaan anak domba penggemukkan dari produksi sendiri yang bersumber dari kemitraan inti plasma dan kemitraan strategis, kesalahan dalam membeli domba yang akan digemukkan ataupun kekeliruan dalam teknik pemeliharaan bisa berakibat fatal berupa kekecewaan pelanggan manakala berat ternak domba yang dijanjikan tidak tercapai target. Semoga dapat memberikan manfaat dan ucapan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan. Ayo, ayo, Kita alirkan Rejeki di Kota untuk Membangun Desa melalui Gerakan Tabungan Qurban yang Insya Allah menjadikan Nilai Qurban Kita lebih bernilai Ganda! Bisnis Silaturahmi, Salam Bangga menjadi Petani dan Peternak Indonesia!





0 komentar:
Poskan Komentar