Walaikumsalam Ibu, Salam silaturahmi dari Villa Domba, Ibu, suatu kehormatan bagi Saya mendapatkan Email dari Ibu, Alhamdullilah di mana Kami sebagai peternak sangat bahagia mendapat perhatian ini tentunya. Amin. Ibu, punten juga bilamana Saya menjawab Emailnya dengan bahasa Indonesia, walaupun kelahiran Bandung akan tetapi karena banyak besar di daerah mengikuti tugas penempatan orangtua maka bahasa Sundanya tidak bagus. Punten.
Anak domba mengalami kematian dikarenakan air susu induk tidak keluar, ataupun induk melahirkan anak lebih dari 2 ekor seperti yang Ibu sampaikan namun air susu induk keluarnya hanya sedikit dan disamping itu jumlah putingnya pun hanya 2. Bila berhadapan pada kasus seperti ini maka untuk menghindari resiko kematian anak domba maka Kami menerapkan standar untuk pemberian susu sapi dalam dot pada fase 2 minggu pertama untuk kebutuhan anak domba. Untuk kelahiran beranak 2 ekor di mana resiko kematian terbilang jarang terjadi terkecuali dikarenakan kelalalaian teknis.
Anak domba langsung mengalami kematian beberapa saat setelah dilahirkan untuk kasus induk yang jumlah anakannya lebih dari 4 ekor, Alhamdullilah di Villa Domba di mana terdapat beberapa genetik induk domba dengan prestasi kelahiran sampai 7 ekor. Umumnya hanya 2 ekor yang bertahan hidup karena ukuran tubuh anak domba yang lainnya kecil-kecil untuk kasus kelahiran anak di atas 4 ekor.
Adapun kasus-kasus kematian anak domba lainnya di luar faktor induk lebih cenderung terjadi dikarenakan kecerobohan petani mitra, contoh misalnya kandang tidak dialasi sehingga anak domba jatuh ke bawah ataupun anak domba terinjak induk dikarenakan ukuran kandang yang sempit.
rencananya kalau hal ini masih terjadi, ibu akan coba mencari (penelitian) tentang bagaimana kita bisa mempertahankan kelahiran tersebut, supaya anak-anaknya bisa hidup sampai dewasa..,tentunya kang Agus sudah lebih banyak informasi dari pengalaman di lapangan. teras kang Agus ibu pernah mendapat informasi kalau ada domba garut yang bahkan bisa beranak 4 ekor?..... samentawis sakitu heula... sakali deui punten pami ngarepotkeun sareng ngaganggu. diantos pisan waleranana. Hatur nuhun pisan kana bantosan sareng kasaeean kang Agus
Villa Domba siap mendukung Bu! Alhamdullilah Kami memiliki database untuk ini sehingga apabila Ibu berkenan membantu maka suatu kebahagiaan bagi Kami. Impian Kami di mana induk domba beranak lebih dari 2 ekor kemudian hidup semua dengan berat lahir dan berat sapih sesuai standar didukung teknologi pakan yang ekonomis untuk peternak, Indahnya Nusantara, Salam Bangga menjadi Petani dan Peternak Indonesia! Hatur Nuhun, Agus Ramada S.
As. Wr. Wb. Hatur nuhun pisan kang Agus tina kesiapan kanggo ngabantos ibu, ibu janten tambih semangat nich....sadaya informasi sareng data anu parantos didugikeun lewat email ieu sangat penting dan bermanfaat kanggo ibu.... insyaaloh kapayun ibu sareng rerencangan oge hoyong amengan ka Villa Domba supados tiasa langkung leluasa sareng panjang lebar dalam menggali ilmu dari kang Agus dan teman-teman.
Walaikumsalam Ibu, Siap Bu, pastinya Kami pun sangat bahagia dengan adanya rencana penelitian ini. Ibu, justru Kami sebagai peternak yang ingin menggali ilmu lebih dalam dari Ibu. Indahnya sinergi untuk kemajuan peternakan Indonesia, Amin.
Terkait dengan rencana penelitian yang berkaitan dengan pencariaan teknologi pemeliharaan (pakan maupun hal lainnya), tentunya akan memerlukan domba-domba yang akan digunakan sebagai ternak percobaan, janten pami ibu peryogi tiasa pesan lewat kang Agus nya... Sakali deui hatur nuhun pisan... pamugi ulah bosen... margi ibu akan sering mengganggu dan meminta informasi terus....salam silaturahmi oge kanggo rayi.... kang Alam sareng sadaya rerencangan di Villa Domba. Wassalam
Ibu, untuk penelitian ini maka dengan senang hati bahkan domba di Villa Domba siap dijadikan objek ujicoba. Semoga Ibu berkenan membaca impian Kami, belum lama ini Villa Domba dan salah satu mahasiswa dari Fakultas Peternakan Unpad baru saja merampungkan ujicoba perkawinan ternak dengan metode sinkronisasi birahi dan inseminasi buatan dengan pemanfaatan teknologi lokal dari Bina Satwa Mandiri. Hasilnya cukup baik dengan perhitungan biaya yang lebih murah di mana keberhasilan perkawinan berupa kebuntingan induk domba di atas 95%.
Impian Kami sebagai peternak yang berkeinginan membidik ragam segmentasi pasar salah satunya yaitu konsumsi daging harian, andaikan domba betina prolifik lokal ini disinkronkan birahinya secara massal kemudian di IB kan dengan sperma jantan domba luar yang memiliki karakteristik pedaging unggul, semoga bisa ya Bu anakannya yang prolifik juga (lebih dari 2 ekor) kemudian dengan penelitian Ibu di mana akan sangat bermanfaat tentunya untuk meminimalkan prosentase kematiannya. Ujicoba Kami untuk perkawinan domba betina prolifik lokal dan jantan luar di Villa Domba Alhamdullilah sudah menghasilkan keturunan juga yaitu berupa domba komposit namun masih dengan cara koloni dan belum produksi massal, untuk orientasi pasar konsumsi daging harian maka cukup menjanjikan ke depannya domba komposit ini dengan berat sapih anak usia 5 bulan rata-ratanya 25 kilogram. Adapun pakem Domba Garut tetap Kami pertahankan untuk pasar domba qurban. Baik Ibu, demikian kiranya Email dari Kami, ucapan maaf bilamana terdapat kekurangan. Hatur Nuhun. Agus Ramada S.





0 komentar:
Poskan Komentar