Walaikumsalam,
Salam silaturahmi dari Villa Domba kang, punten bilamana baru merespond Emailnya. Menjawab pertanyaan akang yaitu tentang kebuntingan ternak sebagaimana ulasan sama yang pernah Saya posting pada Blog Villa Domba belum lama ini dan semoga kiranya akang juga berkenan membacanya nanti:
Pertama ialah apakah ketika domba betina yang akang miliki tersebut dikawinkan sudah dalam waktu yang tepat? Bahasa sundanya bilang mah Beger yang ditandai dengan 3B pada alat kelaminnya, Baseuh, Bareuh, Beurem, bila jumlah domba betinanya belum terlampau banyak, maka setelah pengamatan 3B dapat dilanjutkan cara yang paling gampang guna mengetahui ketika domba betina dikawinkan tengah dalam keadaan beger atau tidak yaitu ketika dinaiki domba jantan maka betina akan diam, jadi perkawinannya tidak perlu dipegangi. Bilamana domba betina akang nantinya sudah cukup banyak, Amin, maka metode perkawinan lainnya yang bisa diterapkan antara lain Kandang Koloni kemudian ada juga Sinkronisasi Birahi yang dilanjutkan IB.
Kang, saat sekarang ini sudah ada teknologi yang dapat mengetes kebuntingan pada ternak domba betina yaitu berupa larutan yang dinamakan DeeaGesdect. Saran Saya sebelum akang menukar domba betina tersebut ke tempat akang membeli maka tidak ada salahnya dicoba dahulu larutan ini pada semua domba betina yang ada. Bilamana interval perkawinan 3 bulan dihitung waktu istirahat selepas melahirkan maka masih wajar, namun bilamana masa perkawinannya 3 bulan maka sebaiknya ditest dahulu kang dengan larutan yang Saya maksud. Akang search saja di Google tentang teknologi itu yang diproduksi oleh CV. Bina Satwa Mandiri. Cara pemakaiannya tidak sulit kok kang.
Kang, jujur, Saya sendiri bilamana diminta secara kasat mata dalam membedakan antara betina yang mandul dan tidak mandul maka khawatir meleset, namun memang disarankan bilamana membeli domba betina untuk bibit sebaiknya tidak terlampau gemuk. Pilih domba betina yang proporsional versus rangka tubuh yang dimilikinya sesuai standar ternak yang ada, khusus Domba Garut di mana sudah ada SNI nya kang bilamana berbicara domba bibit. Demikian pula dalam teknis pemeliharaannya, komposisi pakan domba betina cukup diberikan 10 hingga 15% pakan hijauan dari berat hidupnya, sementara pakan konsentrat cukup 1% dan itupun pada Kami biasa diberikan pasca melahirkan. Cara lain sebenarnya ada suatu alat yang dinamakan Estrous Detector guna mengetahui angka tingkat kematangan sel telur pada domba betina. Baik kang, demikian kiranya Email dari Saya dan ucapan permohonan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan. Indahnya Nusantara, Salam Bangga menjadi Petani dan Peternak Indonesia!





0 komentar:
Poskan Komentar