SEMARAK DFK VD

SEMARAK DFK VD
Silahkan KLIK Gambar Di Atas
MITRA USAHA& PENYEDIA KEBUTUHAN TERNAK ANDA
Sarana Informasi Resmi PT. Villa Domba Niaga Indonesia, SMS HP. 0815.941.3826/0856.779.8001, Email. agusramadas@yahoo.co.id, Salam Petani& Peternak Indonesia!

Senin, 21 Desember 2009

DAGING DOMBA& MPASI

Daging domba dan Mpasi?
Mpasi yang dimaksud di sini adalah Makanan Pendamping Asi (Air Susu Ibu)


Cuplikan dari Sebuah Web.
http://mpasirumahan.blogspot.com/


DOMBA:Kolesterol 66mg/100gr
Kalori 167kcal/100gr

Versus

KAMBING:Kolesterol 75mg/100gr
Kalori 144kcal/100gr



Jadi, daging domba lebih baik daripada daging kambing. Dan kemaren,waktu ada ibu di milis yang nyari resep daging kambing untuk MPASI emang ga ada. Tapi kalo resep pake daging domba sih ada. Saya lihat di bukunya Sara Lewis yang edisi asli (bukan translate). Jadi si daging domba itu diperlakukan kayak daging biasa aja. Dimasak bersama dengan sayuran spt sukini, wortel dan Beras.


Link Bermanfaat Lainnya
Homemade Baby Food Recipes
http://www.homemade-baby-food-recipes.com/baby-food-recipes.html








Kesimpulannya? Villa Domba Siap! Bagi ibu-ibu yang membutuhkan daging domba muda untuk bahan baku masakan sebagai makanan pendamping asi bagi sang buah hati, silahkan hubungi penulis melalui Email. agusramadas@yahoo.co.id. Berikan yang terbaik untuk sang buah hati! Salam Peternak!

Minggu, 20 Desember 2009

HARI YANG ISTIMEWA

Hari yang Istimewa! Alhamdullilah, selain kunjungan wisata bisnis yang dilakukan oleh sahabat dan rekan dari komunitas Tangan Di Atas Bandung& Bekasi, Villa Domba pada minggu ini juga mendapatkan kunjungan silaturahmi dari para senior dan dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (UGM). Bagi Villa Domba untaian silaturahmi ini sangatlah berarti mengingat suatu saat bukan tidak mungkin kemitraan yang dirintis tidak hanya saja di Jawa Barat akan tetapi dapat pula dilakukan di seluruh wilayah nusantara, Indonesia. Amin. “Bisnis harus memiliki impian!” demikian pesan yang selalu disampaikan oleh sang penggagas Villa Domba pak Suhadi yang juga merupakan ayah penulis. Menuju Kebangkitan Usaha Ternak Indonesia!




Kunjungan ke salah satu desa kemitraan Villa Domba menjadi salah satu agenda yang Kami lakukan saat silaturahmi bersama para senior dan dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (UGM). Alhamdullilah, banyak saran dan masukan bermanfaat yang penulis dapatkan dari para senior peternakan dimaksud untuk kemajuan dan perkembangan usaha Villa Domba ke depan harapannya. Sekedar berbagi kisah pengalaman, bagi penulis adalah suatu pengasahan moral dan bathin yang selalu haus untuk didapat manakala setiap kali berkunjung ke desa kemitraan Villa Domba, berbaur bersama masyarakat desa, mendengar cerita dan keluh kesahnya sampai melihat dari dekat bagaimana kehidupan kesehariannya, ucapan syukur patut dipanjatkan oleh Kita semua apabila tengah diberikan kelebihan rejeki dan harta oleh Allah SWT. “Hidup bilamana ingin berkecukupan maka harus ada niatan saling berbagi!” pesan yang selalu penulis ingat dari sang penggagas Villa Domba sebagai ayah penulis.







Sebuah kisah yang coba penulis bagi sebagai buah oleh-oleh saat kunjungan kemitraan di desa kemitraan Villa Domba lalu, Kisah Ibu Iling. Usianya sudah relatif tua namun jangan ditanya semangatnya dalam beternak yang luar biasa! Bersama sang suami di mana ibu Iling saat ini mendapatkan kepercayaan untuk memelihara 5 ekor induk Domba Garut yang dimiliki oleh Villa Domba. Terenyuh hati penulis atas semangatnya manakala pertamakali melihat kandang yang dibuatnya menyatu dengan dapur, namun terkejut penulis dibuatnya saat mendengar ibu Iling berkata, “Cep, ibu nanti sudah bisa buat kandang baru, minta ditambah lagi ya dombanya agar bisa 10 ekor!” Seolah ada kekuatan dalam menjalankan bisnis yang tidak hanya sekedar perhitungan di atas kertas dan kemampuan pikir manusia, sebagaimana pesan salah satu senior penulis lainnya, “Niat, Keseriusan, Kerja Keras dan Usaha, jangan lupa tetap untuk Kebaikan sesama”. Amin.







Sebuah senyuman luar biasa yang diberikan ibu Iling kepada penulis dan pengasahan moral serta bathin untuk bisa berbuat lebih baik lagi bersama tim Villa Domba. Menuju Kebangkitan Usaha Ternak Indonesia! Alhamdullilah, sebuah berita baik juga yang belum lama ini penulis terima, yaitu bilamana dalam waktu dekat akan siap bergabung Insan Ternak Muda dari Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta terkait program Praktik Kerja Lapangan yang akan dilakukan bersama Villa Domba. Tidak hanya itu, Insan Ternak Muda dari Fakultas Peternakan Unpad Bandung pun sudah bersiap dengan program praktik kerjanya bersama Villa Domba. Villa Domba siap! Insan Ternak Muda siap! Majulah Usaha Ternak Indonesia!

HARI YANG FUNTASTIC

Hari yang funtastic! Mungkin itu kiranya ekspresi yang sangat pas untuk Kami ungkapkan manakala Villa Domba mendapatkan kunjungan istimewa dari sahabat dan rekan komunitas Tangan Di Atas Bandung& Bekasi. Hari Sabtu yang istimewa dengan semangat entrepreneur yang luar biasa! Bayangkan saja, di tengah kepadatan kota Bandung dan kemacetan lalu lintas di akhir pekan namun bukan menjadi penghalang bagi para rombongan sahabat dan rekan komunitas Tangan Di Atas (TDA) untuk tetap berkunjung ke Villa Domba. Suatu kehormatan bagi Kami tentunya atas kunjungan yang dilakukan.




Wisata Bisnis TDA Bekasi demikian virus positif yang disebarkan di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba lalu oleh para sahabat dan rekan komunitas Tangan Di Atas. Ucapan terimakasih penulis sampaikan mewakili Villa Domba kepada pak Fauzi Rachmanto selaku perwakilan TDA Bandung, kang Faisal, ibu Erry, Bp. Ato Sunarto selaku ketua rombongan dan para sahabat serta rekan TDA lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Salam Petani& Peternak, Majulah Usaha Pertanian Organik dan Peternakan Indonesia!




Dikarenakan waktu kedatangan yang kiranya terlampau sore saat wisata bisnis lalu memang pada akhirnya terpaksa terdapat beberapa perubahan terkait agenda acara yang telah disusun sebelumnya, namun dengan semangat luar biasa yang dimiliki maka Insya Allah menjadikan silaturahmi tetap penuh makna. Ketibaan rombongan TDA Bekasi di Villa Domba sempat terkendala dengan ukuran bis yang lumayan besar sehingga tidak memungkinkan naik ke lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba, kembali berkat semangat yang luar biasa pada akhirnya menjadikan pertunjukan tetap berlangsung walaupun sebagian sahabat dan rekan TDA Bekasi harus dialihkan menuju armada operasional Villa Domba di mana sebagian lainnya diangkut oleh bantuan kendaraan dari TDA Bandung.






Acara berlanjut dengan tinjauan lapangan di lokasi perkebunan Vanilla organik dan peternakan Villa Domba. Tetap bersemangat para rombongan walaupun waktu Magrib sudah hampir tiba. Penjelasan tentang Domba Garut dan sekilas mengenai perkebunan Vanilla organik pun diberikan oleh tim Villa Domba kepada para rombongan yang ada termasuk konsep bisnis Villa Domba dalam mengembangkan usahanya dengan bergandeng bersama petani dan peternak rakyat. Alhamdullilah ayah penulis yaitu pak Suhadi Sukama selaku sang penggagas Villa Domba berkenan pula memberikan pengalamannya manakala saat pertamakali merintis usaha Kami sekarang ini. Buah silaturahmi yang luar biasa, tidak hanya penjelasan sisi hulu, sekilas pula pada pertemuan itu dijelaskan mengenai kemitraan pemasaran yang dimiliki oleh Villa Domba, mulai dari produk tabungan qurban, daging domba dan aqiqah. TDA, Bersama Menebar Rahmat!

Selasa, 15 Desember 2009

SAATNYA QURBAN MENABUNG DOMBA

Sebelumnya ucapan permohonan maaf penulis bilamana Blog Villa Domba terlihat jarang update pada akhir-akhir ini. Beberapa kesibukan memang sedikit menyita waktu dan perhatian pasca pelaksanaan hari raya Idul Adha 1430 H lalu, mulai dari kegiatan rapat kerja Villa Domba menjelang pergantian tahun dari 2009 menuju 2010, evaluasi kinerja tim produksi dan pemasaran selama kurun waktu tahun 2009 serta utamanya mempersiapkan program kerja untuk jalannya roda usaha pada tahun 2010 yang akan datang. Terlebih saat ini Villa Domba sendiri telah berbentuk perseroan dengan keinginan dapat semakin lebih mengembangkan usahanya dan memberikan manfaat setidaknya untuk lingkungan sekitar, Amin, sebagaimana pesan sang penggagas Villa Domba yang juga merupakan ayah bagi penulis yaitu pak Suhadi Sukama, ”Bisnis sekedar untuk diri sendiri adalah kurang nikmat!”. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!


”Kang, Saya greget dengan kondisi yang ada sekarang!” keluh salah seorang sahabat penulis. Berbincang banyak dirinya atas pengalaman yang baru saja diperolehnya, ”Kenapa ya kang semua orang lebih tertarik menabung qurban untuk sapi ketimbang domba ataupun kambing? Padahal menurut Saya bila berbicara kesejahteraan peternak kecil adalah identik dengan kepemilikan domba dan juga kambing.” ucap sahabat penulis tersebut kembali. Benarkah demikian? Keputusan tetap pada konsumen tentunya dalam memilih hewan ternak yang akan dikurbankan, baik itu sapi, kambing maupun domba. Namun sedikit gambaran perhitungan di mana akan coba penulis uraikan tentang potensi ekonomi umat dan bangsa yang bisa diperoleh melalui berqurban ternak domba ataupun kambing, terlebih bilamana momentum qurban dapat dikelola dengan baik dalam bentuk tabungan dan saat praktiknya di lapangan bisa terjalin konsep kemitraaan bersama peternak desa. Mungkinkah?

Namun sebelum melangkah ke dalam gambaran perhitungan dimaksud, ingin rasanya penulis sekedar meluruskan pendapat yang keliru di masyarakat selama ini dimana dengan memotong sapi maka jumlah daging yang dapat dibagikan dalam arti ekonomis akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan domba kambing apabila kedua jenis hewan ternak yang berbeda tersebut distandarkan pada segi Berat Kg Hidupnya. Sebuah penjelasan yang pernah penulis dapatkan dari salah seorang senior bagi penulis yang sudah lumayan tinggi jam terbangnya dalam dunia persapian, perdombaan dan perkambingan, tidak lain dan tidak bukan adalah boss Tony Sapi, berikut Email yang belum lama ini penulis terima dari beliau:


Kalau masalah motong sapi lebih menguntungkan di banding motong embe, sepengetahuan saya, sejak dahulu para jagal sudah berpendapat demikian. Dan itu mah memang benar dan wajar adanya. Saya pernah ikut menyembelih dan menangani sapi dan juga kambing, dalam rangka TIME & MOTION STUDY. Motong sapi di kerjakan bertiga yang motong Kambing di kerjakan berdua, urutan gerakannya sama, dimulai dengan ngagubrageun , motong leher dst. Waktunya relative sama, effort nya atau tenaga yang di keluarkan relative sama (karena di tunjang dengan peralatan yang sangat memadai). Hasilnya sangat berbeda sekali dan wajarlah. 3 orang pemotong sapi menghasilkan produk siap jual seharga berat carcase sapi , sedangkan 2 orang pemotong kambing menghasilkan produk siap jual seharga carcase kambing. Padahal berat carcase kambing hanya sepersekiannya berat carcase sapi. Kalau Qurban masalahnya bukan di hitungan ekonomisnya, tapi sekali motong sapi berarti melayani 5 sampai 10 orang yang melaksanakan qurban, sedangkan memotong kambing hanya melayani 1 orang yang berqurban. Disamping itu kan ada rumusannya dikalangan abatoir/jagal, kesulitan dan besarnya ternak berbanding terbalik, makin kecil ternaknya makin sulit pelaksanaannya juga peralatannya. Kalau anda pernah menyembelih kambing, silahkan coba menyembelih kelinci. Kalau pernah menyembelih Kelinci silahkan coba menyembelih tikus, demikian seterusnya - sampai anda harus menyembelih kutu atau semut -- kesulitannya nyaris tak terpecahkan. Makin lama makin ngaco balo, sekian dulu Boss.

Cukup jelas dan berarti penjelasannya menurut penulis atas pendapat boss Tony bila adalah bukan dari sisi ekonomis yang membedakan berkurban sapi adalah jauh lebih baik ketimbang domba maupun kambing, akan tetapi lebih pada sisi praktis di mana berkurban sapi jauh lebih mudah memotongnya ketimbang domba maupun kambing. Terkecuali memang belum ada standar yang tercipta pada hewan ternak domba dan kambing dan ini mungkin hampir sama praktisnya dengan mengimpor sapi yang jauh lebih mudah ketimbang beternak sapi, domba ataupun kambing sebagai hasil produksi ekonomi lokal serta kebanggaan anak negeri, alangkah sedihnya hati.

Kembali kepada tujuan awal penulis, potensi ekonomi umat dan bangsa yang bisa diperoleh melalui berqurban ternak domba ataupun kambing, terlebih bilamana dapat dikelola dengan baik dalam bentuk tabungan dan saat praktiknya di lapangan terjalin konsep kemitraaan bersama peternak desa. Mungkinkah? Sebuah catatan pengalaman dari pelaksanan tabungan qurban Villa Domba 1430 H lalu, semoga dapat memberikan manfaat dan ucapan permohonan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan.



Tampak gambar di atas adalah kegiatan distribusi bakalan domba jantan yang sudah mulai dimitrakan ke masyarakat desa sebagai peternak mitra terkait persiapan hewan kurban domba 1431 H tahun depan.


Langkah pertama adalah bersama mari Kita konversi nilai 1 ekor Sapi yang dibeli dengan cara keroyokan oleh 7 orang penabung sapi untuk berqurban menjadi 7 ekor domba yang dipesan oleh 7 orang penabung, masing-masing penabung berarti adalah dikonversi menjadi 1 ekor domba. Catatan pengalaman Villa Domba terkait kemitraan usaha penggemukkan domba bersama peternak rakyat saat persiapan hewan ternak qurban tahun lalu, 1 orang peternak rakyat sebagai mitra yang telah menjalankan prosedur penggemukkan ternak domba dengan baik sesuai standar yang ditetapkan dapat mencapai pertumbuhan berat badan ternak dengan rata-rata tiap bulannya yaitu 2,5 Kg. Ini artinya apabila peternak rakyat yang menggemukkan domba selama 11 bulan dengan penuh kesungguhan dan keseriusan maka memiliki potensi pertumbuhan berat badan ternak sebesar 27,5 Kg setelah 11 bulan sehingga hak bagi hasil untuk peternak rakyat dimaksud adalah dapat Kita perhitungkan sebagai berikut:

Kita asumsikan saja harga produksi ternak Domba Garut untuk Qurban sebesar Rp. 35.000,- per Kg franco Kandang Peternak Mitra, ini diluar modal dasar ternak, biaya transportasi, obat-obatan, kontrol kesehatan serta jalannya pengawasan kemitraan oleh tim Villa Domba, 27,5 Kg x Rp. 35.000,- x 50% yaitu Rp. 481.250,- per ekor, hak bagi hasil peternak mitra ini akan lebih besar pada kenyataannya mengingat domba jantan yang digemukkan merupakan hasil produksi kemitraan pembibitan Villa Domba, ini juga artinya peternak mitra telah mendapatkan hak bagi hasil sebagai mitra pembibitan sebelumnya di luar angka Rp. 481.250,-, semoga pembaca berkenan melihat arsip Blog terdahulu yaitu sinergi kemitraan pembibitan dan penggemukkan ternak domba bersama peternak rakyat.

Sekarang mari Kita bayangkan apabila 7 orang penabung qurban dimaksud bersepakat membeli ternak domba masing-masing sebanyak 1 ekor tetap dengan cara menabung, 1 orang peternak rakyat berpotensi mendapatkan kepercayaan untuk menggemukkan 7 ekor ternak domba dari 7 orang penabung yang selama ini keroyokan menabung hanya untuk 1 ekor sapi. Ini berarti akan ada potensi peningkatan bagi 1 orang peternak rakyat yang menggemukkan 7 ekor domba sebesar Rp. 3.368.750,- per tahun (7 ekor domba x Rp. 481.250,- per ekor) atau sekitar Rp. 306.250,- per bulan dikarenakan lamanya penggemukkan adalah 11 bulan. Rp. 306.250,- per bulan! Jumlah yang sangat luar biasa untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa! Tidak hanya sekedar domba, nilai ini belum ditambah potensi perolehan pupuk dari kotoran domba yang juga bermanfaat bagi warga desa yang rata-rata selain beternak juga menjalankan bidang pertanian.

Tahukah pembaca? 1 ekor ternak domba menghasilkan kotoran sebanyak 0,5 Kg pada tiap harinya. Bilamana 1 peternak mitra memelihara 7 ekor ternak domba maka ia akan berpotensi mendapatkan pupuk gratis sebanyak 3,5 Kg tiap harinya atau setara dengan 105 Kg per bulannya. Dan bilamana ini diuangkan maka nilainya sama dengan Rp. 105.000,- per bulan dengan asumsi harga 1 Kg pupuk kandang adalah Rp. 1.000,-! Rp. 306.250,- per bulan ditambah dengan Rp. 105.000,- per bulan? Subhanallah! Rp. 411.250,- per bulan telah Kita berikan untuk kehidupan ekonomi masyarakat desa bagi 1 orang peternak dengan memelihara 7 ekor ternak domba terkait kepentingan penggemukkan domba dalam rangka qurban yang diperoleh dari hasil konversi tabungan sapi! Rp. 411.250,- per bulan di mana setara dengan Rp. 4.523.750,- per tahun setelah 11 bulan di mana 1 orang peternak desa memelihara/ menggemukkan 7 ekor domba, bayangkan apabila ada 100 orang peternak mitra dalam 1 desa yang berkesempatan memelihara 7 ekor ternak domba sebagai hasil konversi tabungan qurban sapi? Potensi bagi hasil Rp.452.375.000,- untuk peningkatan pendapatan warga dan roda ekonomi desa dari penggemukkan domba qurban sebanyak 700 ekor domba pada 1 desa! Indahnya hidup dengan senantiasa saling tolong menolong dan berbagi! Potensi pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa!

Kembali ke keluhan sahabat penulis, ”Kang, Saya greget dengan kondisi yang ada sekarang!” keluh salah seorang sahabat penulis. Berbincang banyak dirinya atas pengalaman yang baru saja diperolehnya, ”Kenapa ya kang semua orang lebih tertarik menabung qurban untuk sapi ketimbang domba ataupun kambing? Padahal menurut Saya bila berbicara kesejahteraan peternak kecil adalah identik dengan kepemilikan domba dan juga kambing.” ucap sahabat penulis tersebut kembali. Benarkah demikian? Sebuah perenungan untuk Kita semua agar menjadikan ibadah qurban lebih bernilai untuk pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa, saatnya qurban menabung doka! Salam Peternak!

Informasi Blog
PRODUK TABUNGAN QURBAN 1431 H
Alhamdullilah, bagi pembaca yang berminat di lingkungan wilayah Bandung, Cirebon dan Jabodetabek, Villa Domba membuka program tabungan qurban terkait persiapan perencanaan qurban ternak domba untuk hari raya Idul Adha 1431 H. Silahkan hubungi Email. agusramadas@yahoo.co.id apabila pembaca sekalian berkeinginan mempelajari terlebih dahulu proposalnya. Ayo, ayo, Bapak& Ibu di lingkungan RT/ RW, komplek perumahan, keluarga besar, karyawan yang berada dalam satu perusahaan yang sama, anak sekolah dan mahasiswa yang tergabung dalam satu institusi yang sama, anggota koperasi, DKM Masjid, Yayasan, Kelompok Pengajian dan lain sebagainya baik itu dalam maupun luar negeri, Saatnya Qurban Menabung Domba! Salam Peternak!

Selasa, 01 Desember 2009

ARTI 75 BUNGKUS

Alhamdulillah, Pak agus Pagi ini saya telah transfer dana untuk program Berbagi Daging Qurban bersama Villa domba sebesar Rp.1.600.000 melalui bank BCA atas nama saya sendiri ke rek BCA sdri Indri Yuniawati. Bersama ini saya lampirkan formulir Berkurban dan Bukti transfer.

Email di atas adalah penulis terima dari salah seorang pembaca setia Blog Domba Garut yang saat ini beliau berdomisili di luar Indonesia. Sebuah amanah yang diterima oleh tim Villa Domba dari beliau untuk memotongkan hewan qurban domba di tanah air dan mendistribusikannya kepada yang berhak.




Berbeda dengan pemasaran domba qurban berupa layanan antar sampai tempat bagi konsumen yang berdomisili di wilayah Bandung, Cirebon dan Jabodetabek dengan jumlah pemesanan walaupun hanya 1 (satu) ekor, peminat program qurban Berbagi Daging Bersama Villa Domba tidaklah sebanyak pemasaran domba qurban layanan antar sampai tempat dimaksud, Alhamdullilah untuk tahun ini di mana Villa Domba mendapatkan kepercayaan untuk memotongkan dan mendistribusikan hewan qurban domba sebanyak 10 ekor yang walaupun jumlahnya kalah jauh dibandingkan pemesanan antar hidup di wilayah Bandung, Cirebon dan Jabodetabek namun ada kenangan tersendiri yang penulis tidak bisa lupakan saat menjalankan amanah dimaksud. Sebagai catatan memang sasaran daripada program Berbagi Daging Bersama Villa Domba adalah masyarakat Indonesia yang tengah berdomisili di luar negeri.







Sesuai rencana awal, sasaran utama yang ingin dijadikan sebagai target penerima daging qurban pada program Berbagi Daging Bersama Villa Domba 1430 H ini adalah masyarakat korban gempa yang berdomisili di wilayah Ciwidey kawasan Bandung Selatan. Teringat pesan yang disampaikan oleh adik penulis untuk memberikan prioritas utama selain desa sekitar yang berada di lingkungan perkebunan organik dan peternakan Villa Domba.

Satu hari sebelum pelaksanaan hari raya Idul Adha 1430 H di mana Villa Domba pun mendapatkan kunjungan dari salah seorang pembina mitra di wilayah Ciwidey kawasan Bandung Selatan, cemas dan sedih wajahnya saat menyampaikan berita bilamana belum ada tanda-tanda pembagian daging qurban di wilayahnya, Alhamdullilah di mana sudah ada kepastian peserta program Berbagi Daging Bersama Villa Domba saat itu di mana untuk Ciwidey kawasan Bandung Selatan mendapatkan amanah 2 ekor domba yang apabila dijadikan bungkus daging menjadi 75 bungkus. Betapa leganya hati dengan senyuman yang diberikan pembina mitra Villa Domba dimaksud sementara 8 ekor lainnya dipotong dan didistribusikan di wilayah serta kawasan yang berbeda.






Arti 75 Bungkus, tak dapat menahan airmata diri penulis manakala kedatangan tim Villa Domba disambut dengan sukacita oleh masyarakat yang ada saat hari distribusi tiba. Inilah kali yang pertama penulis melihat pemandangan pembagian daging qurban yang berbeda, penuh keharuan dan nuansa kasih bahagia, sulit diungkapkan dengan kata-kata namun pastinya berbeda dibandingkan pengalaman-pengalaman sebelumnya.

”Kang, mangga atuh mampir ke kandang Saya untuk melihat domba yang baru didropping minggu kemarin dari Villa Domba!” ucap seorang warga. Alhamdullilah, semangat warga untuk mulai memelihara ternak domba telah muncul kembali pasca musibah gempa beberapa bulan lalu. ”Nah, di sini kang nanti rencananya mau membangun kandang sentra kelompok teh.” Semakin terharu dengan inisiatif mereka untuk membangun kandang baru dengan biaya sendiri agar domba yang dimitrakan oleh Villa Domba semakin banyak.

Selain kemitraan pembibitan domba betina, seiring dengan kemampuan peternak mitra yang Alhamdullilah semakin meningkat dalam beternak domba di mana Villa Domba kini memang mentargetkan 1 orang peternak mitra dapat memelihara 10 hingga 15 ekor domba, 5 diantaranya adalah domba betina yang dimiliki oleh Villa Domba untuk kemitraan pembibitan sedangkan sisanya yang lain adalah anak domba jantan produksi Villa Domba untuk kepentingan tabungan qurban. Pelaksanaan Ibadah Qurban 1430 H memang baru saja usai, namun Insya Allah Villa Domba siap untuk pemesanan hewan qurban 1431 H yang akan datang dalam bentuk penyertaan cicilan tabungan qurban bagi pemesan yang berminat, Mari Kita Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan, Pemberdayaan Ekonomi Umat& Bangsa! Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!

KLIK Video Youtube:
http://www.youtube.com/watch?v=FvULB2BAu_w
Selain kemitraan pembibitan domba betina, seiring dengan kemampuan peternak mitra yang Alhamdullilah semakin meningkat dalam beternak domba di mana Villa Domba kini memang mentargetkan 1 orang peternak mitra dapat memelihara 10 hingga 15 ekor domba, 5 diantaranya adalah domba betina yang dimiliki oleh Villa Domba untuk kemitraan pembibitan sedangkan sisanya yang lain adalah anak domba jantan produksi Villa Domba untuk kepentingan tabungan qurban.


Informasi Blog:
Tabungan Qurban 1431 H – 5000 Rupiah untuk Peternak Bangsa.
Program 5000 Rupiah untuk Peternak Bangsa, Rp. 5.000,- per hari yang setara dengan Rp. 150.000,- per bulan, setelah menabung 12 bulan maka bisa Qurban 1 Ekor Domba Garut dengan Berat di atas 40 Kg. Bahagiakan hati petani dengan jaminan pasar qurban dan harga pasti, membantu beban petani dalam pembelian pupuk yang sekarang ini semakin mahal harganya dengan memelihara ternak domba, membuka lapangan kerja di desa. Informasi Silahkan Email. agusramadas@yahoo.co.id