Sebelumnya ucapan permohonan maaf penulis bilamana Blog Villa Domba terlihat jarang update pada akhir-akhir ini. Beberapa kesibukan memang sedikit menyita waktu dan perhatian pasca pelaksanaan hari raya Idul Adha 1430 H lalu, mulai dari kegiatan rapat kerja Villa Domba menjelang pergantian tahun dari 2009 menuju 2010, evaluasi kinerja tim produksi dan pemasaran selama kurun waktu tahun 2009 serta utamanya mempersiapkan program kerja untuk jalannya roda usaha pada tahun 2010 yang akan datang. Terlebih saat ini Villa Domba sendiri telah berbentuk perseroan dengan keinginan dapat semakin lebih mengembangkan usahanya dan memberikan manfaat setidaknya untuk lingkungan sekitar, Amin, sebagaimana pesan sang penggagas Villa Domba yang juga merupakan ayah bagi penulis yaitu pak Suhadi Sukama, ”Bisnis sekedar untuk diri sendiri adalah kurang nikmat!”. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!
”Kang, Saya greget dengan kondisi yang ada sekarang!” keluh salah seorang sahabat penulis. Berbincang banyak dirinya atas pengalaman yang baru saja diperolehnya, ”Kenapa ya kang semua orang lebih tertarik menabung qurban untuk sapi ketimbang domba ataupun kambing? Padahal menurut Saya bila berbicara kesejahteraan peternak kecil adalah identik dengan kepemilikan domba dan juga kambing.” ucap sahabat penulis tersebut kembali. Benarkah demikian? Keputusan tetap pada konsumen tentunya dalam memilih hewan ternak yang akan dikurbankan, baik itu sapi, kambing maupun domba. Namun sedikit gambaran perhitungan di mana akan coba penulis uraikan tentang potensi ekonomi umat dan bangsa yang bisa diperoleh melalui berqurban ternak domba ataupun kambing, terlebih bilamana momentum qurban dapat dikelola dengan baik dalam bentuk tabungan dan saat praktiknya di lapangan bisa terjalin konsep kemitraaan bersama peternak desa. Mungkinkah?
Namun sebelum melangkah ke dalam gambaran perhitungan dimaksud, ingin rasanya penulis sekedar meluruskan pendapat yang keliru di masyarakat selama ini dimana dengan memotong sapi maka jumlah daging yang dapat dibagikan dalam arti ekonomis akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan domba kambing apabila kedua jenis hewan ternak yang berbeda tersebut distandarkan pada segi Berat Kg Hidupnya. Sebuah penjelasan yang pernah penulis dapatkan dari salah seorang senior bagi penulis yang sudah lumayan tinggi jam terbangnya dalam dunia persapian, perdombaan dan perkambingan, tidak lain dan tidak bukan adalah boss Tony Sapi, berikut Email yang belum lama ini penulis terima dari beliau:
Kalau masalah motong sapi lebih menguntungkan di banding motong embe, sepengetahuan saya, sejak dahulu para jagal sudah berpendapat demikian. Dan itu mah memang benar dan wajar adanya. Saya pernah ikut menyembelih dan menangani sapi dan juga kambing, dalam rangka TIME & MOTION STUDY. Motong sapi di kerjakan bertiga yang motong Kambing di kerjakan berdua, urutan gerakannya sama, dimulai dengan ngagubrageun , motong leher dst. Waktunya relative sama, effort nya atau tenaga yang di keluarkan relative sama (karena di tunjang dengan peralatan yang sangat memadai). Hasilnya sangat berbeda sekali dan wajarlah. 3 orang pemotong sapi menghasilkan produk siap jual seharga berat carcase sapi , sedangkan 2 orang pemotong kambing menghasilkan produk siap jual seharga carcase kambing. Padahal berat carcase kambing hanya sepersekiannya berat carcase sapi. Kalau Qurban masalahnya bukan di hitungan ekonomisnya, tapi sekali motong sapi berarti melayani 5 sampai 10 orang yang melaksanakan qurban, sedangkan memotong kambing hanya melayani 1 orang yang berqurban. Disamping itu kan ada rumusannya dikalangan abatoir/jagal, kesulitan dan besarnya ternak berbanding terbalik, makin kecil ternaknya makin sulit pelaksanaannya juga peralatannya. Kalau anda pernah menyembelih kambing, silahkan coba menyembelih kelinci. Kalau pernah menyembelih Kelinci silahkan coba menyembelih tikus, demikian seterusnya - sampai anda harus menyembelih kutu atau semut -- kesulitannya nyaris tak terpecahkan. Makin lama makin ngaco balo, sekian dulu Boss.
Cukup jelas dan berarti penjelasannya menurut penulis atas pendapat boss Tony bila adalah bukan dari sisi ekonomis yang membedakan berkurban sapi adalah jauh lebih baik ketimbang domba maupun kambing, akan tetapi lebih pada sisi praktis di mana berkurban sapi jauh lebih mudah memotongnya ketimbang domba maupun kambing. Terkecuali memang belum ada standar yang tercipta pada hewan ternak domba dan kambing dan ini mungkin hampir sama praktisnya dengan mengimpor sapi yang jauh lebih mudah ketimbang beternak sapi, domba ataupun kambing sebagai hasil produksi ekonomi lokal serta kebanggaan anak negeri, alangkah sedihnya hati.
Kembali kepada tujuan awal penulis, potensi ekonomi umat dan bangsa yang bisa diperoleh melalui berqurban ternak domba ataupun kambing, terlebih bilamana dapat dikelola dengan baik dalam bentuk tabungan dan saat praktiknya di lapangan terjalin konsep kemitraaan bersama peternak desa. Mungkinkah? Sebuah catatan pengalaman dari pelaksanan tabungan qurban Villa Domba 1430 H lalu, semoga dapat memberikan manfaat dan ucapan permohonan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan.
Tampak gambar di atas adalah kegiatan distribusi bakalan domba jantan yang sudah mulai dimitrakan ke masyarakat desa sebagai peternak mitra terkait persiapan hewan kurban domba 1431 H tahun depan.
Langkah pertama adalah bersama mari Kita konversi nilai 1 ekor Sapi yang dibeli dengan cara keroyokan oleh 7 orang penabung sapi untuk berqurban menjadi 7 ekor domba yang dipesan oleh 7 orang penabung, masing-masing penabung berarti adalah dikonversi menjadi 1 ekor domba. Catatan pengalaman Villa Domba terkait kemitraan usaha penggemukkan domba bersama peternak rakyat saat persiapan hewan ternak qurban tahun lalu, 1 orang peternak rakyat sebagai mitra yang telah menjalankan prosedur penggemukkan ternak domba dengan baik sesuai standar yang ditetapkan dapat mencapai pertumbuhan berat badan ternak dengan rata-rata tiap bulannya yaitu 2,5 Kg. Ini artinya apabila peternak rakyat yang menggemukkan domba selama 11 bulan dengan penuh kesungguhan dan keseriusan maka memiliki potensi pertumbuhan berat badan ternak sebesar 27,5 Kg setelah 11 bulan sehingga hak bagi hasil untuk peternak rakyat dimaksud adalah dapat Kita perhitungkan sebagai berikut:
Kita asumsikan saja harga produksi ternak Domba Garut untuk Qurban sebesar Rp. 35.000,- per Kg franco Kandang Peternak Mitra, ini diluar modal dasar ternak, biaya transportasi, obat-obatan, kontrol kesehatan serta jalannya pengawasan kemitraan oleh tim Villa Domba, 27,5 Kg x Rp. 35.000,- x 50% yaitu Rp. 481.250,- per ekor, hak bagi hasil peternak mitra ini akan lebih besar pada kenyataannya mengingat domba jantan yang digemukkan merupakan hasil produksi kemitraan pembibitan Villa Domba, ini juga artinya peternak mitra telah mendapatkan hak bagi hasil sebagai mitra pembibitan sebelumnya di luar angka Rp. 481.250,-, semoga pembaca berkenan melihat arsip Blog terdahulu yaitu sinergi kemitraan pembibitan dan penggemukkan ternak domba bersama peternak rakyat.
Sekarang mari Kita bayangkan apabila 7 orang penabung qurban dimaksud bersepakat membeli ternak domba masing-masing sebanyak 1 ekor tetap dengan cara menabung, 1 orang peternak rakyat berpotensi mendapatkan kepercayaan untuk menggemukkan 7 ekor ternak domba dari 7 orang penabung yang selama ini keroyokan menabung hanya untuk 1 ekor sapi. Ini berarti akan ada potensi peningkatan bagi 1 orang peternak rakyat yang menggemukkan 7 ekor domba sebesar Rp. 3.368.750,- per tahun (7 ekor domba x Rp. 481.250,- per ekor) atau sekitar Rp. 306.250,- per bulan dikarenakan lamanya penggemukkan adalah 11 bulan. Rp. 306.250,- per bulan! Jumlah yang sangat luar biasa untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa! Tidak hanya sekedar domba, nilai ini belum ditambah potensi perolehan pupuk dari kotoran domba yang juga bermanfaat bagi warga desa yang rata-rata selain beternak juga menjalankan bidang pertanian.
Tahukah pembaca? 1 ekor ternak domba menghasilkan kotoran sebanyak 0,5 Kg pada tiap harinya. Bilamana 1 peternak mitra memelihara 7 ekor ternak domba maka ia akan berpotensi mendapatkan pupuk gratis sebanyak 3,5 Kg tiap harinya atau setara dengan 105 Kg per bulannya. Dan bilamana ini diuangkan maka nilainya sama dengan Rp. 105.000,- per bulan dengan asumsi harga 1 Kg pupuk kandang adalah Rp. 1.000,-! Rp. 306.250,- per bulan ditambah dengan Rp. 105.000,- per bulan? Subhanallah! Rp. 411.250,- per bulan telah Kita berikan untuk kehidupan ekonomi masyarakat desa bagi 1 orang peternak dengan memelihara 7 ekor ternak domba terkait kepentingan penggemukkan domba dalam rangka qurban yang diperoleh dari hasil konversi tabungan sapi! Rp. 411.250,- per bulan di mana setara dengan Rp. 4.523.750,- per tahun setelah 11 bulan di mana 1 orang peternak desa memelihara/ menggemukkan 7 ekor domba, bayangkan apabila ada 100 orang peternak mitra dalam 1 desa yang berkesempatan memelihara 7 ekor ternak domba sebagai hasil konversi tabungan qurban sapi? Potensi bagi hasil Rp.452.375.000,- untuk peningkatan pendapatan warga dan roda ekonomi desa dari penggemukkan domba qurban sebanyak 700 ekor domba pada 1 desa! Indahnya hidup dengan senantiasa saling tolong menolong dan berbagi! Potensi pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa!
Kembali ke keluhan sahabat penulis, ”Kang, Saya greget dengan kondisi yang ada sekarang!” keluh salah seorang sahabat penulis. Berbincang banyak dirinya atas pengalaman yang baru saja diperolehnya, ”Kenapa ya kang semua orang lebih tertarik menabung qurban untuk sapi ketimbang domba ataupun kambing? Padahal menurut Saya bila berbicara kesejahteraan peternak kecil adalah identik dengan kepemilikan domba dan juga kambing.” ucap sahabat penulis tersebut kembali. Benarkah demikian? Sebuah perenungan untuk Kita semua agar menjadikan ibadah qurban lebih bernilai untuk pemberdayaan ekonomi umat dan bangsa, saatnya qurban menabung doka! Salam Peternak!
Informasi Blog
PRODUK TABUNGAN QURBAN 1431 H
Alhamdullilah, bagi pembaca yang berminat di lingkungan wilayah Bandung, Cirebon dan Jabodetabek, Villa Domba membuka program tabungan qurban terkait persiapan perencanaan qurban ternak domba untuk hari raya Idul Adha 1431 H. Silahkan hubungi Email. agusramadas@yahoo.co.id apabila pembaca sekalian berkeinginan mempelajari terlebih dahulu proposalnya. Ayo, ayo, Bapak& Ibu di lingkungan RT/ RW, komplek perumahan, keluarga besar, karyawan yang berada dalam satu perusahaan yang sama, anak sekolah dan mahasiswa yang tergabung dalam satu institusi yang sama, anggota koperasi, DKM Masjid, Yayasan, Kelompok Pengajian dan lain sebagainya baik itu dalam maupun luar negeri, Saatnya Qurban Menabung Domba! Salam Peternak!