SEMARAK DFK VD

SEMARAK DFK VD
Silahkan KLIK Gambar Di Atas
MITRA USAHA& PENYEDIA KEBUTUHAN TERNAK ANDA
Sarana Informasi Resmi PT. Villa Domba Niaga Indonesia, SMS HP. 0815.941.3826/0856.779.8001, Email. agusramadas@yahoo.co.id, Salam Petani& Peternak Indonesia!

Kamis, 23 Juli 2009

DISKUSI BREEDING SCHEME

“Itu namanya Nucleus Breeding Scheme kang!” demikian penjelasan yang penulis peroleh dari ibu Bess sebagai salah satu peneliti di Puslitbangnak Bogor saat obrolan santai selepas rapat persiapan munas II HPDKI. Masih penasaran dengan penjelasan ibu Bess sore tadi maka penelusuran pun coba penulis lakukan di internet, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Nucleus Breeding Scheme manakala penulis meminta masukan dari ibu Bess seputar perbincangan kemitraan Villa Domba yang tengah berjalan saat ini? Perbincangan yang juga melibatkan Dr. Ismeth Inounu sebagai senior penulis lainnya dalam bidang ternak kambing domba. Peternak tidak bisa sendiri! Majulah Usaha Peternakan Indonesia!

LINK menarik, KLIK:
Pada link di atas maka pembaca blog dapat mengetahui bagaimana strategi pembibitan ternak di negara-negara berkembang. Tidak hanya itu, beberapa model yang dikembangkan semoga dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan Kita tentang manfaat Kemitraan.
KLIK Web yang lainnya:
Nucleus or group breeding scheme: This scheme is based on the principle that in each herd there is a small number of genetically very superior animals which if brought together will form a nucleus whose average genetic merit is far greater than that in any of the contributing herds (Nicoll, 1976). The important element in this scheme is therefore for a group of farmers to agree to pool their highperforming animals. Once the nucleus herd is assembled, an efficient system of recording and selection is implemented. The best males are kept for breeding in the nucleus while other selected males are given to the base herds for breeding. By this means, improvements are quickly spread throughout the group. The nucleus may remain open to animals from the base herds, the best females from the latter being admitted periodically and compared with those in the nucleus. Usually, only females are transferred from the base to the nucleus since sire selection will not be practicable in base herds due to managerial reasons. The main advantage in the nucleus scheme is that the genetic superiority of sire replacements coming into the base herds from the nucleus is far greater than what is achievable in each of the base herds. It is particularly attractive in situations where within-herd selection programmes are ineffective due to small population size or inadequate technical skill. Since the nucleus breeding scheme shifts the onus of operating the breeding programme from the farmer to the nucleus herd, it seems an attractive method for the tropics because of the limitations discussed earlier. However, the organization of the scheme may have to be under government control because cooperative ventures among farmers may not always be practicable.






Lanjutan Catatan Kemitraan:


D.Pembuatan Kartu Administrasi Kemitraan



Tidak akan berjalan dengan baik kemitraan ternak domba apabila tidak diikuti fungsi administrasi terkait pengontrolan dan pencatatan laporan kemitraan, terlebih di sini induk domba adalah asset usaha. Salah satu cara yang dilakukan oleh Villa Domba yaitu dengan membuat kartu administrasi kemitraan, fungsi daripada kartu ini selain berisikan biodata peternak mitra adalah mencatat segala peristiwa dan kejadian yang ada kaitannya dengan pelaksanaan kemitraan antara lain, kelahiran anak domba, kematian ternak, pengobatan penyakit, kehilangan ternak, biaya kemitraan yang telah dikeluarkan dan sebagainya. Villa Domba saat ini memiliki 2 jenis kartu administrasi kemitraan yaitu sebagai berikut:


Kartu Kegiatan Kontrol Kemitraan, kartu ini bersifat eksternal dan khusus mencatat biodata peternak mitra serta segala aktivitas yang ada kaitannya dengan pelaksanaan kemitraan seperti, kelahiran anak domba, kematian domba, pengobatan penyakit, kehilangan ternak, awal tanggal kemitraan, penukaran dan penarikan domba.

Kartu Biaya Kemitraan, kartu ini bersifat internal dan khusus mencatat segala macam biaya yang dikeluarkan oleh manajemen Villa Domba terkait pelaksanaan kegiatan kemitraan sebagai data keuangan untuk perhitungan rugi laba usaha.

"Buat sistem administrasi yang mudah ditrack, transparan dan qualified! Ke depan kalau usaha ini semakin maju kemudian ada investor masuk maka data yang bicara!" perintah sang penggagas Villa Domba kepada penulis. "Sistem pun harus mudah dimengerti dan layak diaudit!" perintah sang penggagas lainnya.




KARTU KEGIATAN KONTROL KEMITRAAN



Proyek Kemitraan : Pembibitan Induk/ Penggemukkan
Tanggal Awal Kemitraan : 01 Januari 2009
Nama Peternak Mitra : Bp. Dasep
Alamat Peternak Mitra : Gang Cisalak No. 2, RT. 03, RW. 05, Desa Jatisari
Kelompok Kemitraan Ternak : Jatisari 1
Kapasitas Kandang Kemitraan : 5 ekor





Contoh Pengisian:

Kartu dibuat rangkap 3 (tiga) yang masing-masing dimiliki oleh Peternak Mitra, Pembina Mitra dan Pemilik Ternak. Setelah dinyatakan lulus seleksi, selesai pembuatan kandang dan penandatanganan kesepakatan kemitraan maka pak Dasep selaku warga desa Jatisari beralamat di gang Cisalak No. 2, RT. 03, RW. 05 resmi tergabung dalam kemitraan pembibitan induk domba kelompok ternak Jatisari 1.

Tepat tanggal 01 Januari tahun 2009 maka pak Dasep oleh Villa Domba sudah dititipkan ternak kemitraan sebanyak 1 ekor induk dengan usia kebuntingan 1 bulan. Kapasitas kandang pak Dasep sendiri sebenarnya adalah 5 ekor namun dikarenakan pertimbangan jumlah anggota keluarga pak Dasep yang hanya terdiri dari 1 orang isteri dan 2 orang anak sekolah dasar maka sementara waktu diberikan 1 ekor saja dahulu.

Tanggal 01 Maret tahun 2009 dilakukan kunjungan kemitraan dan pengecekan kesehatan hewan ternak oleh Villa Domba selaku pemilik ternak ke kandang pak Dasep, penyuntikan vitamin terhadap 1 ekor induk domba bunting di kandang pak Dasep juga dilakukan pada tanggal tersebut.

Tanggal 03 Mei tahun 2009 saat dilakukan kembali kunjungan kemitraan ke kandang pak Dasep di mana diketahui 1 ekor induk domba bunting melahirkan anak dengan rincian 2 ekor anak jantan dan 1 ekor anak betinaJumlah ternak di kandang pak Dasep per tanggal ini bertambah menjadi 4 ekor (1 ekor induk domba dan 3 ekor anak).

Tanggal 01 Juli tahun 2009 saat kunjungan kemitraan berikutnya diperoleh laporan bilamana 1 ekor anak domba betina mengalami kematian dikarenakan ternak dimakan binatang buas saat tengah digembalakan. Pak Dasep telah melaporkan kejadian ini sebelumnya kepada pembina kelompok ternak. Jumlah ternak di kandang pak Dasep per tanggal ini berkurang menjadi 3 ekor (1 ekor induk domba dan 2 ekor anak jantan).

Tanggal 04 September tahun 2009 dilakukan rotasi induk domba di kandang pak Dasep. Sebanyak 1 ekor induk Domba yang sudah melahirkan di kandang pak Dasep berikut 2 ekor anak jantan ditarik oleh Villa Domba untuk kemudian ditukar dengan induk bunting baru lainnya dengan usia kebuntingan 1 bulan dan dalam jumlah yang sama yaitu 1 ekor.

KLIK Arsip Catatan Kemitraan lalu:

Catatan Kemitraan (1)

http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/terimakasih-peternak-rakyat.html

Catatan Kemitraan (2)

http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/email-kemitraan.html

Catatan Kemitraan (3)
http://dombagarut.blogspot.com/2009/07/berita-temu-kelompok-mitra.html

0 komentar: