SEMARAK DFK VD

SEMARAK DFK VD
Silahkan KLIK Gambar Di Atas
MITRA USAHA& PENYEDIA KEBUTUHAN TERNAK ANDA
Sarana Informasi Resmi PT. Villa Domba Niaga Indonesia, SMS HP. 0815.941.3826/0856.779.8001, Email. agusramadas@yahoo.co.id, Salam Petani& Peternak Indonesia!

Selasa, 30 Desember 2008

KESIBUKAN PASCA KURBAN

Kurban 1429 H berlalu sudah, bersiap untuk pengadaan hewan kurban 1430 H adalah pastinya! Utamanya pembenahan sektor produksi, penyusunan program kemitraan tahun 2009 hingga perbaikan sarana selepas perjuangan di tahun 2008 menjadi bagian terkait persiapan kurban 1430 H yang akan datang! Villa Domba siap! Tahukah pembaca? Ada satu kegiatan rutin yang baru saja selesai dilakukan di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba di mana memiliki kaitannya nanti dengan kenyamanan ternak selama dalam masa pemeliharaan, perbaikan kandang adalah yang dimaksud dengan kegiatan tersebut.





”Pekerjaan sepele tampaknya, namun akan jauh lebih baik bila kita melakukan perbaikan yang kecil daripada nantinya kita harus melakukan perbaikan yang besar akibat pekerjaan yang terlihat sepele itu dibiarkan begitu saja!” demikian pesan sang penggagas Villa Domba seringkali kepada seluruh personil tim Villa Domba. Ucapan permohonan maaf dari tim Villa Domba kepada beberapa tamu yang mungkin pada saat berkunjung menjadi sedikit terganggu dengan kegiatan perbaikan yang ada, atau mungkin ada beberapa tamu yang datang ke Villa Domba pada saat kondisi kandang sedang kurang nyaman.





Tidak hanya perbaikan fisik kandang, penyemprotan lantai kandang dengan air pun dilakukan baik di kandang domba jantan ataupun domba betina bersama anaknya di Villa Domba. ”Pekerjaan sepele tampaknya, namun akan jauh lebih baik bila kita melakukan perbaikan yang kecil daripada nantinya kita harus melakukan perbaikan yang besar akibat pekerjaan yang terlihat sepele itu dibiarkan begitu saja!” demikian pesan sang penggagas Villa Domba seringkali kepada seluruh personil tim Villa Domba. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat:

KLIK Video
Perbaikan kandang di Villa Domba
http://www.youtube.com/watch?v=USa8_mXuepk

KLIK Video
Pemeliharaan kandang di Villa Domba

http://www.youtube.com/watch?v=tcs81kuHhWc

INDONESIA! MEREKA ADA!

Indonesia! Mereka ada! Ucapan syukur penulis kehadirat Allah SWT di mana diberikan nikmat kesehatan sehingga selalu mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman baru pada tiap harinya terkait bidang yang tengah digeluti saat ini yaitu pertanian organik dan peternakan. Tidak hanya bertemu dengan para senior, sahabat dan sesama rekan di mana bergelut pada bidang yang sama, beberapa perjalanan dan kunjungan silaturahmi yang dapat dilakukan Alhamdullilah semakin meyakinkan langkah ini bila bidang pertanian dan peternakan merupakan pilihan hidup yang sangat menjanjikan untuk ditekuni. Indonesia! Mereka Ada! Silaturahmi penulis dengan beberapa senior ataupun kunjungan yang dilakukan, semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca Blog sekalian, Salam Petani Organik dan Peternak!



”Kami sangat mencintai pertanian organik! Silahkan kang Agus bilamana ingin berkunjung ke lahan Kami di Sukabumi!” demikian ucap pak Maulana kepada penulis di mana perkenalan penulis dengan beliau adalah bermula dari keikutsertaannya pada Villa Domba Training Camp belum lama ini di Villa Domba. Suatu kehormatan bagi Villa Domba pastinya di mana pak Maulana yang jauh lebih senior dibandingkan penulis dalam hal pertanian organik namun tetap bersahaja dan antusias manakala mengikuti training camp di Villa Domba, ”Alasan Saya mengikuti training ternak ini sangat penting kang! Kebutuhan pupuk organik yang cukup tinggi di lahan Kami menjadikan mau tidak mau Kami harus punya sumber pupuk sendiri! Itu yang menjadikan saya kenapa ingin belajar lebih jauh tentang cara pemeliharaan ternak domba!” jawab pak Maulana kepada penulis manakala penulis bertanya tentang alasan beliau mengikuti training camp di Villa Domba.





Arung Organic Farm adalah nama lahan yang tengah dikelola oleh pak Maulana dan kawan-kawan saat ini, bersama kang Januar Budhi dan personil Villa Domba di mana semakin lebih berbahagia diri penulis bila selepas kegiatan training camp di Villa Domba pada akhirnya dapat pula dilakukan kunjungan silaturahmi ke lahan yang dimaksud berlokasi di Sukabumi. Luar Biasa! Kata-kata itu yang terucap dalam hati penulis manakala sejauh mata memandang terhampar luas lahan 20 ha yang saat ini dimanfaatkan untuk budidaya sayuran organik oleh pak Maulana dan kawan-kawan di Arung Organic Farm. Aneka jenis sayuran dibudidayakan secara organik di sini, mulai dari bayam merah, wortel, cabe dan lainnya.





Tampak gambar di atas yaitu hamparan lahan seluas 2 ha yang tengah disiapkan untuk sumber pakan ternak berupa rumput hijauan. Luar Biasa! Indonesia! Mereka Ada! ”Potensi lahan rumput yang ada bisa untuk sumber pakan hijauan ternak sebanyak kurang lebih 200 ekor!” tegas Chrismantoro rekan kerja penulis di Villa Domba. ”Bila kita asumsikan 1 ekor domba menghasilkan 0.8 kg kotoran pada tiap harinya maka akan dapat diperoleh bahan baku pupuk organik sebanyak 160 kg pada tiap harinya atau setara 1 ton tiap minggunya! Tidak perlu membeli pupuk lagi nanti!” lanjut kang Budhi salah satu mitra Villa Domba yang memang sengaja penulis ajak ikut serta untuk berkunjung ke lahan pertanian organik Arung Organic Farm di Sukabumi. Majulah Usaha Pertanian Organik dan Peternakan Indonesia! ”Kita sendiri masih terus belajar bagaimana mencapai kualitas produksi yang optimal!” ucap pak Ari selaku rekan pak Maulana yang khusus menangani teknis produksi budidaya di Arung Organic Farm. Tidak hanya sayuran organik, di lahan ini pun baru saja selesai dilakukan kegiatan penanaman tanaman kopi jenis Arabika yang pastinya akan dibudidayakan pula secara organik. ”Selama ini Kami masih memakai pupuk berbahan baku kotoran ayam kang dan akan segera beralih ke pupuk berbahan baku kotoran domba!” tegas pak Arif kepada penulis. ”Jumlah tenaga kerja yang ada di sini kurang lebih 20 orang di mana Kami ambil dari lingkungan masyarakat sekitar.” Luar Biasa! Indonesia! Mereka ada!

KLIK Video Arung Organic Farm:
http://www.youtube.com/watch?v=D5zVLd-4juU
Pak Ari selaku rekan pak Maulana yang khusus menangani teknis produksi budidaya di Arung Organic Farm baru saja memanen hasil produksi sayurannya, selain untuk bahan baku masakan di warung makan yang ia kelola, hasil produksi sayuran organik pun ditawarkan ke salah satu rumah sakit herbal berlokasi di Sukabumi. Luar Biasa! Indonesia! Mereka ada!

Senin, 29 Desember 2008

HARGA ANAK DOMBA MAHAL?

”Sekedar info kang, harga anak domba jantan untuk bakalan penggemukkan sedang tinggi harganya saat ini! Anak domba dengan berat kisaran 20 Kg ada yang bisa mencapai angka 700 ribu per ekor! Enggak kebayang ngejualnya berapa untuk kurban tahun depan nanti!” demikian informasi yang penulis terima dari salah seorang pembaca setia Blog Domba Garut. ”Stock nya lagi susah dicari kang! Kandang petani banyak yang kosong!” informasi lain yang penulis terima dari rekan yang bergerak dibidang penggemukkan domba. Harga anak domba sedang mahal? Menarik untuk diketahui tentang kondisi apa yang sedang terjadi, semoga dapat memberikan manfaat, saran, kritik dan masukan sangatlah penulis butuhkan dari pembaca Blog sekalian.






Lepas penyelenggaraan ibadah kurban 1429 H lalu pastinya para peternak yang bergerak dibidang penggemukkan domba akan berlomba untuk membeli bakalan anak domba, ditambah perayaan natal dan tahun baru yang mungkin saja menjadikan naiknya kebutuhan daging domba maka hukum pasar supply dan demand pun pada akhirnya berlaku: Permintaan naik, pasokan terbatas sehingga secara otomatis harga pun menjadi tinggi! Demikian sekedar tebak-tebakan penulis terhadap kenaikan harga anak domba yang sedang berlaku saat ini di akhir periode tahun 2008. Benar atau tidaknya tebak-tebakan ini maka mungkin baru dapat dibuktikan di pertengahan tahun 2009 nanti! Mengapa demikian? Logikanya sederhana, bila stock ternak domba kambing sudah terkuras habis selepas penyelenggaraan ibadah kurban, perayaan natal dan tahun baru maka perlu waktu paling tidak selama 6 bulan bagi induk domba maupun kambing menghasilkan anak lagi ataupun menyapih anaknya. Anak domba pun menjadi barang langka saat ini dan primadona bagi peternak yang bergerak dibidang penggemukkan. Dan bila kondisi ini yang terjadi maka rejeki bagi peternak yang bergerak dibidang pembibitan. Saran, kritik dan masukan sangatlah penulis butuhkan.






Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar kelangkaan itu terjadi sehingga menyebabkan harga anak domba pun jadi membumbung tinggi? Dimana terkait kondisi ini penulis hanya bisa menjawab bila mungkin saja kelangkaan itu terjadi berawal dari jumlah populasi induk domba yang ada saat ini guna memproduksi anak domba sebagai suatu produk adalah tidak sebanding dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat tiap tahunnya. Kata kuncinya tetap diproduksi! Sektor pembibitan memegang peranan penting terhadap upaya pemenuhan kebutuhan pasar domba di negeri ini! Suatu peluang usaha yang layak untuk dijajaki! ”Susah kang, pembibitan mah BEP nya lama dan biaya tinggi!” kritik salah seorang rekan penulis pada suatu waktu. Padahal tidaklah demikian pastinya, terlebih bilamana dalam pengembangannya dijalin suatu pola kemitraan dengan masyarakat seperti yang seringkali penulis ulas pada Blog ini. Harga Anak Domba Mahal? Logikanya sederhana, bila stock ternak domba kambing sudah terkuras habis selepas penyelenggaraan ibadah kurban, perayaan natal dan tahun baru maka perlu waktu paling tidak selama 6 bulan bagi induk domba maupun kambing menghasilkan anak lagi ataupun menyapih anaknya. Anak domba pun menjadi barang langka saat ini dan primadona bagi peternak yang bergerak dibidang penggemukkan. Saran, kritik dan masukan sangatlah penulis butuhkan. Majulah Usaha Ternak Indonesia!





Launching Kartu Petok!

Kartu Petok? Kartu jenis apakah itu? Istilah ini sebenarnya datang dari rekan kerja penulis yang khusus ditunjuk untuk menangani divisi kemitraan pembibitan di Villa Domba yaitu Chrismantoro. Kartu ini memang sengaja dibuat untuk memudahkan pencatatan administrasi di lapangan terkait kemitraan pembibitan domba antara Villa Domba dengan peternak mitranya. Kartu yang terdiri dari 3 warna dengan format sama di mana berisikan data-data penting terkait ternak domba yang sedang dipelihara oleh mitra. Sengaja dibuat 3 warna di mana warna merah untuk arsip di Villa Domba, warna hijau untuk arsip di pembina dan warna kuning untuk arsip di peternak mitra. ”Mengandalkan ingatan saja tidak cukup bang! Tetapi pencatatan administrasi yang ribet juga akan memusingkan petani! Perlu dibuat format sederhana, mudah aplikasinya di lapangan dan dapat dipahami teknisnya oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kemitraan ini!” saran sang penggagas Villa Domba, siap! Kartu Petok sudah dilaunching! Inspirasinya datang dari profesi seorang dokter yang bisa melihat track record pasiennya hanya dari 1 arsip! Semoga dapat memberikan manfaat!

Sabtu, 20 Desember 2008

DOMBA& KRISIS GLOBAL


German Sterligov menjadi satu dari puluhan orang superkaya Rusia yang belum kehilangan sesen pun dari koceknya akibat krisis finansial global. Ada sebuah kiat jitu yang membuat Sterligov selamat dari badai krisis ekonomi global saat ini. Pria yang dulu pernah menjadi bocah ajaib dalam ekonomi pasar Rusia yang masih muda ini memilih keluar dari dunia bisnis. Apa yang dilakukannya? Dia mulai memelihara domba serta hewan ternak lain di dua peternakan di luar Moskow. "Kami bagaikan ayam bertelur di dalam padi jika dibandingkan dengan sebuah kelompok.Saya punya 100 ekor domba, seekor kuda, seekor sapi, beberapa ekor ayam dan kambing," ujar Sterligov kepada The Associated Press.



Saat ini Sterligov, 41, sedang mempromosikan skema barter elektronik untuk perdagangan komoditas yang dia klaim dapat menyelamatkan sistem keuangan Rusia yang sedang tenggelam. Meski begitu, dia tidak punya rencana kembali ke jalan kapitalis tradisional. Dia mengatakan, mantan koleganya yang superkaya dan men- cintai kemewahan akan segera melihat kebaikan dari sebuah kesederhanaan yang berkecukupan. Di kabin kayu, tempat tinggal Sterligov,sekitar 100 km arah barat laut Moskow, di suatu siang, beberapa ayam sedang mengais-ais salju di halaman depan saat pria berjenggot itu mengomeli empat putranya yang berusia 4-12 tahun karena lupa memberi makan ayam dan mengacak-acak kompor.

Istrinya, Alyona Sterligova, yang mengenakan kerudung tradisional Ortodoks Rusia dan putrinya yang masih remaja membantunya di peternakan itu. Sampai 2004, Sterligov masih seorang taipan dengan ratusan juta dolar dalam rekening bank, puluhan bisnis, kantor di Wall Street dan London, serta sebuah vila di Rublyovka, kawasan di pinggiran Moskow yang diperuntukkan bagi kaum superkaya. Bisnisnya beragam, dari berdagang komoditas hingga memproduksi film. "Sangat mudah mengatakan apa yang tidak kami lakukan: kami tidak pernah menjual narkoba," ujarnya. Sekarang, dia dan keluarganya sibuk bertanam sayuran, memelihara domba, kambing, dan ayam serta membuat balai-balai yang dia jual kepada sebuah perusahaan mebel Rusia.


Dia juga menjual domba dan mempekerjakan dua pegawai untuk membantunya di peternakan,tapi sebagian besar dari apa yang dia hasilkan digunakan keluarganya. Keluarnya Sterligov dari kehidupan mewah dimulai ketika dia menantang Vladimir Putin pada Pemilu 2004. Mantan taipan yang kini senang mengenakan sepatu boot kulit cokelat ini mengklaim menghamburkan banyak uang untuk kampanyenya. Dia lantas pergi entah ke mana setelah pejabat pemilu tidak memberinya tempat di surat suara. Dililit utang dan tidak dilirik Kremlin, Sterligov memutuskan harus keluar dari Moskow. "Saya harus menjual rumah, berikut bisnis, kantor, dan saham," kenangnya. Dia, anak, dan istrinya yang saat itu sedang hamil tujuh bulan meninggalkan Rublyovka pada musim panas tahun itu dan mendirikan sebuah tenda di hutan di luar Moskow. "Itu adalah satu-satunya tempat tinggal gratis," paparnya.


Dari titik itu, dia lantas mengikuti jejak orang kaya lain Rusia dari beberapa abad sebelumnya, termasuk penulis Leo Tolstoy,yang berusaha kembali ke Rusia untuk mencari kedamaian spiritual dan impian utopia. Dengan hanya berbekal USD100 ribu sisa dari penjualan rumah mewahnya di Rublyovka, Sterligov membangun tiga rumah kayu sederhana dan membeli beberapa ekor domba. Sterligov yang kali pertama berhasil mengumpulkan uang jutaan dolar pada usia 24 tahun sudah lama tertarik dengan alam dan idealismenya sendiri. Dia pernah berusaha mempromosikan penghapusan alkohol dalam minuman, sebuah pekerjaan sulit di Rusia yang kebanyakan orang-orangnya adalah peminum alkohol, dan membuat tawaran untuk menjual 50.000 peti mati dari kayu oak kepada Amerika Serikat (AS) sebelum invasi Irak.


Kecintaan Sterligov kepada alam muncul dengan keyakinan agama dan kehidupan sosial yang benar-benar konservatif: dia mengecam gay, aborsi, dan wanita yang mengenakan celana panjang. Seorang reporter wanita yang baru-baru ini ingin mewawancarainya diminta datang dengan mengenakan rok atau tidak usah datang sama sekali. Dia juga menolak kehadiran komputer dan TV yang dia sebut memiliki pengaruh buruk pada anak muda. Mantan miliuner ini mengatakan saat ini dia hidup bahagia di balik pagar kawat yang mengelilingi rumahnya, melindungi keluarganya dari dunia luar yang korup. "Lebih banyak kebebasan di sini. Saya tidak tergantung pada orang lain. Kami benar-benar mandiri," paparnya.


Para guru datang dari Moskow untuk mengajari anak-anak Sterligov bahasa Rusia dan matematika. Untuk bidang studi sejarah, Sterligov sendiri yang mengajari mereka. Dia mengatakan, bidang studi lain selain tiga bidang studi tersebut tidak memiliki relevansi sama sekali. Anak sulung Sterligov, gadis berusia 18 tahun, saat ini kuliah di Moskow State University mengambil jurusan sejarah. Meskipun mengasingkan diri dan memiliki pandangan antimaterialistis, Sterligov masih memiliki banyak teman di kalangan jetset Rusia. "Mereka semua cemburu kepada saya.Semuanya benarbenar sadar bahwa mereka adalah tahanan, sedangkan saya bebas. Saya tidak punya orang yang bisa menyuruhnyuruh saya," bebernya.


Keluarga Sterligov tinggal di Nizhnevasilyevskoye pada musim dingin dan menghabiskan waktu di sebuah peternakan domba di Sloboda, sekitar 20 km dari Nizhnevasilyevskoye. Meskipun tidak suka bisnis besar, Sterligov masih mengenang Rusia di masa 1990-an dengan nostalgia. "Menarik sekali mengenang masa-masa itu. Saya tidak punya tujuan lain dalam hidup saya selain menjadi kaya. Dan, saya berhasil. Itu olahraga saya," ujarnya. Kini, dia mengklaim punya solusi untuk krisis ekonomi yang sedang melanda negaranya. Dia dan beberapa rekan bisnisnya telah mendirikan sebuah pusat transaksi komoditas antikrisis dengan cara barter komoditas.


"Ini adalah pengganti uang dengan bentuk elektronik, tidak berhubungan dengan dolar, euro atau rubel," jelasnya. Beberapa bankir investasi di Moskow tampaknya pernah mendengar proyek Sterligov itu dan sampai saat ini belum ada tanda bahwa Rusia berniat kembali ke perdagangan dengan sistem barter yang umum dilakukan di sana pada 1990-an. Sterligov memprediksi pertanian akan menjadi lahan baru bagi orang-orang kaya di Rusia. "Banyak dari mereka yang sedang melirik tanah dan sapi sekarang.Logam tak lagi menjadi favorit. Sekarang domba, sapi, gandum, minyak zaitun, dan madu yang menjadi emas,"cetusnya. Lantas apakah Sterligov secara diam-diam telah masuk kembali sebagai baron dalam industri Rusia? "Kalau saya diancam begini: ambil alih lima pabrik atau kamu ditembak, saya akan jawab: tembak saja saya. Saya tidak menginginkan itu lagi," pungkasnya seraya mengambil sebatang kayu dan memasukkannya ke perapian. (sindo//rhs)


Ikuti Jejak Sterligov!
Tahun Baru dan Semangat Baru!
VD Training Camp Tahun 2009, KLIK:

http://www.snapdrive.net/files/491516/VD%20Training%20Camp.xls
Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia!

Jumat, 19 Desember 2008

CETAK DINAR DI TENGAH KRISIS

Mukjizat Konsep Ekonomi Nabi Yusuf (1/2) Oleh :
Fathuddin Ja’far, Dewan Redaksi
Eramuslim

Selintas judul di atas sangat bombaptis…Tapi, itulah kenyataan yang kami saksikan saat mengelilingi gunung Ringgit yang terletak di desa Sawaran Kulo, Kedung Jajang, Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Rombongan kami terdiri dari pak M. Iqbal, pakar Islamic Financial Planning dan pemilik gerai dinar yang ngetop sejak krisi global gelombang kedua dua bulan lalu, pak Azwin, seorang pakar kesehatan yang jadi professional di salah satu perusahan Jepang dan pak Aldin, pengusaha property yang tak asing lagi di Depok. Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan berkunjung ke kawasan gunung Ringgit yang indah tersebut dari 26 – 28 Nopember 2008.
Gunung Ringgit adalah sebuah nama gunung yang terkenal di wilayah Klakah, Kabupaten Luamajang. Sejak dari kaki gunung sampai puncaknya terbentang sebuah areal perkebunan yang dikembangkan sejak zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1912. Perkebunan Gunung Ruinggit yang dimiliki oleh PT. AGRI HALBA telah berganti-ganti pemilik. Kendati alamnya sangat ekstrim, namun berkat kesungguhan dan kepiawaian para pengelolanya yang baru mentakeovernya sekitar tujuh tahun lalu telah berubah menjadi areal perkebunan moderen yang exotic, bahkan bisa dikatakan berhasil disulap dari hutan ringgit (Ringgit adalah mata uang Malysia) menjadi hutan Dinar dinar adalah mata uang emas Islam yang dapat bertahan sejak lebih dari 14 abad silam).
Di atas areal 1.200 Ha tersebut, Dinar tersebar di mana-mana dan bahkan berjarak hanya 1 sampai 3 meter. Kenapa penulis namakan dengan dinar? Karena setiap pohon kayu sengon atau kayu jati emas, diprediksi sekarang harganya mencapai setengah Dinar, yakni sekitar 700.000 rupiah/pohon. Namun, jika dinilai dalam 3 – 4 tahun ke depan, kemungkinan harga per pohon kayu keras di perkebunan tersebut bisa mencapai satu Dinar yakni sekitar 1.4 jt rupiah, harga dinar saat ini. Di areal yang subur dan hijau tersebut terdapat ratusan ribu pohon kayu sengon, jati emas, mahoni dan berbagai macam kayu lainnya dengan umur antara satu bulan sampai 6 tahun. Belum lagi termasuk pohon karet yang menutupi areal sekitar 400 Ha atau 300.000 pohon dengan produksi saat ini 400 kg perhari. Diperkirakan 4 sampai 5 tahun ke depan produksi karetnya mencapai di atas 1 ton perhari. Harga karet saat kami berkunjung sekitar USD 2.00/kg. Belum lagi tanaman lain seperti pisang kualitas ekspor dan berbagai jenis kayu dan tumbuhan lainnya.
Yang lebih unik lagi, para pekerja/buruh yang berjumlah sekitar 400 orang mendapat kesempatan mengembangkan potensi ekonomi mereka dengan beternak kambing dan sapi di dalam arela perkebunan tersebut. Binatang ternak tersebut murni menjadi milik mereka. Salah seorang di anatara mereka yang kami temui saat selesai shalat Subuh berjamaah menjelaskan dia memiliki 20 ekor kambing yang dapat dijual saat membutuhkan uang tunai. Hanya beberapa menit, Bapak setengah baya itu langsung pamit karena mau memulai aktivitas perkebunannya. Lalu saya berkata pada teman-teman : Pantas mereka berkah hidupnya, karena bekerja pagi-pagi bangat, apalagi setelah shalat Subuh berjamaah di Masjid. Junjungan kita, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda : “Diberkahilah umatku yang keluar mencari rezki di pagi hari buta”. Kita di kota, pagi hari buta masih ngorok, terus paginya habis umur di jalan karena macet.
Sungguh fantastic memang melihat fakta yang ada di Bukit Ringgit tersebut. Sampai-sampai kami berucap : Kok bisa Indonesia bangkrut ya? Kok bisa mayoritas penduduknya miskin ya? Padahal potensi perkebunan dan pertanian sangat luar biasa, jika saja dikelola secara moderen seperti yang kami lihat di gunung Ringgit itu. Berarti banyak hal yang gak beres di negeri ini. Sungguh menyedihkan….Sebelum diampbil alih oleh manajemen sekarang, nilai dan potensi perkebunan yang ada di dalam areal yang dikelilingi beberapa desa tersebut hanya sekitar 5 milyar rupiah. Dalam waktu 7 tahun kemudian berubah menjadi kebun Dinar (uang) yang sudah bernilai sangat tinggi. Baru-baru ini pernah ditawar oleh salah seorang Capres 2009 senilai 60 milyar. Allahu Akbar…
Sesungguhnya potensi ekonomi yang ada di dalam perkebunan tersebut jauh lebih besar dari itu. Perkirakan nilai aset sekarang tak kurang dari 100 milyar rupiah. Subhanallah…. Sebuah pertambahan nilai yang sangat fantastic dengan pertumbuhan lebih dari 200 % pertahun. Belum termasuk nilai tambah konservasi alam, kemakmuran buruh dan manfaat lain bagi masyarakat di sekitarnya. Padahal perkebunan tersebut ditakeover dan dikelola oleh manejemen yang baru sekaranag saat negeri ini sedang menghadapi krisis.
Rahasia Keberhasilan
Bagi yang belum menyaksikan dan memahami dunia perkebunan dengan konsep yag diterapkan di gunung Ringgit, keberhasilan tersebut memang tidak masuk akal. Saat dunia krisis, kok bisa merekayasa pertumbuhan asset menjadi lebih dari 200% pertahun? Tapi, inilah fakta yang kami lihat. Penilaian ini bukan hanya dari team kaimi, namun juga dari banyak kalangan yang sempat mendapat kesempatan berkunjung ke sana. Lalu timbul pertanyaan mendasar : Apa rahasi keberhasilan luar biasa tersebut? Menurut hemat kami yang berdiskusi intensif - dari pagi sampai malam -, survey lapangan dan mendapat penjelasan serta pelajaran langsug dari perintis, pemilik dan sekaligus sebagi Dirut PT. AGRI HALBA, Bapak Dadang Muhammad, selama 2 haru 2 malam, kami dapat simpulkan sebagai berikut :

Paradigma Berfikir:
Selama ini, dalam pemikiran kebanyakan kita, bahwa perkebunan itu adalah aktivitas bercocok tanam di sebidang tanah yang dimilki sendiri atau kerjasama dengan pemilik tanah dengan konsep sewa atau kerjasama dengan sistem bagi hasil. Tanaman yang ditanam sebatas tumbuh-tumbuhan yang sudah diwariskan sejak turun temurun. Jika di lahan tersebut dulunya ditanami sayur-sayuran, maka sampai saat inipun masih sayur-sayuran. Jika di lahan tersebut sejak dahulu ditanami tanaman buah seperti rambutan, mangga, jeruk dan sebagainya, maka sampai hari ini para petaninya juga akan menanam hal yang sama..Di samping itu, berkebun dianggap pekerjaan yang tidak keren, rendahan dan kampungan karena mengharuskan tinggal di pedesaan dan bahkan di hutan. Yang keren dan menarik ialah bekerja di kota , khususnya kota-kota besar kendati hanya sebagai kuli bangunan, pembersih jalan atau gedung, lalu bisa menikmati secuil kehidupan moderen materialistic yang berakibat hedonis. Hal lain yang tak kalah kelirunya ialah bahwa menabung dan menumbuh kembangkan uang atau kekayaan hanya lewat institusi keuangan dan lembaga-lembaga isnvestasi lainnya yang menjanjikan, termasuk bursa saham. Lucunya, saat ekonomi dan keuangan koleps seperti sejak tahun 1998 sampai sekarang, dunia perbankan - terlebih lagi bursa saham - dan lembaga-lembaga investasi lainnya juga ikut koleps dan tidak mampu menahan kehancuran nilai tabungan dan investasi para penabung dan nasabahnya, apalagi menumbuhkembangkann ya. Bahkan bisa berakibat ludesnya asset atau kekayaaan yang kita miliki. Semua itu adalah gambaran kongkrit paradigma berfikir masyarkaat kita saat ini tentang uang, cara mencari uang dan menumbuhkembangkan uang (investasi). Lain halnya dengan pak Dadang Muhammad. Jebolan IPB yang nyentrik ini melihat bahwa uang itu tidak identik dengan uang kertas rupiah atau dolar AS yang dicetak dengan menuliskan angka tertentu di lembaran depan dan belakangnya yang dapat disimpan di bank. Akan tetapi, uang adalah apa saja yang bisa melahirkan value, termasuk uang itu sendiri. Yang menarik, berbagai jenis pohon kayu keras maupun tumbuhan lainya di tangan pak Dadagn menjadi bernilai uang. Uang-uang tersebut akan tumbuh dan berkembang sesuai system yang diciptakan Tuhan Pencitanya, yakni Allah Taala, dan bisa berlipatganda dibandig dengan ditabung atau diinvestasikan melalui lembga-lembaga investasi lainnya.

Pada suatu hari, saat salah seorang partner pak Dadang ingin menebang kayu-kayu yang sudah besar untuk diuangkan. Lalu ia berkata ; Untuk apa? Kitakan belum butuh uang sejumlah itu. Pak Dadang seakan mengisyaratakan kalau dibiarkan kayu-kayu tersebut tumbuh dan membesar malah nialinya akan bertambah berlipat ganda. Kalau ditaruh di bank dan sebagainya, jelas nilainya turun dan bahkan bisa habis.

Itulah paradigma berfikir yag benar tentang uang, cara mencari uang dan menginvetasikan (melipatgandakan) uang, apalagi di saat krisis seperti saat ini. Jika saja para pemimpin dan pengambil kebijakan di negeri yang tak kunjung keluar dari krisi ekonomi dan keuangan sejak sepuluh tahun yang lalu ini mampu merubah paradigma berfikir mereka, pasti negeri ini tidak akan babak belur seperti saat ini. Yang menakutkan lagi ialah, indikator-indokator makro dan mikro menunjukkan bahwa Indonesia masih akan menghadapi krisis yang berkepanjangan.

Ilmu Yang Mendalam.
Ilmu adalah modal kedua setelah iman. Terkait dengan perkebunan gunung Ringgit, ilmu yang mendalam tersebut diaplikasikan dengan baik oleh Pak Dadang dan kawan-kawannya. Berbagai percobaan dilakukan, baik terkait dengan bibit, jenis tanaman, maupun pupuk organic. Di samping itu, ilmu tentang market dan kecenderungan pasar lokal dan dunia juga merupakan hal yang sangat menjadi perhatian mereka.

Ilmu yang dikembangkan di perkebunan gunung Ringgit tersebut secara holistic dan konprehensif, seperti terkait dengan lahan/ tanah, bit/benih, pupuk, perawatan dan market dan timing (maktu) yang tepat untuk menanam. Terkait dengan bibit misalnya, jika tidak ada di Indoensia pak Dadang mencarinya di Negara lain seperti bibit pohon yilang-yilang (flower of flowers) yang bunganya menjadi bahan baku perfume kelas atas. Secara teknis, pak Dadang paham betul bibit mana saja yang akan bekembang sesuai harapan dan mana yang tidak. Sebab itu, dari dini sudah diketahuai secara pasti bahwa bibit itu akan bisa berkembang dan menghasilkan secara maksimal. Lalu, bibit seperti itulah yang akan ditanam dan dikembangakan.

Demikian juga dengan ilmu tentang pupuk. Pak Dadang merekayasa pupuk organic sendiri sehingga mengurangi biaya ketergantungan kepada pupuk chemical, di samping pupuk organic tersebut bisa menjaga dan memperbaiki struktur tanah yang sudah rusak oleh pupuk chemical.

Demikian juag ilmu tentang manajamen tanaman. Pak Dadang akan memenej tanaman yang akan ditanam sejak dari yang bisa dipanen setiap hari seperti nilam, jangka 5-6 tahun seperti jati emas, Sengon / Jenjing, Suren/Surian, Balsa, Jabon, Gmelina/Jati Putih serta jangkan panjang yang berumur 30 tahunan seperti Karet.

Yang membuat semua tanaman tersebut bernilai tinggi, kata kuncinya treletak pada dua hal: Manajemen tanaman yang baik dan variatif dalam waktu yang sama sehingga lahan terfungsikan secara maksimal. Memahami kebutuhan pasar lokal dan global bersifat jangka panjang, sehingga produksi tetap dapat dijual dengan harga yang tinggi, dan bahkan semakin tinggi.
Semangat Perjuangan (Keikhlasan)

Tak diragukan bahwa semangat perjuangan merupakan salah satu faktor keberhasilan. Sangat jelas tergambar dalam wajah pak Dadang bahwa beliu dan kawan-kawannya memiliki hal tersbeut. Bayangkan, dalam kondisi kiris, tujuh tahun lalu mereka bersepakat menekuni usaha perkebunan dengan modal dari kantong masing-masing. Sekarang, setelah Gunung Ringgit berubah menjadi kebun Dinar, apakah pak Dadang berhenti dan berleha-leha menikmatinya? Ternyata tidak. Beliau hidup sederhana dan berpenempilan low profile. Ia selau berfikir bagaimana menularkan ilmu dan pengelaman yang sangat berharga itu kepada semua orang, bahkan kepada pemerintah, kendati belum mendapat tanggapan yang serius. Sebab itu, tak heran jiak pak Dadang dengan sangat semangat menyambut setiap orang yang datang dan berkunjung sambil menjelaskan pengalaman yang sangat berharga itu. Dalam pikiranya, tak ada yang harus disimpan, apalagi dimonompoli. Toh semua yang dia peroleh juga berasal dari kasih sayang Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. Sebab itu, ilmu dan pengalaman harus dicurahkan untuk memperjuangkan mayoritas masyarakat yang masih miskin, khususnya masyarakat pertanian dan perkebunan. Untuk berjuang diperlukan keikhlasan.

Komentar Artikel Terkait pada Millis Insan Peternakan:
Bp. Bambang Heru Prakoso, Kuwait:
Mungkin koreksi sedikit Kang Agus,Yang dimaksud Dinar disini mata uang mana? setahu saya mata uang dinar adanya di Kuwait dan Iraq, saat ini nilai tukar Dinar Kuwait (KD) 1KD=Rp39,942. 25.- (Kuwaiti Dinar adalah nilai tukar mata uang tertinggi di dunia saat ini) dan 1 Iraqi Dinar=Rp9,529 Jadi yang disampaikan setengah dinar sama dengan Rp 700.000 dan satu dinar mencapai Rp 1,4 juta agak meragukan.
Bp. Saptono Adi Muryanto:
Saya menangkap hal ini sebagai semangat teman-teman. jadi mari kita hargai. dan untuk lebih maju dan kongkrit, mari kita diskusi. terima kasih untuk mas Bambang atas informasinya, yang baru kali ini saya tahu. sebelumnya, hanya dolar, yen, GBP, Euro dan lain-lain. dan terima kasih untuk mas Agus Ramada yang inspiratif. Terus semangat... ya mas..
Boss Tony Sapi:
Beberapa masyarakat kita masih banyak yang memakai nama DINAR untuk keping emas yang di bikin di Timur Tengah, pokoknya kepingan emas yang ada tulisan huruf arabnya, mereka nyebutnya dinar. Saya pernah kenal dengan seorang bandar dinar (gara-gara tubrukan), setelah melihat dinarnya ternyata kepingan emas bertulisan huruf arab, dan sama sekali Kuwaity Money. Terimakasih dan salam hormat
Bp. Purnomo:
Salam Membangun Negeri Peternakan Indonesia! Nimbrung masalah dinar, yang saya ketahui, dinar itu adalah mata uang Islam. Dinar-Dirham. Dinar yang terbuat dari emas, beratnya 4,25 gram. Dirham yang terbuat dari perak. setahu saya juga jaman dulu semua mata uang dunia juga mengacu pada dinar dirham, karena selama berabad-abad dunia ini dinaungi oleh pemerintahan Islam yang disebut Khilafah (khalifah kepala negaranya). baru setelah Khilafah runtuh, Amerika naik jadi superpower dan mengubah standar mata uang dunia menjadi dollar (fiat money). Sekarang ini marak kembali gerakan untuk kembali ke Dinar-Dirham karena memiliki intrinsic value, shg tahan thd inflasi. Beberapa lembaga sudah mencetak, biasanya mereka disebut WAKALA, di jaringan Dompet Dhuafa juga ada Wakala Adina (program dari Tabung Wakaf Indonesia)
Bp. Saptono Adi Muryanto:
Siap juragan.. saya usul.. ayo Mas Agus Ramada, motori kita-kita jumpa darat di Vila Domba. mumpung mau tahun baru nih. kalo bisa hari libur. jadi ndak usah ijin dari kantor. saya kira kemasannya bisa berupa sarasehan tentang per-domba-an. dengan demikian, kita bisa mengundang pihak Ditjennak, swasta dan elemen peternak domba. sekaligus bisa cari sponsor buat domba gulingnya. Ayo mas, gulirkan terus. Yok opo Cak Agus Ramada.. Ayo.. kita bisa..Setelah Euro terbukti mampu menyaingi Dolar, orang lantas berfikir tentang Dinar. Ini bukan soal Islam atau bukan. Mari kita bicara murni soal ekonomi. lihatlah ekonomi syariah, orang tertarik justru saat ditampilkan dengan maslahat. mari bicara Dinar dengan maslahat. Seorang ahli ekonomi mengatakan, Dinar memiliki kekuatan substansial finansial. apa itu? karena Dinar dibuat dari logam mulia, sementara Dolar dan Euro dengan kertas. disini bisa dimengerti, bahwa dinar memiliki kekuatan nilai tukar yang sangat substansial. lantas apa yang bisa diharapkan dari Dinar???? Nah, Kembali ke fenomena Euro yang dibuat atas prakarsa MEE. Saya terinspirasi untuk kita melalui mail list kita tercinta ini, untuk mendorong terbentuknya MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), atau lebih hebat lagi, kalo melalui mail list kita ini kita bisa memadukan Dinar dengan semangat KAA (Konferensi Asia Afrika), dan membentuk MEAA (Masyarakat Ekonomi Asia Afrika). dari sini, kita bisa mendorong untuk menjadikan mata uang Dinar sebagai mata uang tunggal Asia Afrika. Dahsyat bukan??? Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Negeri ini (saat belum merdeka) diimpikan sukarno akan merdeka, dan impian itu ia ucapkan di warung kecil, di jalan Peneleh Surabaya. kini, negeri ini merdeka. Issac Newton memimpikan orang berangkat ke bulan hanya gara-gara ia kejatuhan buah apel. lantas neil amstrong menjadi orang pertama menjejakkan kakinya dibulan. Jadi bila hal ini saya tulis di mail list kita tercinta ini, maka percayalah, suatu hari impian ini akan terwujud. jangan pernah remehkan mail list kita tercinta ini.
Salam Peternak!

Berawal dari Saung Villa Domba, Bismilllahirahmanirohim, berikut Visi& Misi VD terkait Kemitraan Tahun 2009 nanti: Kemitraan berkesinambungan berbasis ekonomi kerakyatan dan berlandaskan syariah. Mohon doa dan dukungan. KLIK. http://www.youtube.com/watch?v=JfDy9IQeVrg.

Alhamdullilah, semoga persatuan dan kesatuan, semangat nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa akan memompa perjuangan untuk kesejahteraan peternak dan kemajuan usaha ternak Indonesia. Merdeka! Mohon bimbingan senior sekalian. Salam Peternak& Majulah Usaha Ternak Indonesia!

KLIK. http://www.youtube.com/watch?v=qb9BHoroJUo





Suatu kehormatan dan kebahagiaan apabila para senior peternakan berkenan berkumpul di Villa Domba. Sebagai informasi, Alhamdullilah minggu kemarin baru saja dilangsungkan copy darat dengan para sahabat dari komunitas Tangan Di atas di Villa Domba. Semakin lebih menggigit pertemuan kemarin dengan kehadiran sang teroris yang dikenal dengan nama bang Jay di mana beliau merupakan rektor dari Institut Kemandirian, (http://jay-ideas.blogspot.com/), mangga menunggu masukan dari para senior untuk pelaksanaan waktunya. Perlu ditunjuk mungkin ketua panitianya dalam hal ini dahulu sehingga diskusi lebih mengkerucut, usulan Saya bagaimana bila pak Sapto. Semoga berkenan.



Hatur Nuhun

Agus Ramada S
Dombagarut.blogspot.com

Kamis, 18 Desember 2008

PETIKAN BUAH SILATURAHMI

Bilamana pembaca sekalian pernah membaca posting penulis terdahulu yaitu mengenai awal perkenalan penulis dengan kang Agah dan ajakannya untuk bergabung dalam komunitas Tangan Di Atas Bandung (TDA – Bandung), Alhamdullilah, buah nan manis berkat silaturahmi tak pernah henti terpetik terlebih selepas kunjungan dari rekan-rekan komunitas Tangan Di Atas belum lama ini ke lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba. Ucapan terimakasih penulis kepada pak Fauzi, kang Arif, kang Agah dan tentunya rekan-rekan komunitas TDA lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu di mana suatu kebahagiaan atas kunjungan yang dilakukan. Tidak hanya rekan-rekan TDA Bandung, petikan buah silaturahmi pun menjadikan perjumpaan penulis dengan rekan-rekan TDA lainnya yang berasal dari ragam daerah seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Cirebon, Yogyakarta dan Solo di Villa Domba. Bravo TDA! Luar Biasa! Bersama Menebar Rahmat! KLIK: http://www.youtube.com/watch?v=4cggrrDiibc




”Insya Allah aku dateng barengan teh Sari ke acara TDA di Villa Domba!” demikian informasi yang penulis peroleh sebelumnya dari kang Nick selaku salah satu motor Kandaga Organic di mana kang Nick pun saat ini merupakan anggota TDA. Bicara peternakan pastinya akan lebih mantap bilamana dikupas pula tentang pertanian organik, inilah yang menjadikan penulis pada akhirnya meminta pula kehadiran kang Nick bersama personil Kandaga Organic lainnya pada acara TDA di Villa Domba. Ucapan terimakasih penulis kepada teh Sari Koeswoyo atas kehadirannya di Villa Domba, teh Ita dan tentunya kang Nick sebagai salah satu senior penulis dalam bidang pertanian organik. KLIK: http://www.youtube.com/watch?v=e6QhHRoqYqg



”Sesuatu yang dilakukan tanpa proses maka hasilnya tidak akan jadi!” demikian salah satu pesan yang disampaikan oleh sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi manakala memberikan sambutan pada acara silaturahmi komunitas Tangan Di Atas di Villa Domba. Alhamdullilah, tidak lupa ucapan terimakasih penulis kepada sang penggagas beserta ibu yang telah berkenan pula mendukung acara silaturahmi ini. Kepada rekan-rekan komunitas TDA yang minggu lalu berkunjung ke Villa Domba, ucapan permohonan maaf penulis mewakili tim Villa Domba bilamana terdapat kekurangan yang mungkin terjadi saat berlangsungnya acara. Bravo TDA! Luar Biasa! Bersama Menebar Rahmat! KLIK: http://www.youtube.com/watch?v=IautBXvaE0U


Lebih luar biasa! Selain kehadiran sang penggagas Villa Domba beserta ibu, kang Nick, teh Sari dan teh Ita dari Kandaga Organic, bang Jay yang dikenal sebagai Mental Surgeon Specialist dengan bukunya Monyet Aja Bisa Cari Duit juga berkenan datang pada acara silaturahmi komunitas TDA di Villa Domba ini. Bang Jay pun saat ini adalah Rektor dari Institut Kemandirian. Semakin lengkap di mana tidak hanya kehadiran Kandaga Organic selaku salah satu mitra Villa Domba dibidang pembibitan domba, raja Kambing PE Bandung Selatan yang saat ini berkecimpung pula dibidang ternak domba bersama kelompoknya sebagai mitra Villa Domba yaitu kang Januar Budhi juga turut hadir pada acara ini. KLIK: http://www.youtube.com/watch?v=8WZsdHtlQxY



Bravo TDA! Luar Biasa! Bersama Menebar Rahmat!
Majulah Usaha Pertanian Organik& Peternakan Indonesia!

Kamis, 11 Desember 2008

INFO KURBAN KUWAIT

Sebuah informasi yang sangat berharga di mana penulis peroleh dari Bp. Bambang Heru sebagai senior penulis yang saat ini tengah bertugas di kawasan Timur Tengah tepatnya di Kuwait, semoga dapat memberikan manfaat. Tampak gambar bawah di mana Bp. Bambang Heru beserta keluarga manakala berkunjung ke lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba pada beberapa bulan lalu.




Salam peternak


Sebagai informasi saja, attachments sekitar pasar kambing/domba di Kuwait 2 hari menjelang Idul Adha. Harga kambing/domba melonjak 2 kali lipat, pada hari biasa umumnya atau rata rata adalah KD30 atau setara dengan Rp1juta dengan bobot 40-50 Kg menjelang Idul Adha harganya menjadi KD70 atau setara kurang lebih Rp 2,4juta. Bentuk fisik memang lebih besar besar dibanding dengan kambing/domba yang ada di Indonesia. Walaupun kebanyakan orang Kuwait melaksanakan Qurban diluar negaranya tapi masih banyak yang melakukanya sendiri untuk dipotong di Rumah Pemotongan Hewan dan ini diwajibkan oleh pemerintah Kuwait untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti daging tidak layak dikonsumsi karena Qurban sudah terjangkit penyakit, walaupun semua Qurban sudah mendapatkan sertifikat sehat namun pada saat penyembelihan akan dikontrol atau dichek kembali oleh Dokter Hewan dengan melihat hati setiap Qurban.




Pemotongan yang dilakukan sendiri mulai tahun ini dilarang oleh pemerintah Kuwait, jadi harus dibawah pengawasan ahli atau dokter hewan. Memang kebijakan ini agak merepotkan dengan hanya 5 tempat pemotongan hewan dengan jumlah Qurban yang segitu banyak antriannya panjang, namun pada hari kedua semua Qurban sudah habis terpotong/disembelih. 80% hewan Qurban di Kuwait diimpor dari Australia dan New Zeland melalui Saudi Arabia, untuk kebutuhan ini pemerintah Kuwait mengimpor hampir 1juta ekor domba/kambing, penduduk Kuwait saat ini sekitar 3 juta orang (ref KBRI Kuwait) 1 juta diantaranya adalah penduduk asli dan sisanya adalah pendatang atau pekerja seperti saya. Luas negaranya hampir seluas JABODETABEK lebih sedikit.


Oh ya Kang Agus, Sesuai syari'ah Qurban dibagi 3, 1/3 untuk yang berqurban, 1/3 untuk kerabat dan 1/3 lagi untuk fakir/miskin, cuma kebanyakan disini 2/3 langsung diberikan kepada fakir/miskin. Maklum agak sulit mencari mustahik atau yang berhak menerima Qurban seperti juga halnya pada waktu zakat, sehingga mereka lebih banyak menyalurkan ke rumah charity yang akan mengkoordinir pembagianya/ penyaluranya. Atau seperti yang disediakan oleh rumah charity adalah pembelian cupon yang nantinya charity house akan mengalokasikan qurban ke tujuan negara tertentu salah satunya adalah Indonesia. Di KBRI kita harus menyediakan freezer karena banyak yang menyumbangkan untuk TKW kita yang bermasalah yang tinggal di KBRI sekitar 250 orang rata rata. Kalau tidak ada freezer seperti tahun tahun lalu banyak terbuang karena busuk.

Satu cerita ada kawan saya seorang supir taksi, setiap bulan ramadhan dia selalu dicharter sebulan penuh oleh satu keluarga untuk membagikan zakat kepada mustahik atau yang berhak menerima zakat. Kenapa sampai harus mencharter karena sulit mendapatkan yang berhak, kalau di Indo banyak fakir/miskin yang berkeliaran sehingga tinggal ngedrop di jalan atau memanggil mereka, disini sulit ditemukan bahkan dilampu merah tidak ada yang berkeliaran.Begitu juga saat Idul Adha seorang yang berqurban harus mencari dulu yang berhak menerima qurban setelah itu baru disembelih kalau tidak akan mubazir terbuang.Yang saya ngiler lihat kulit yang banyak terbuang begitu saja, saya berusaha mencari pengumpul kulit supaya bisa di kirim ke Indonesia. Demikian. Salam. Bambang Heru P – Kuwait.

Link Bermanfaat:
http://www.zawya.com

Kuwait: Sharp increase in sheep prices as Eid approaches


07 December 2008. KUWAIT: Eid Al-Adha starts Monday, and the occasion is associated with the Islamic ritual of sacrificing an animal. In Kuwait, the majority of Muslims prefer to sacrifice sheep. Price hikes on all commodities and goods also included meat. "This year, the prices of sheep increased about 20 percent compared to last year. People are mostly asking for Syrian sheep known as 'Naeimy.' This year the sheep costs KD 67, which includes delivery to the house. The crossbred sheep are local, and they cost KD 50 including delivery," a sheep vendor told Kuwait Times.



Prices are dependent on what day you decide to buy the sheep. "When people buy it a long time before Eid the price is cheaper. The price increases when Eid is approaching. The highest price and the highest sales are on Arafat Day (The last day before Eid). Most people buy sheep on this day, so the price goes higher. Yesterday, the Syrian Naeimy was KD 65, the Saudi KD 80, and the local crossbred cost KD 55," said Abu Fahad, another sheep vendor. Some venders have the same prices for Syrian and Saudi sheep. "Today, both the Syrian and Saudi sheep costs KD 65. The crossbred sheep coast KD 51. I don't think the prices will necessarily increase with Eid approaching. It depends on the supply and demand. So the price may even decrease if there is no demand," said Abu Abdullah, another sheep vendor.



Some people bought their sheep a week before Eid. "I bought the sheep at the end of last week and I keep it on the balcony of my house. I bought the local crossbred sheep for KD 53 including delivery. I will bring the butcher to slay it on the first day of Eid," said Mohammed. The prices include delivery, but some venders do not deliver to areas that are far away, especially if it is just one sheep. The prices do not include slaying the sheep. The butcher now takes about KD 10 for one sheep. If there is more than one, he may give a discount.If the customer ordered the slaying of more than two sheep I will give him a discount. I will charge him KD 15 for two sheep," said Abdulaziz, a butcher. The demand for Naeimy sheep is not high because they are expensive, and most vendors do not carry this particular sheep. One of the vendors who did have it said its price reached KD 85. Many vendors agree that the total amount of meat that can be yielded from a sheep is between 25-27 kilograms. By Nawara Fattahova, © Kuwait Times 2008

Selasa, 09 Desember 2008

BERITA SENI TANGKAS

Sumber.

Rabu, 03 Desember 2008
Wagub, "Seni Ketangkasan Domba Harus Dipertahankan”

SEBAGAI puncuk pimpinan di Jawa Barat, Wakil Gubernur Jabar, H. Dede Yusuf merasa bangga lantaran daerah yang dipimpinnya sangat eksis dengan ternak. Salah satunya ternak domba garut, yang merupakan ternak unggulan dan satu-satunya jenis ternak yang tidak ada di negara lain. Menurut informasi yang diperolehnya, saat ini Jawa Barat memiliki sekitar 4,5 juta ekor domba dan 1,5 juta ekor kambing yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Barat. Ternyata, jumlah yang sangat signifikan ini tidak terlepas dari budaya yang tidak bisa dipisahkan dari dunia peternak. Yakni, budaya seni ketangkasan domba. Pernyataan Dede Yusuf itu disampaikan pada pembukaan LSKDG jilid II di Pamidangan Babakan Siliwangi Bandung, Sabtu (29/11).Untuk itu, wagub mengaku sangat setuju apabila seni ketangkasan domba tetap dipertahankan, bahkan harus lebih dikembangkan lagi supaya populasi domba garut semakin banyak. Targetnya pada 2009 mendatang, jumlah domba dan kambing di Jawa Barat harus naik 10%. Tujuannya agar peternak domba siap menyuplai permintaan pasar, baik berupa daging olahan maupun untuk kebutuhan kurban dan akikah.Seni ketangkasan domba juga merupakan budaya yang harus dilestarikan dan dijunjung tinggi. Mengingat kegiatan tersebut sangat mendukung pariwisata, wagub berharap di masa mendatang seni budaya itu akan dilirik turis asing yang datang ke Jawa Barat. (ayep setiadji

TINTA KURBAN VD

Alhamdullilah, ucapan syukur di mana penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas pertolongan yang diberikan-Nya sehingga tim Villa Domba dapat menjalankan amanah dari pembaca dan konsumen sekalian terkait pengadaan hewan kurban berupa Domba Garut pada penyelenggaraan hari raya Idul Adha 1429 H. Tak ada Gading yang tak Retak di mana kesempurnaan hanya milik Allah SWT, berikut Tinta Kurban VD terkait pengadaan hewan kurban berupa Domba Garut pada pelaksanaan Idul Adha lalu, semoga dapat memberikan manfaat, salam peternak dan majulah usaha ternak Indonesia!

“Tirulah gaya pemasaran pabrik pesawat Airbuss bang! Airbuss hanya akan membuat pesawat berdasarkan pesanan sehingga kualitas produknya tetap terjaga!” demikian saran sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama kepada penulis manakala tim Villa Domba akan mengawali langkah kegiatan promosi dan pemasaran hewan kurban. “Pabrik motor sekelas Honda tidak akan terjun langsung ke pasar bang! Perlu dibuat jejaring pemasaran yang sama kuatnya dengan jejaring produksi! Patut diingat bila Honda punya banyak dealer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia di mana konsentrasi Honda pun cukup diproduksi!” nasihat sang penggagas Villa Domba lainnya kepada penulis manakala tim Villa Domba akan mengawali langkah kegiatan promosi dan pemasaran hewan kurban, inilah yang menjadikan semangat kurban Kami pada tahun ini adalah Berbagi Bersama dan Saatnya Berbagi!

”Kurang tepat rasanya bang bilamana ada panitia kurban mengkonversi orang yang ingin berkurban domba untuk lebih diarahkan ke sapi dengan alasan jumlah daging diterima akan lebih banyak!” hibur sang penggagas Villa Domba kepada penulis. ”Perlu direnungkan! Semangat kurban bukan kompetisi dengan indikator banyaknya jumlah kilo daging yang akan diberikan bang! Semangat kurban adalah bagaimana caranya meningkatkan kesadaran umat yang mampu untuk berkuban kemudian menjadikan momentum kurban untuk meningkatkan kesejahteraan umat yang tidak mampu dengan program pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan menjelang pelaksanaan kurban! Momentum kurban bisa dijadikan solusi pengentasan kemiskinan dengan program yang jelas dan bukan hanya sekedar bagi-bagi daging!” sebuah filosofi kurban yang disampaikan oleh sang penggagas Villa Domba kepada penulis sehingga menjadikan semangat kurban Kami pada tahun ini adalah Berbagi Bersama dan Saatnya Berbagi!

Alhamdullilah tersebar di 10 wilayah! Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Subang, Cianjur dan Cipanas. Ucapan permohonan maaf penulis di mana kepercayaan yang luar biasa dari pembaca dan konsumen sekalian menjadikan penulis tidak sempat mengambil dokumentasi manakala berlangsungnya kegiatan distribusi. ”Kang, punten, kok domba saya belum nyampe juga ya?” ataupun ”Apakah pesanan saya sudah masuk daftar pengiriman hari ini!”, kemudian ada juga, ”Anak saya sudah nangis-nangis ingin melihat dombanya!”, ”Kok pin hewan kurban sehatnya tidak ditempel!”, ragam SMS yang masuk melalui handphone penulis dan menanyakan perihal pesanan hewan kurbannya. Puncak pengiriman yang terjadi pada H-1 menjadikan tim Villa Domba lumayan kewalahan dalam menyalurkan hewan kurban yang sudah dipesan oleh pembaca ataupun konsumen sekalian, ”Untuk mengurangi beban puncak saat pengiriman maka ke depan di mana fungsi distribusi ke konsumen sebaiknya dijalankan oleh dealer saja bang! Namun dealer pun sebaiknya diberikan pembekalan dahulu dan diseleksi tingkat kepercayaannya, jangan sampai ada kasus di mana dealer berjualan atas nama kita akan tetapi produk ternak yang dijual sumbernya bukan dari kita!” usulan sang penggagas Villa Domba manakala rapat evaluasi kurban 1429 H.

”Kang, pendaftaran tabungan kurban 1430 H segera dilaunching ya!” pinta salah seorang konsumen Villa Domba kepada penulis. Kenapa tidak di mana Insya Allah tim Kami segera melaunching tabungan kurban 1430 H selambat-lambatnya awal Februari tahun 2009! Beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui program tabungan kurban seperti yang seringkali penulis sampaikan pada Blog ini antara lain adalah: Kurban Insya Allah berkualitas dengan Harga Terjangkau dengan adanya Kepastian Pesanan bagi Peternak, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Nilai Manfaat lainnya. Seperti filosofi sang penggagas Villa Domba: ”Semangat kurban bukan kompetisi dengan indikator banyaknya kilo daging yang akan diberikan bang! Semangat kurban adalah bagaimana caranya meningkatkan kesadaran umat yang mampu untuk berkuban kemudian menjadikan momentum kurban untuk meningkatkan kesejahteraan umat yang tidak mampu dengan program pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan menjelang pelaksanaan kurban! Momentum kurban bisa dijadikan solusi pengentasan kemiskinan dengan program yang jelas dan bukan hanya sekedar bagi-bagi daging!” Kemudian petuah bijaksana yang diberikan oleh pak Odik salah satu personil Villa Domba kepada penulis, ”Kita ini harus ibarat pohon bang! Pohon yang punya banyak cabang, cabang pun punya banyak ranting, ranting yang akan memiliki banyak daun dan buah! Pohon ada akar, akar pun akan menyebar, inilah yang akan menjadikan kita semakin kokoh dan kuat sebagai pohon dan pohon sebagai penaung!”

Ucapan terimakasih dari penulis mewakili tim Villa Domba: Sang penggagas& Ibu atas dukungan semangat, motivasi dan bimbingannya, teh Indri yang selalu siap bekerja lembur dibalik meja di tengah suasana bulan madunya, kang Alam dan kang Chriss sebagai Quality Controll yang saat detik-detik akhir pengiriman juga berkenan berjibaku di lapangan, masyarakat desa Jatisari dan desa Sodong sebagai pemasok rumput ke Villa Domba, jaringan peternak mitra Bandung Selatan dibawah binaan kang Budhi dan kang Didier, tidak lupa kang Nick dari Kandaga Organic dan kang Andi yang senantiasa memantau perkembangan walaupun nun jauh di negeri seberang, kang Chepi kemudian kang Luki yang rela kurang tidur saat menjelang pengiriman, tim ekspedisi dibawah kontrol mas Iwan, mas Pras dan tidak lupa kang Abas, Ustzadz Heri yang senantiasa memberikan pencerahan kepada penulis tentang makna kurban sebenarnya, om Faisal dengan masukan marketingnya, pak Teddy di mana sangat bermanfaat ilmunya tentang kekuatan sedekah, para moderator millis yang berkenan memposting berita dan informasi kurban Villa Domba: Komunitas Tangan Di Atas, Pengusaha Muslim, Ekonomi Syariah, Syiar Islam, Kharisma ITB, IA ITB, TM ITB 71, TM ITB 74, ITB 81, Griya Bintara Indah, Villa Nusa Indah, IYE, Alumni ARS International University dan moderator millis lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Dukungan Media Televisi atas Liputannya selama ini terkait Villa Domba dan usaha ternak di Indonesia: Trans Corp dengan liputannya yang dilakukan oleh stasiun televisi Trans TV dan Trans7, kemudian MNC Network melalui Televisi Pendidikan Indonesia. Dukungan Media Cetak antara lain adalah Majalah Pengusaha. Yayasan yang berkenan membantu dalam penyaluran hewan kurban Villa Domba antara lain: Yayasan Yatim Piatu Ar-Rahmah di Ciomas Bogor, Panti Asuhan Ulul Albab di Karapitan Bandung, Yayasan Yatim Piatu dan Anak-Anak Telantar Nurul Jadid di kawasan Tambun Selatan, Panti Asuhan Al Komariah di Margahayu Raya Bandung, Islamic Village di Karawaci dan lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. ”Kang, gimana caranya kita bisa jualan domba? Trus bagaimana cara kita mendapatkan untungnya?” demikian tanya seorang santri pada salah satu yayasan di atas manakala awal kegiatan promosi dan pemasaran kurban 1429 H. Seperti filosofi sang penggagas Villa Domba: ”Semangat kurban bukan kompetisi dengan indikator banyaknya kilo daging yang akan diberikan bang! Semangat kurban adalah bagaimana caranya meningkatkan kesadaran umat yang mampu untuk berkuban kemudian menjadikan momentum kurban untuk meningkatkan kesejahteraan umat yang tidak mampu dengan program pemberdayaan ekonomi yang dapat dilakukan menjelang pelaksanaan kurban! Momentum kurban bisa dijadikan solusi pengentasan kemiskinan dengan program yang jelas dan bukan hanya sekedar bagi-bagi daging!” Tak ada Gading yang tak Retak di mana kesempurnaan hanya milik Allah SWT, ucapan permohonan maaf penulis atas segala kekurangan yang terjadi dalam pelayanan hewan kurban berupa Domba Garut pada 1429 H. Sampai bertemu di Pelaksanaan Ibadah Kurban 1430 H dengan Semangat Perkuat Ekonomi Umat di tengah Krisis Global dilandasi usaha berbasis Kerakyatan! Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia! Merdeka!



Informasi Blog:


Cukup lama penulis meninggalkan isteri dan 2 buah hati penulis tercinta, Rama Fitra Nugraha dan Nova Akbar Vivana, disamping itu terkait persiapan rapat evaluasi pencapaian hasil 2008 dan program kerja tahun 2009 di mana penulis mohon pamit undur dahulu dari up dated Blog Domba Garut sampai dengan hari Kamis, 01 Januari tahun 2009, Insya Allah Blog Domba Garut akan tampil kembali dengan wajah dan semangat baru untuk memberikan kontribusi yang walaupun sedikit akan tetapi semoga bermanfaat guna memajukan usaha ternak di Indonesia! Silahkan hubungi penulis via Handphone.0815.941.3826 ataupun Email. agusramadas@yahoo.co.id. Salam Petani Organik& Peternak Indonesia!

Selasa, 02 Desember 2008

KREASI DAGING DOMBA

Sebuah web menarik di mana belum lama ini penulis temukan di internet, http://www.eblexlamb.co.uk/. Web yang kiranya semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam menambah pengetahuan terkait kreasi olah masak daging domba utamanya domba muda, mari bersama kita menjelajah. “Marketing yang baik jangan cuman bisa selling doang dong tapi tidak paham produk! Kita harus bisa kasih masukan kepada para konsumen kira-kira daging dombanya enaknya dibuat apa! Kelebihannya apa! Jadi ada nilai tambah!” demikian masukan kang Nick dari Kandaga Organic kepada penulis. Siap kang! Laksanakan!




KLIK. http://www.eblexlamb.co.uk/cuts.html: Pembaca sekalian dapat mengetahui bagaimana cara pemanfaatan karkas yang baik sehingga dihasilkan jumlah daging yang optimal. Cut of the month demikian features menu yang tersedia pada web ini. KLIK. http://www.eblexlamb.co.uk/promo.html: Boleh juga kiat promosi yang dilakukan pada web ini terkait sosialisasi daging domba muda, penyediaan material promo mulai dari kalender, baju dan lainnya. Teringat slogan blog yang dimiliki oleh Bp. Denie Heriyadi selaku senior penulis dalam bidang peternakan domba, Lamb for Brain!




KLIK. http://www.eblexlamb.co.uk/recipes.html: Kumpulan resep terkait olah masak daging domba muda. Terus berlangsung penjelajahan penulis khususnya untuk mengetahui lebih lanjut seperti apa standar domba muda yang ideal? KLIK. http://www.eblexlamb.co.uk/qsm.html: Unique, Fresh and Something Special. Why organic lamb? KLIK. http://www.organiclamb.com/organic.htm: Berikut informasi yang penulis peroleh: You can be assured that when you buy our organic meat you are making the healthiest choice for your family. Recent studies have shown that when animals are raised on a natural diet of grass, their meat products are lower in "bad" fats and calories, but higher in potentially lifesaving "good" fats, particularly omega-3 fatty acids, which are essential for growth and development, and protective against disease. The healthiest meat is grassfed. Informasi web lainnya tentang Lamb dan pernah penulis posting pada Blog ini, Australian Lamb, KLIK. http://www.australian-lamb.com/lamb.php, ingin mengetahui lebih jauh tentang Australian Lamb? KLIK. http://australian-lamb.com/lamb/about/index.php. Pada web ini di mana kita pun dapat memperoleh informasi resep masakan terbaru terkait daging domba muda. Cintai produk lokal Indonesia!


INFORMASI BLOG:
Si DOI - Domba Organik Indonesia

http://www.organiclambshop.blogspot.com

SPIRIT& MOTIVASI

Tengah menyusun jadwal pengiriman hewan kurban dan rute armada di mana handphone penulis pun berbunyi, “Assalammualaikum, bagaimana kabar kang?” dari salah seorang senior penulis rupanya yang sarat akan pengalaman hidup di mana kebahagiaan bagi penulis dapat selalu menimba ilmu darinya yaitu pak Teddy, “Baru beres rapat nih dan ingin diskusi tentang ternak.” ucap beliau kepada penulis. Luar biasa padat sebenarnya dengan jadwal kegiatan beliau keseharian, bahkan bukan tidak mungkin dalam 1 minggu di mana ia dapat berada di kota yang berbeda termasuk mancanegara. “Saya ini sudah cape’ kang dan ingin usaha yang sejuk-sejuk dan membahagiakan hati.” demikian kiranya ucapan beliau selalu kepada penulis. Padahal dengan usia yang sedang dalam puncak keemasan pastinya materi bukanlah masalah yang dapat beliau alami.

Hampir 30 menit Kami pun mengobrol seputar kandang dan ternak sampai pada akhirnya tiba giliran penulis untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan menimba ilmu. “Kang Agus tahu tidak kenapa orang yang bersedekah selalu dilapangkan rejekinya?” salah satu ilmu yang kembali tidak pernah bosan untuk penulis cari tahu yaitu mengenai sedekah. “Allah tahu kebaikan orang di mana bila ada orang yang setiap kali diberi rejeki dan tidak lupa dibagikan maka Allah pun akan jadikan orang itu sebagai perantara-Nya untuk membagikan rejeki kepada umat yang lainnya, dunia pun dapat terbeli!” Tak ubahnya seperti sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama, rasa salut penulis kepada beliau di mana selalu dapat menjadikan pembahasan mengenai usaha ternak untuk kemudian berujung pada pesan-pesan moral yang sangat bermanfaat bagi penulis tentunya. “Niat saya terjun di usaha ternak ini Insya Allah akan bertujuan ke sana kang, jadi tidak hanya bermanfaat bagi saya dan keluarga akan tetapi inginnya juga untuk masyarakat sekitar!” Amin. Doa Saya selalu untuk pak Teddy agar Allah SWT senantiasa memberikannya nikmat sehat dan kecukupan rejeki untuk selalu berbagi antar sesama.

Pendapat yang satu ini memang tidak bisa lagi dipungkiri bahwa kemajuan perekonomian suatu negara sangat ditopang erat olah adanya pengusaha-pengusaha (entrepreneur) baik itu kecil, menengah maupun tingkat atas. Menurut Ciputra (pendiri Ciputra Entrepreneur Foundation) yang merupakan salah seorang sosok besar pengusaha indonesia, Indonesia butuh pengusaha minimal 2% dari seluruh total penduduk indonesia guna mempekerjakan para pengangguran yg ada di tanah air. Saat ini skala pengusahanya baru berkisar 0.18% (Seperti yang dimuat dlm bisnis.com kamis 07/08/08). Namun untuk mendongkrak angka persentase pengusaha masih ada tembok tinggi berupa doktrin salah yang terlanjur ditanamkan dalam dunia pendidikan indonesia.Hal yang sama juga disampaikan oleh Ciputra dalam menyebutkan 3 faktor sulit berkembangnya wirausaha di indonesia. Salah satunya ya tadi, adanya doktrin pendidikan SDM untuk tipe pencari kerja. Anak didik jarang sekali untuk diajarkan kreatif dan inovatif, didoktrin untuk berprestasi bagus untuk mencari pekerjaan yang bagus,jauh dari pengenalan terhadap wirausaha,dsb.Alhasil? banyak lulusan sekolah maupun kampus yang ‘keder’ untuk bersaing,istilahnya terikat dengan ‘mental block’ yang begitu akut. Orientasinya mengejar gawean di instansi pemerintah alias pegawai negeri, pengen hidup mudah di save line.Atau juga palingan jadi karyawan-karyawan bawah di perusahaan.

Ciputra menyebutkan faktor penghambat yang lain adalah masa penjajahan terhadap bangsa indonesia yang terlalu lama 350 tahun. Dan,faktor yang lain adalah masa pendidikan yang di mulai sejak usia 7 tahun di nilai terlalu lambat..Agama Islam dalam bab keluarga tentang pendidikan anak, sebenarnya sudah memberikan pandangan yang jelas dan lengkap menanggapi berbagai macam hal, bukan hanya pengekang mental wirausaha, tapi juga tentang prilaku anak baik itu budi pekertinya,tanggung jawabnya,kejujurannya dan sifat yg lain. Jadi sudah jelas,tanggung jawab terhadap pendidikan anak yang paling besar adalah di tangan orang tuanya.Orang tuanya mempunyai tugas untuk mendidiknya dengan prilaku yang baik sejak dini,hingga terus dewasa nanti.Naah..sudah tentu perubahan pola pendidikan ke arah yang lebih baik juga penting,namun jangan lupa dengan pondasi dasar yang paling dasar.Inilah tugas besar para orang tua,untuk membentuk pondasi yang kokoh dan berkah!!

ORGANIK: SEPASANG SUAMI ISTERI

“Kang Agus, Saya ini sebenarnya baru saja sembuh dari sakit, dokter Saya awalnya sudah angkat tangan. Sampai pada akhirnya Saya bertemu seorang dokter lain yang tidak sekedar mengobati namun menyarankan Saya juga untuk mulai mengkonsumsi sayuran dan daging organik.” ucap pak Irvan seorang pembaca setia Blog Domba Garut dan Organic Indonesian Vanilla dari Sukabumi yang berkunjung ke Villa Domba. “Alhamdullilah terjadi perubahan yang lebih baik dengan penyakit yang Saya derita sampai pada akhirnya Saya sembuh total untuk kemudian normal seperti sediakala.” lanjut pak Irvan. “Dokter terakhir yang mengobati Saya pun berpesan agar Saya mengembangkan organik, itulah yang menjadikan Saya kenapa datang ke Villa Domba.”




Menarik pastinya obrolan pada silaturahmi antara penulis kemudian rekan kerja penulis yaitu Chrismantoro bersama pak Irvan dan teman-temannya di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba, “Untuk peternakan domba dan pertanian organik kenapa tidak bila pak Irvan berkeinginan belajar di sini pasti akan kita arahkan pada Villa Domba Training Camp. Kemudian untuk budidaya sayuran di mana saran Saya untuk pak Irvan sebagai bekal tambahan adalah juga dapat mengunjungi lokasi Kandaga Organic di daerah Cianjur yang khusus mengembangkan sayuran organik.” demikian info yang coba penulis sampaikan. “Bicara organik bagi Saya ibarat bicara sepasang suami isteri kang! Tidak lain pasangan suami isteri itu adalah Pertanian dan kemudian Peternakan sebagai sumber pupuknya.” tegas pak Irvan. “Kalaupun produk organik itu mahal tapi bagi Saya adalah jauh lebih mahal bila Saya harus mengeluarkan biaya berobat ke rumah sakit!” demikian kesimpulan yang didapat pada obrolan silaturahmi antara penulis dan pak Irvan berikut teman-temannya tentang sepasang suami isteri yaitu organik. Majulah Usaha Pertanian Organik& Peternakan Indonesia! Sebuah Email diterima oleh penulis dari pak Teddy peternak domba dan pembaca setia Blog Domba Garut, “Tunggu kang, Saya akan kabarkan bila pertanian organik dan peternakan pun dapat bersinergi dengan perikanan!” Semakin menarik dan kita nantikan perkembangannya! Dari sesuatu yang biasa dan sederhana untuk hal yang luar biasa! Hatur Nuhun!