Blog Informasi Ternak Domba Garut,Cara Beternak Domba,Komunitas Dan Produk Hilir Usaha Kambing Domba

Rabu, 12 November 2008

KANDANG, RUMPUT& INFO KURBAN

Sebuah Email masuk dan bertanya kepada penulis tentang ukuran kandang domba yang ideal dan seperti apa desain kandang domba yang benar. Seperti yang pernah penulis sampaikan pada Blog ini sebelumnya, design kandang ternak hendaknya tidak harus mewah akan tetapi wajib memenuhi fungsi utama kandang sebagai tempat berlindung ternak dari terik sinar matahari dan hujan, serangan binatang buas ataupun juga aman terhadap kasus pencurian ternak. Berikut adalah beberapa contoh aneka design kandang domba yang semoga dapat memberikan pencerahan bagi peternak domba Garut pemula.

Tampak gambar di atas adalah desain kandang koloni induk domba Garut betina. Kandang koloni yang dibuat dengan fungsi dan tujuan untuk kegiatan perkawinan domba atau reproduksi ternak domba betina dengan metode kawin koloni. Dikarenakan perkawinan koloni dilakukan dengan cara memasukkan pejantan domba Garut pada sore hari bersama kelompok kawin domba Garut betina, kandang koloni hendaknya dibuat dengan ukuran yang leluasa untuk pergerakan domba. 

 
Ukuran kandang koloni dapat dibuat berukuran 2.92m x 2,25m di mana kandang ini bisa juga diperuntukkan bagi domba betina atau indukan dara, sebutan bagi domba betina Garut yang belum pernah atau baru akan pertamakali menghasilkan keturunan anak domba. 
Kandang koloni menjadikan domba garut betina yang dipelihara dapat ditampung dalam jumlah yang lebih banyak. Tinggi kandang dari permukaan tanah adalah lebih kurang 50cm dengan pintu masuk dari tempat pakan. Ukuran tempat pakan adalah 3m x 40cm x 40cm. Kandang ini juga dapat diperuntukkan bagi anak domba yang lepas sapih atau lepas susu dari induknya. Ukuran kandang adalah diluar luas bangunan untuk melindungi dari terik matahari dan hujan.

Kandang Sel Induk Domba Betina yang biasa disebut juga kandang individu untuk ternak domba Kandang individu diperuntukkan bagi domba garut betina yang sudah bunting di mana nantinya dapat berfungsi sebagai kandang persalinan atau kandang beranak induk domba. 

Memasuki kelahiran anak domba, selama anak domba belum sapih, anak domba baru lahir dan anak domba masih harus menyusu pada induk, kandang individu dapat diperuntukkan bagi tempat tinggal keduanya yaitu anak domba bersama induknya. Inilah yang menjadikan mengapa ukuran kandang individu atau kandang sel domba Garut betina haruslah luas. 

Kandang sel atau kandang individu domba betina sebaiknya dibuat berukuran 1,2m x 1m dengan pintu masuk dari tempat pakan. Tinggi kandang dari permukaan tanah lebih kurang 50cm dengan ukuran tempat pakan adalah 1m x 40cm x 40cm. Lalu bagaimana dengan ukuran kandang individu untuk pejantan domba Garut? 
Kandang domba Garut jantan dengan sistem sel pun memiliki ukuran yang relatif tidak jauh berbeda dengan kandang domba betina. Ukuran kandang adalah diluar luas bangunan untuk melindungi dari terik matahari dan hujan. Perhatian lebih hendaknya diberikan pada kekokohan bangunan dan juga kekuatan kandang untuk pejantan domba Garut, domba Garut jantan memiliki naluri agresif, tanpa harus berhadapan dengan pejantan domba Garut lainnya di lapangan seni ketangkasan domba sekalipun, domba Garut jantan seringkali akan membenturkan tanduk pada kandang.


Kang, berapa biaya ideal yang harus kita keluarkan untuk membangun kandang dan bangunannya?” tanya seorang pembaca Blog Domba Garut kepada penulis. Biaya pembuatan kandang tentunya dipengaruhi oleh beragam faktor, sebagai contoh bahan bangunan misalnya, tenaga kerja dan utamanya jenis kayu yang akan digunakan. Ada baiknya dilakukan survei terlebih dahulu terkait jenis dan harga kayu yang dalam pembuatan kandang merupakan komponen biaya terbesar. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!
Koleksi Aneka Kandang Domba Garut 
pada Beberapa Kandang Peternak Mitra
Tampak gambar di atas, kandang pejantan Domba Garut yang dapat dibuat tidak dengan kayu mahal akan tetapi kuat dan kokoh pada desain bangunan kandang. Kandang yang dimiliki oleh petani domba atau peternak domba tradisional di wilayah kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat umumnya. Dan jangan salah, banyak bibit calon domba jawara yang dipelihara pada kandang domba seperti ini sebelum pada akhirnya berpindah tangan ke penghobi domba Garut dengan harga jual fantastis! Penggunaan bahan bambu pada kandang tetap harus diikuti penggunaan kayu balok dan papan pada bagian tertentu untuk kekokohan kandang dikarenakan sifat agresif yang dimiliki pejantan domba Garut yang gemar benturkan tanduk.
 
Gambar lainnya untuk desain kandang domba berupa sel atau kandang domba individu. Semoga dapat menjadi inspirasi! Berniat membangun kandang? Hendaknya jauh lebih baik menanam rumputnya saja dahulu disesuaikan dengan jumlah ternak yang akan dipelihara. Pemenuhan kebutuhan pakan ternak baik berupa pakan hijauan seperti rumput dan dedaunan, ataupun pakan ternak tambahan seperti konsentrat dan ransum ternak menjadi teramat penting tentunya untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak domba yang dipelihara, baik itu pembibitan domba ataupun penggemukkan domba. 

Sebuah Email masuk lainnya dan bertanya kepada penulis, ”Kang, berapa penghematan yang dapat kita lakukan dengan menanam rumput di lahan sendiri dibandingkan mencari dari lingkungan sekitar, ataupun membeli rumput bilamana saya berencana memelihara 50 ekor Induk Domba?” Semoga perhitungan di bawah ini dapat memberikan manfaat: 
Bila 1 ekor ternak domba dewasa membutuhkan pakan rumput sebanyak 6 Kg misalnya pada tiap harinya, itu berarti seumpamanya kita membeli pakan rumput contoh kasus yaitu Rp. 200,- per Kg maka menjadikan Rp. 1.200,- per ekor ternak harus kita keluarkan pada tiap harinya, sehingga dengan kata lain Rp. 60.000,- per 50 ekor ternak pada tiap harinya harus kita anggarkan atau Rp. 1.800.000,- pada tiap bulannya yang setara Rp. 21.600.000,- per 50 ekor ternak pada tiap tahunnya. Perhitungan ini adalah belum termasuk biaya transportasi pengadaan pakan rumput dan upah pekerja pencari pakan rumput! Perlu stamina tinggi tentunya bilamana memutuskan untuk membeli pakan rumput dengan perhitungan di atas jika usaha ternak bergerak pada pembibitan domba. 

Masukkan angka 50 ekor sebagai Jumlah Ternak Induk yang akan dipelihara sehingga akan didapat data sebagai berikut: Untuk pengadaan pakan rumput ternak sebanyak 50 ekor dengan sistem rotasi maka dibutuhkan luas lahan pakan rumput yaitu lebih kurang 5000m2 dengan jumlah stek tahap awal yang diperlukan adalah 9000 stek. Nilai pengerjaan lahan rumput diperkirakan Rp. 6.375.000,- dengan dihitung pemupukan namun tidak termasuk tenaga kerja.
Dengan menghilangkan biaya pupuk yang sudah dapat diperoleh secara gratis dari ternak domba yang kita pelihara dan menghitung beban tenaga kerja maka hanya dikeluarkan biaya sebesar Rp. 14.175.000,- pada tahun pertama. Pada tahun kedua maka biaya ini semakin dapat berkurang karena pengadaan bibit stek rumput sudah dapat dilakukan dari lahan pakan rumput sendiri kalaupun kebun rumput ingin diperluas. Dari yang semula Rp. 14.175.000,- pada tahun pertama menjadi Rp. 7.800.000,- pada tahun kedua! Rp. 7.800.000,- per tahun untuk 50 ekor ternak domba atau setara dengan Rp. 156.000,- per tahun per 1 ekor ternak di mana sama dengan Rp. 427,- per hari per 1 ekor ternak! Mohon saran dan masukan, Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!

Pertanyaannya adalah bisakah kita? Jawaban penulis adalah kenapa tidak? ”Kang, justru kalau menurut saya adalah jauh lebih hemat misalnya bilamana domba dititipkan ke petani (bagi hasil) di mana rumput biarlah mereka yang cari!” Adalah betul memang akan tetapi jauh lebih baik pastinya dalam usaha pun kita berkenan saling bersinergi, terbayangkah kita bagaimana kesulitannya petani nanti manakala menghadapi musim kemarau? Ada suatu tips pembelian ternak yang berlaku di kalangan bandar domba jika bermaksud membeli domba dengan harga murah di petani, ”Kalau mau beli domba murah di petani bagusnya pas musim kemarau dan pas masuk sekolah anak kang!” 

”Di Australia di mana level peternak kecil paling tidak punya 3000 ekor domba!” ucap pak Tony Sapi salah satu senior penulis dalam bidang usaha ternak dari ujung telepon manakala beliau tengah bersiap berangkat ke Singapura. Kenapa tidak bilamana ada luas lahan 30 ha yang khusus dijadikan pengembangan usaha ternak Kambing dan Domba? 
http://www.belbuk.com/5-jurus-pintar-usaha-penggemukan-domba-bebas-kandang-p-31573.html?ref=816

Setiap 1 ha lahan adalah dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak sebanyak 100 ekor Kambing dan Domba! Kenapa tidak? Ataupun 1 ha lahan pakan rumput maupun perkebunan sawit untuk 10 ekor ternak sapi! Di mana menurut penulis sudah sangat tepat bila konsep pengembangan usaha ternak yang cocok dengan kondisi negeri ini yaitu dengan mengkoordinir peternak kecil dalam suatu wilayah pedesaan agar tergabung dalam satu kelompok ternak, tidak lain ini dikarenakan kita dihadapkan pada kondisi peternak skala tradisional dengan kepemilikan rumah tangga di mana ternak dipelihara dibelakang rumah ataupun halaman seadanya.

 
Didukung dengan kesiapan lahan rumput guna menunjang kemandirian pakan, teknologi pakan, teknologi reproduksi untuk perbanyakan ternak, bantuan kandang dan sdm lapangan para sarjana peternakan dan kedokteran hewan, maka kenapa tidak bila sektor peternakan Indonesia dapat berbicara di tingkat dunia! Pertanyaannnya adalah bisakah kita? Jawaban penulis adalah kenapa tidak! Mohon saran dan masukan terhadap diri penulis yang terbilang junior dalam usaha ternak ini. 

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia