Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Rabu, 12 November 2008

KANDANG, RUMPUT& INFO KURBAN

Toko Buku Online
Sebuah Email masuk dan bertanya kepada penulis tentang ukuran kandang domba yang ada di lokasi perkebunan vanilla organik dan peternakan domba Villa Domba: Seperti yang pernah penulis sampaikan pada Blog ini sebelumnya, design kandang ternak hendaknya tidak harus mewah akan tetapi wajib memenuhi fungsi utama kandang sebagai tempat berlindung ternak dari terik sinar matahari dan hujan, serangan binatang buas misalnya ataupun pencurian ternak. Berikut aneka design kandang domba yang ada di Villa Domba:




Tampak gambar di atas adalah kandang koloni induk domba betina yang ada di lokasi perkebunan vanilla organik dan peternakan domba Villa Domba. Berukuran 2.92m x 2,25m di mana kandang ini diperuntukkan bagi domba betina yang sudah dikawinkan ataupun masih dara. Kandang koloni menjadikan domba garut betina yang dipelihara dapat ditampung dalam jumlah yang lebih banyak. Tinggi kandang dari permukaan tanah adalah lebih kurang 50cm dengan pintu masuk dari tempat pakan. Ukuran tempat pakan adalah 3m x 40cm x 40cm. Kandang ini juga dapat diperuntukkan bagi anak domba yang lepas sapih. Ukuran kandang adalah diluar luas bangunan untuk melindungi dari terik matahari dan hujan

Download Video Youtube,


Kandang Sel Induk Domba Betina. Diperuntukkan bagi domba garut betina yang sudah bunting dan dapat juga berfungsi sebagai kandang persalinan (Kandang Beranak). Selama anak domba belum sapih di mana kandang ini juga dapat diperuntukkan bagi tempat tinggal anak domba bersama induknya. Kandang berukuran 1,2m x 1m dengan pintu masuk dari tempat pakan. Tinggi kandang dari permukaan tanah lebih kurang 50cm dengan ukuran tempat pakan adalah 1m x 40cm x 40cm. Kandang domba jantan dengan sistem sel pun memiliki ukuran yang relatif tidak jauh berbeda dengan kandang domba betina. Ukuran kandang adalah diluar luas bangunan untuk melindungi dari terik matahari dan hujan. 

Download Video Youtube,





Kang, berapa biaya ideal yang harus kita keluarkan untuk membangun kandang dan bangunannya?” tanya seorang pembaca Blog Domba Garut kepada penulis. Biaya pembuatan kandang tentunya dipengaruhi oleh beragam faktor, sebagai contoh bahan bangunan misalnya, tenaga kerja dan utamanya jenis kayu yang akan digunakan. Ada baiknya dilakukan survei terlebih dahulu terkait jenis dan harga kayu yang dalam pembuatan kandang merupakan komponen biaya terbesar. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!


Koleksi Aneka Kandang:



Tidak semuanya harus berjenis kayu mahal. Tampak gambar di atas adalah foto yang penulis ambil sewaktu berkunjung ke kandang peternak domba tradisional di wilayah kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat. Penggunaan bambu tetap harus diikuti penggunaan kayu balok dan papan pada bagian tertentu untuk kekokohan kandang. Maklum, Domba Garut jantan cukup agresif dengan tanduknya.



Gambar di atas adalah kandang yang dimiliki oleh kang Yogi di Tasikmalaya. Kandang yang desainnya hampir sama dengan Villa Domba namun ternyata lebih hemat dalam ongkos pembuatannya, ”Kita pilih jenis kayu yang harga standar tapi kualitas bagus kang!” ucapnya kepada penulis. Semoga menjadi inspirasi! Berniat membangun kandang? Hendaknya jauh lebih baik menanam rumputnya saja dahulu disesuaikan dengan jumlah ternak yang akan kita pelihara.



Sebuah Email masuk lainnya dan bertanya kepada penulis, ”Kang, berapa penghematan yang dapat kita lakukan dengan menanam rumput di lahan sendiri dibandingkan mencari dari lingkungan sekitar ataupun membeli bilamana saya berencana memelihara 50 ekor Induk Domba?” Semoga perhitungan di bawah ini dapat memberikan manfaat:

Bila 1 ekor ternak domba dewasa membutuhkan pakan rumput sebanyak 6 Kg misalnya pada tiap harinya, itu berarti seumpamanya kita membeli rumput contoh kasus yaitu Rp. 200,- per Kg maka menjadikan Rp. 1.200,- per ekor ternak harus kita keluarkan pada tiap harinya, sehingga dengan kata lain Rp. 60.000,- per 50 ekor ternak pada tiap harinya harus kita anggarkan atau Rp. 1.800.000,- pada tiap bulannya yang setara Rp. 21.600.000,- per 50 ekor ternak pada tiap tahunnya. Belum termasuk biaya transportasi pengadaan rumput dan upah pekerja! Perlu stamina tinggi tentunya.. Metode ini hanya dijalankan oleh Villa Domba khusus di kandang sentra terkait pemberdayaan masyarakat desa di mana diterapkan strategi yang berbeda untuk di kandang mitra! Apakah strategi mengatasinya?




Masukkan angka 50 ekor sebagai Jumlah Ternak Induk yang akan dipelihara sehingga akan didapat data sebagai berikut: Untuk pengadaan pakan ternak sebanyak 50 ekor dengan sistem rotasi maka dibutuhkan luas lahan rumput yaitu lebih kurang 5000m2 dengan jumlah stek tahap awal yang diperlukan adalah 9000 stek. Nilai pengerjaan lahan rumput diperkirakan Rp. 6.375.000,- dengan dihitung pemupukan namun tidak termasuk tenaga kerja.


Dengan menghilangkan biaya pupuk yang sudah dapat diperoleh secara gratis dari ternak domba yang kita pelihara dan menghitung beban tenaga kerja maka hanya dikeluarkan biaya sebesar Rp. 14.175.000,- pada tahun pertama. Pada tahun kedua maka biaya ini semakin dapat berkurang karena pengadaan bibit stek rumput sudah dapat dilakukan dari lahan rumput sendiri kalaupun kebun rumput ingin diperluas. Dari yang semula Rp. 14.175.000,- pada tahun pertama menjadi Rp. 7.800.000,- pada tahun kedua! Rp. 7.800.000,- per tahun untuk 50 ekor ternak atau setara dengan Rp. 156.000,- per tahun per 1 ekor ternak di mana sama dengan Rp. 427,- per hari per 1 ekor ternak! Mohon saran dan masukan, Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!



Pertanyaannya adalah bisakah kita? Jawaban penulis adalah kenapa tidak? ”Kang, justru kalau menurut saya adalah jauh lebih hemat misalnya bilamana domba dititipkan ke petani (bagi hasil) di mana rumput biarlah mereka yang cari!” Adalah betul memang akan tetapi jauh lebih baik pastinya dalam usaha pun kita berkenan saling bersinergi, terbayangkah kita bagaimana kesulitannya petani nanti manakala menghadapi musim kemarau? Ada suatu tips pembelian ternak yang berlaku di kalangan bandar peternak di negeri ini, ”Kalau mau beli domba murah di petani bagusnya pas musim kemarau dan pas masuk sekolah anak kang!” 

”Di Australia di mana level peternak kecil paling tidak punya 3000 ekor domba!” ucap pak Tony Sapi salah satu senior penulis dalam bidang usaha ternak dari ujung telepon manakala tengah bersiap berangkat ke Singapura. Kenapa tidak bilamana ada luas lahan 30 ha yang khusus dijadikan pengembangan usaha ternak Kambing dan Domba? Setiap 1 ha lahan adalah dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak sebanyak 100 ekor Kambing dan Domba! Kenapa tidak? Di mana menurut penulis sudah sangat tepat bila konsep pengembangan usaha ternak yang cocok dengan kondisi negeri ini yaitu dengan mengkoordinir peternak kecil dalam suatu wilayah pedesaan misalnya sehingga tergabung dalam satu kelompok ternak, tidak lain ini dikarenakan kita dihadapkan pada kondisi peternak skala tradisional dengan kepemilikan rumah tangga di mana ternak dipelihara dibelakang rumah ataupun halaman seadanya, didukung dengan kesiapan lahan rumput guna menunjang kemandirian pakan, teknologi dan kandang maka kenapa tidak bila sektor peternakan Indonesia dapat berbicara di tingkat dunia! Pertanyaannnya adalah bisakah kita? Jawaban penulis adalah kenapa tidak! Mohon saran dan masukan terhadap diri penulis yang terbilang junior dalam usaha ternak ini, Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia!

Adalah sudah sangat tepat konsep pengembangan usaha ternak yang cocok dengan kondisi negeri ini yaitu dengan mengkoordinir peternak kecil dalam suatu wilayah pedesaan misalnya sehingga tergabung dalam satu kelompok ternak, tidak lain ini dikarenakan kita dihadapkan pada kondisi peternak skala tradisional dengan kepemilikan rumah tangga di mana ternak dipelihara dibelakang rumah ataupun halaman seadanya, didukung dengan kesiapan lahan rumput guna menunjang kemandirian pakan, teknologi dan kandang maka kenapa tidak bila sektor peternakan Indonesia dapat berbicara di tingkat dunia! 

Informasi Program Tabungan Domba Qurban, KLIK
http://www.dombagarut.blogspot.com/2012/10/karena-pelanggan-maka-kami-ada.html 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia