Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Sabtu, 04 Oktober 2008

TENTANG DOMBA SAYUR

Sebuah pertanyaan belum lama ini diajukan kepada penulis tentang apa yang dimaksud dengan domba sayur? Semoga penjelasan ini dapat memberikan manfaat sebagai hasil obrolan penulis selama ini dengan para pedagang senior domba di pasar hewan, bandar dan pengumpul termasuk peternak tradisional. Ucapan permohonan maaf bilamana ada kekeliruan dan mohon saran, kritik serta masukan.

Domba Sayur sebenarnya hanya sebuah istilah yang berlaku dikalangan dunia perdombaan sebagai julukan untuk domba yang memiliki kuping panjang. Bahasa gaulnya di lapangan menyebutnya dengan Kuping Jablai. Konon dahulunya domba ini berkuping pendek namun karena perkawinan yang tidak terseleksi dengan jenis domba lokal lainnya di Indonesia olehkarenanya berkuping panjan, perkawinan tidak sesama domba Garut. 




Standar sertifikasi Domba Garut sebagaimana yang selama ini penulis peroleh informasinya sebenarnya memperbolehkan kuping panjang asalkan tidak melebihi 8 cm. Bahasa gaulnya di lapangan menyebutnya dengan Kuping Daun Hiris. Silahkan KLIK Blog Unpad. Kriteria inklusi untuk Domba Garut haruslah memiliki ciri khas kombinasi antara ekor yang berbentuk segi tiga terbalik (ngabuntut beurit atau ngabuntut bagong) dengan bentuk kuping yang rumpung/rudimenter


Hasil pantauan penulis di lapangan terhadap keberadaan Domba Jablai atau domba berkuping panjang ini ternyata memang tidak memiliki mahkota tanduk yang seindah dan seaduhai Domba Garut. Tingkat agresif dan berat tubuhnya pun tidak sedasyat Domba Garut Jantan yang tampil gagah dengan performance rangka tubuhnya, mungkin karena kondisi ini maka dijuluki domba sayur, olehkarenanya kembali ditetapkan pula standar sertifikasi Domba Garut berdasarkan indeks rangka seperti panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak dan lebar dada.  Artikel tentang Sertifikasi dan Standarisasi Domba Garut,   

Sertifikasi Domba Garut




Prinsipnya tidak perlu khawatir, untuk pasar di luar penghobi ataupun di luar domba tangkas di mana domba sayur ini sebenarnya tetap memiliki nilai jual, misalnya untuk akikah, kurban ataupun konsumsi daging harian. Namun akan ditolak mentah-mentah apabila domba berkuping jablai ini misalnya ditawarkan ke penghobi Domba Garut ataupun penggemar domba tangkas!

Coba mengawinkan domba berkuping panjang dengan domba berkuping pendek? Misalnya untuk perbaikan genetik? Nah bila kondisi ini yang coba dilakukan umumnya hasilnya nanti akan bergantung pada faktor genetik mana yang lebih kuat dan dominan di mana bukan waktu yang sebentar tentunya terkait upaya pemuliaan. Bisa saja dan mungkin terjadi kupingnya pendek ala Garut akan tetapi ukuran rangkanya sayur? Kenapa tidak memperbanyak Domba Garut murni sekalian saat awal beternak! Toh makannya sama-sama rumput? Semoga bermanfaat! Namun keunggulan daripada domba ini tentunya juga ada sebagaimana artikel berikut, Keunggulan Domba Jawa. Ucapan permohonan maaf bilamana ada kekeliruan dan mohon saran, kritik serta masukan.

Sumber. Galamedia
Sahara Sadulur Terjun ke Ternak Domba Tangkas

DARI segi postur tubuh, domba tangkas jauh lebih besar daripada domba sayur. Pertimbangan inilah yang mendorong peternak domba sayur untuk banting setir menjadi peternak domba tangkas. Salah satunya H. Pandi Sadulur, peternak domba yang tinggal di bilangan Porib (Caringin) Bandung. H. Pandi bersama Denny Sahara, H. Wawan, H. Harris, H. Agus, dan H. Lili sepakat membentuk perkumpulan peternak dengan nama HPDKI Sahara Sadulur yang bermarkas di Jln. Caringin Dalam (Porib) Bandung."Dilihat dari segi postur tubuh, domba tangkas lebih besar daripada domba sayur. Apalagi kalau domba tangkasnya memenuhi kriteria kejuaraan, jelas harganya jauh lebih mahal. Dengan demikian, beternak domba tangkas jauh lebih menguntungkan daripada domba sayur. Hal itulah yang mendorong saya untuk berpindah pegangan dari beternak domba sayur menjadi domba tangkas," ujar H. Pandi didampingi Denny Sahara. Tekad mereka untuk mengembangbiakkan domba tangkas semakin menggebu setelah hadir di pamidangan. Di sana, mereka bisa melihat domba tangkas dengan bentuk tanduk dan postur tubuh yang beragam, namun sangat unik.

Setelah kepincut, mereka nyaris tak pernah absen menghadiri berbagai pintonan di setiap pamidangan. Bahkan, Denny saparakanca bertekad suatu waktu koleksi dombanya ada yang mampu bertengger di kelas papan atas. Untuk itu, mereka terus belajar tentang tata cara merawat domba tangkas. Mulai dari memilih bibit unggulan, pemberian pakan, hingga melatih domba. Kini, para pendatang anyar di tubuh HPDKI Kota Bandung itu telah mengoleksi sekitar 39 ekor domba. Di antaranya 20 ekor domba siap tanding. Sederetan domba yang siap menyemarakkan pentas ketangkasan itu di antaranya "Sahara", "Wisnu", "Panji", "Gobi", "Sumpit", dll. Bagi Denny, deretan nama itu semuanya merupakan domba andalan yang diharapkan bisa menyabet gelar juara. Atau setidaknya mampu menapaki domba papan atas yang menjadi langganan juara. (ayep setiaji)**

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia