Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Sabtu, 19 Juli 2008

DAGINGNYA SEDIKIT LEMAK

Toko Buku Online
Alhamdullilah, setelah mencoba menyajikan informasi seputar daging domba muda maka sebuah kepercayaan diberikan belum lama ini dari salah satu konsumen yang ada di kota Bandung. Tim produksi pun bekerja terkait pesanan daging domba ini di mana sedari Subuh sudah dilakukan kegiatan pemotongan dan dilanjutkan pemasakan, ”Kepentingannya acara syukuran ya kang!” demikian informasi yang penulis peroleh dari kang Luki salah satu personil tim marketing Villa Domba.





Download Youtube Video
Kegiatan pemotongan daging domba muda di Villa Domba untuk Kepentingan Aqiqah ataupun Syukuran. ”Lemaknya sedikit ini dombanya.” ucap pak Jaja yang bertugas memotong domba. Kemudian tampak gambar daging domba muda yang sudah dipotong dan siap untuk dimasak. Daging domba diletakkan di atas daun pepaya agar empuk. Adakah cara mengurangi Lemak pada Domba yang kita pelihara dan menjadikan dagingnya lebih empuk? Sebuah informasi yang semoga dapat dipraktikkan oleh pembaca sekalian, bersumber dari beragam web:




Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti selai, buah dalam sirop dan lain-lain. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar, sehingga disukai masyarakat luas. Disamping itu, buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. Buah nanas mengandung enzim bromelain (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein, protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah. Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak.(http://www.rusnasbuah.or.id/)




Terjadinya keempukan daging selama pemeraman disebabkan protein daging mengalami perubahan oleh enzim proteolitik. Kini cara pengempukan daging sudah maju, yaitu dengan menggunakan protease (enzim pemecah protein) kasar maupun murni. Bahkan enzim tersebut sudah diproduksi dalam skala industri dan penggunaannya dalam keluarga dan restoran sudah diterima dengan baik. Enzim protease yang telah lama digunakan untuk pengempukan daging berasal dari tanaman terutama papain, bromelin dan fisin yang berturut-turut dari buah pepaya muda, nenas matang dan getah pohon ficus.

Enzim papain paling banyak digunakan. Enzim ini tergolong protease sulfhidril. Secara umum yang dimaksud dengan papain adalah papain yang telah murni maupun yang masih kasar. Dalam getah pepaya, terdapat tiga jenis enzim, yaitu papain, kimopapin dan lisozim. Kestabilan papain baik pada larutan yang mempunyai pH 5,0. Papain mempunyai keaktifan sintetik serta daya tahan panas yang lebih tinggi dari enzim lain. Disamping keaktifan untuk memecah protein, papain mempunyai kemampuan membentuk protein baru atau senyawa yang menyerupai protein yang disebut plastein dari hasil hidrolisa protein.

Pembuatan enzim papain sangat sederhana dan praktis, yaitu : buah pepaya diambil getahnya dengan jalan melukai bagian luar kulit pepaya, kemudian getah tersebut ditampung dan dikeringkan. Setelah kering berbentuk tepung maka dihasilkan papain yang masih kasar. Tinggi rendahnya keaktifan enzim papain yang dihasilkan tergantung dari cara pengolahannya. Proses enzimatik pada pengempukan daging:

Pengempukan daging sebelum pemotongan/ antemortem.
Pengempukan daging antemortem adalah cara pengempukan dengan penyuntikan larutan papain beberapa waktu sebelum ternak dipotong. Larutan papain yang digunakan biasanya larutan papain murni. Tetapi papain yang masih kasar dapat pula digunakan dengan beberapa perlakuan pendahuluan, yaitu : getah pepaya yang telah kering digiling dan disaring sehingga lolos pada saringan 80 mesh. 75 gr tepung papain ini kemudian dicampur dengan 75 gr gliserin murni (chemical pure) sehingga berbentuk pasta. Kemudian dilarutkan dalam air destilasi (aquades) sebanyak 1.5000 ml, disentrifuse/diendapkan sehingga didapat larutan bening. Larutan ini disterilkan dengan saringan bakteri (Seitz filter). Keaktifan enzim yang diperoleh antara 800 sampai 1.500 tyrosil unit/ml. Jumlah larutan yang disuntikkan pada ternak besar biasanya sekitar 80-120 ml dan pada unggas 2-3 ml. Waktu sirkulasi darah secara lengkap pada ternak besar 1-2 menit dan untuk unggas hanya 2 detik, dengan tempat penyuntikan pada vena leher/jugularis pada ternak besar sedang vena sayap pada unggas. 

Pengempukan daging setelah pemotongan/ postmortem.
Biasanya dilakukan dengan cara menaburkan bubuk enzim pada daging mentah, dengan merendam pada larutan enzim, dengan penyemprotan larutan enzim atau dengan penyuntikan larutan enzim di beberapa tempat pada karkas atau daging segar. Penggunaan tepung yang ditabur atau dioleskan pada permukaan daging menghasilkan daging yang mempunyai keempukan tidak merata, bagian luar lebih empuk dari bagian dalam. Demikian juga jika direndam dalam larutan enzim papain. Untuk mendapatkan penyebaran enzim yang lebih merata dilakukan beberapa usaha diantaranya dengan menusuk-nusuk daging dengan garpu sebelum diberi papain dan dengan menyuntikkan larutan enzim ke berbagai tempat dalam daging dengan dosis sama seperti pengempukan antemortem.(http://www.poultryindonesia.com/)




Buah nanas banyak mengandung enzim bromelain, tapi kandungan bromelain di dalam kulitnya lebih banyak lagi. Karena itu, jangan membuang kulit nanas, karena bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengempuk alami. Enzim bromelain mampu menguraikan serat-serat daging, sehingga daging menjadi lebih empuk. Untuk keperluan sendiri, cuci dulu nanas sebelum dikupas. Kalau perlu, disikat. Haluskan kulit nanas dengan blender, isikan ke dalam kotak es (ice cube), bekukan dalam feezer. Ambil 2-3 kubus kulit nanas beku campur dengan 500 gram daging, diamkan selama 30-60 menit pada suhu kamar atau 2-3 jam dalam lemari es (refrigerator).

Kapan sebaiknya daging dicuci, setelah dicampur kulit nanas ataukah sebelum? Jika tidak merasa terganggu dengan aroma nanas, cuci daging ketika masih utuh. Potong-potong sesuai keperluan, lalu empukkan dengan kulit nanas. Setelah kulit nanas disisihkan dari daging, daging siap dibumbui. Kalau hendak mencuci daging setelah dicampur kulit nanas, potong-potong daging lebih besar dari keperluan. Misalnya daging untuk satai, potong panjang bentuk jari. Setelah diempukkan dengan kulit nanas, cuci daging, lalu potong sesuai keperluan. Cara ini akan menghindari hilangnya terlalu banyak juice daging, sehingga daging bisa tetap juicy (tidak kering) dan tetap terasa manis khas daging.
(http://theeazayoe.blogspot.com/)




Sebuah Email masuk diterima oleh penulis belum lama ini dari pembaca Blog Domba Garut: “Kalau dipotong di Villa Domba kemudian dikemas jadi 40 bungkus diluar kepala dan kaki, kira-kira berapa berat per bungkusnya kalau domba yang dipotong berbobot 40kg atau 45kg.

ILMU PAK JAJA: Misalkan Berat Hidup Ternak Domba adalah 40 KG, langkah pertama adalah kurangi 5 Kg terkait Berat Tulang Domba (Bila Domba dibawah 20 Kg maka dikurangi 2 Kg), sehingga diperoleh angka 35 KG, langkah kedua adalah bagi dengan 2 terkait Rangka sehingga diperoleh angka 17,5 KG. Langkah terakhir adalah kurangi kembali 5 Kg terkait Berat Kepala Domba (Bila Domba dibawah 20 Kg maka dikurangi 2 Kg), jadi bilamana dihitung dagingnya saja akan diperoleh berat 12,5 Kg, sedangkan bila Tulang dan Daging adalah 17,5 Kg. Selanjutnya tinggal ditentukan berapa berat yang akan kita berikan pada tiap bungkus. Bila dibuat dalam bentuk tusuk sate potongan dadu 5 cm maka tiap 1 Kg daging dapat diperoleh 55 tusuk sate.



Silahkan KLIK juga,Efek Joss Daging Domba!

Silahkan KLIK juga,Daging Domba Anti Amis!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia