Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Selasa, 13 Mei 2008

KAMPUNG KAMBING

Toko Buku Online
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=212093&c=40

Selasa, 06 Mei 2008
Menengok "Kampung Kambing" di Kelurahan Wirogunan Kota Pasuruan


Rutin Dimandikan Sehari Sekali Berawal dari keinginan mengajarkan anak tentang kehidupan alam, Suhadi, mewujudkan sebuah proyek desa wisata di Dusun Tegal Bero, Kelurahan Wirogunan, Purworejo Kota Pasuruan. Di lahan seluas seribu meter persegi itu, anak-anak diharapkan bisa belajar banyak tentang tanaman, pertanian, dan juga hewan ternak. NUR LAILY, A Pasuruan ---


"Ini kampung kambing namanya," ujar Suhadi kepada Radar Bromo. Dia mengatakan itu sambil menunjuk sebuah lahan yang yang di dalamnya dibangun beberapa kandang kambing yang tampak bersih. Pintu gerbang masuk ke kandang tersebut dibuat alami dari kayu dan atap dari sabut kelapa. Sementara, pagarnya pun dibuat dari pohon-pohonan yang rimbun. Untuk bisa mencapai kampung kambing tersebut, tidak sulit. Karena lokasinya berada di pinggiran kota. Hanya masuk sekitar 2 km saja dari arah jalan raya depan RSUD Purut ke arah Selatan. Namanya juga kampung kambing, hampir seluruh penghuninya adalah kambing. Ada sekitar 25 ekor yang menempati kandang yang dibangun dengan empat los panjang tersebut. Kandang tersebut dibuat cukup tinggi. Hampir satu meter dari permukaan tanah. Karena dirawat secara rutin, bau kandang itu tak terlalu menyengat. Hewan yang menjadi penghuni kandang itupun tampak bersih. Bulu kambing yang berwarna putih, tidak terlihat kusam. Begitu juga mereka yang berbulu hitam, tampak "mengkilat". "Mandinya bisa seperti manusia, rutin. Tapi satu kali sehari," aku Suhadi. Berkunjung ke kampung kambing, yang datang tidak hanya akan melihat kambing-kambing jenis biasa. Tapi juga beragam jenis kambing unggul lainnya. Bahkan yang blasteran sekalipun.




Seperti kambing Peranakan Etawa (PE). Jenis kambing ini memiliki postur tubuh lebih bongsor. Yang jantan bahkan bisa tumbuh menyerupai anak sapi. Besar dan gagah. Begitu juga dengan kambing ekor gemuk. Karena dirawat dengan sangat telaten, kambing-kambing yang dikandangkan di kampung kambing tersebut jadi tidak tampak kotor. Orang tua yang datang ke sana menjadi tidak khawatir ketika anak-anak mereka asyik memegang hewan-hewan tersebut. Bahkan sebagian orang tua justru mendorong anaknya untuk ikut memberi makan hewan-hewan ternak tersebut. Seperti yang dilakukan Jamhuri, saat mengajak dua anaknya ke kampung kambing tersebut. Dia menggendong putra keduanya yang masih berumur 2,5 tahun untuk mendekati kandang si Robert, kambing PTE yang kata pemiliknya Suhadi merupakan blasteran kambing unggul Australia. Semula putranya mengaku takut. Dengan kata-katanya yang masih cadel, anak laki-laki itu agak memalingkan muka dari Robert. Tapi, oleh ayahnya dipegangkan daun-daunan yang digunakan untuk memberi makan si Robert. Hiban, demikian nama bocah itu setengah takut menyambut daun itu sambil setengah meringis. Begitu si Robert menyambut dengan senang, Hiban pun tertawa senang. Dia pun ketagihan. "Kegembiraan itulah yang ingin dibagikan untuk banyak anak-anak generasi muda kita. Bermain sambil belajar," ungkap Suhadi saat ikut mengamati aktivitas yang dilakukan Hiban dan ayahnya Jamhuri. Agar belajar lebih bersemangat, Suhadi selalu berusaha menampilkan ternak-ternak unggulan di kampung kambing tersebut. Sebut si Robert yang pernah meraih juara 1 kontes ternak tahun 2007 di Taman Dayu.

Tidak sekedar kampung kambing, impiannya membangun Desa Wisata di Tegalbero Wirogunan juga meliputi belajar tentang sapi. Untuk jenis hewan yang satu ini dia menampilkan seekor Sapi jenis Simental yang punya bobot luar biasa. Sekitar 1,3 ton. Namanya pun tidak kalah keren, yakni Tyson. Selain dunia peternakan, belajar alam di desa wisata ini juga akan mencakup ilmu-ilmu pertanian. Saat ini, Suhadi mengaku sedang berusaha membudidayakan jenis tomat unggulan dari Amerika. "Besarnya bisa seperti buah Melon ukuran sedang. Insya Allah, masih akan ada banyak lagi hewan, buah, dan tumbuhan yang akan kita tunjukkan kepada para tamu yang ingin belajar di desa wisata ini nanti," tegas Suhadi. (*)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia