Blog Informasi Ternak Domba Garut,Cara Beternak Domba,Komunitas Dan Produk Hilir Usaha Kambing Domba

Minggu, 09 Maret 2008

DOMBA GARUT DI TASIKMALAYA

Toko Buku Online Hally Kembangkan Domba Garut di Tasik.
Sumber.Galamedia.Tanggal 27 Februari 2008

WILAYAH Kab. Tasikmalaya sangat potensial di bidang peternakan, khususnya ternak domba. Terbukti, saat ini di Kab. Tasikmalaya terdapat peternak domba (dominan domba sayur) dengan jumlah yang sangat banyak. Kenyataan ini diperkuat dengan adanya pasar ternak domba terbesar se-Priangan Timur yang terletak di perbatasan antara Kec. Singaparna dengan Kec. Leuwisari. Tempat transaksi domba tersebut beroperasi setiap Selasa dan Jumat, guna memudahkan peternak dalam memasarkan ingon-ingon-nya. Meski hanya beroperasi dua hari dalam seminggu, namun pasar ternak tersebut tidak pernah sepi pembeli. Bahkan, pasar tersebut menjadi sasaran para bandar besar dari daerah lain. Menurut Hally Kemal Pasha, salah satu peternak domba yang tinggal di kawasan Desa/Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya, potensi ternak di Kab. Tasikmalaya sangat didukung dengan sumber daya alam, terutama rumput sebagai makanan pokok ternak yang sangat berlimpah. Bahkan, di saat musim kemarau, wilayah Kab. Tasikmalaya, terutama Kec. Singaparna, sering kali disorog peternak dari Kab. Garut yang mulai paceklik rumput.Bagi Hally, potensi tersebut dijadikan modal dasar untuk menggiring mereka (sesama peternak) agar mengubah haluan dari ternak domba sayur menjadi domba garut. Dengan dasar, domba garut memiliki fostur tubuh yang lebih besar dari domba sayur. Jika berorientasi terhadap harga daging, domba garut lebih unggul daripada domba sayur. Apalagi kalau domba garut yang memenuhi standar seni meliputi adeg-adeg, rengreng serta teknik bertanding, tentu harganya jauh lebih mahal lagi.
"Saya yakin di masa mendatang Kab. Tasikmalaya bakal bisa memapaki Kab. Garut sebagai cikal bakal domba tangkas," imbuhnya.Namun, sang kontaktor itu menyesalkan potensi besar yang dimiliki Kab. Tasikmalaya kurang mendapat perhatian dari instansi terkait, yakni Dinas Peternakan. Menurut Hally, selama ini Dinas Peternakan seakan tidak perduli terhadap kelangsungan peternak. Mestinya mereka terjun ke bawah untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang tata cara beternak yang baik. Mulai dari cara berbudi daya, perawatan, hingga penanggulangan penyakit. Akan tetapi, selama ini dinas terkait seakan tidak mau peduli sehingga peternak di Kab. Tasikmalaya berjalan secara ortodoks dan otodidak. (ayep setiadji)**

1 komentar :

  1. salam kenal dari pengusaha domba dari tasikmalaya, saya menyukai posting kang agus.. jangan lupa berkunjung ya mas..

    BalasHapus

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia