Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Minggu, 24 Februari 2008

KAMBING ETAWA

Toko Buku Online
MERAIH LABA DARI PERANAKAN ETAWA

Memelihara kambing Peranakan Etawa (ET) untungnya sangat menggiurkan. Air susu dan air kencingnya pun laku dijual. Haris RK Radhmadiansyah Adlan, merupakan salah satu contoh pengusaha yang terbilang sukses mendulang untung dari peternakan kambing jenis Perakanan Etawa (PE). Rahmad, yang akan segera mengakhiri masa lajangnya ini, merupakan salah satu peternak yang cukup besar di kawasan sentra peternakan PE yang berlokasi di desa Kemiri Kebo, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. DIY. Dii lahan seluas 1000 M2 lebih, pria asal Sumatera Barat ini, sedikitnya memelihara 70 ekor kambing PE. Bisnis itu, dirintisnya sejak tiga tahun lalu. Pada awalnya, Rahmad ingin mengembangkan usaha penangkaran. Maksudnya, ia ingin menghasilkan bibit kambing PE untuk dijual ke pasar. Namun, dalam perkembanganya, ia tidak hanya fokus untuk pembibitan tapi juga menjual air susu PE.

Di wilayah lereng Merapi tersebut, ternak kambing PE memang bukan sesuatu yang asing. Maklum rata-rata warga yang tinggal di daerah berhawa dingin tersebut memang memiliki kebiasaan memelihara kambing PE disamping peternakan lainya seperti sapi dan kerbau. Tapi apa yang dilakukan Adlan, memang sangat berbeda dengan yang menjadi kebiasaan penduduk setempat. Adlan, lebih profesional. Ia benar-benar menjadikan PE sebagai lahan bisnis yang memberikan keuntungan, bukan sekadar pekerjaan sambilan, seperti yang biasa dilakukan warga setempat. “Kalau kita serius, kambing PE sangat menguntungkan,” kata pria kelahiran 16 Desember 1977 ini. Rahmad mengakui bahwa yang dilakukannya saat ini, masih pada tahap uji coba. Namun baru tahap uji coba pun usaha ini telah membuahkan hasil. Karena itulah, ia berniat untuk mengembangkan peternakan ini lebih besar lagi. “Potensi pasar masih terbuka lebar,” katanya.

Dari 70 ekor kambing, Rahmad telah memanen hasil dari penjualan bibit PE dan air susu. Bahkan kotoran ternak dan air seni yang pada dasarnya merupakan limbah juga laku dijual. Kotoran kambing memang tidak langsung dijual begitu saja, tapi harus diolah terlebih dulu menjadi pupuk kompos yang harga perkilonya mencapai Rp 1000. Sementara air seni kambing dijual dalam bentuk mentah dan fermentasi. Untuk yang mentah satu liter dihargai Rp 750 sedangkan yang sudah fermentasi mencapai Rp 15.000/liter. “Saat ini yang mengambil dari perorangan dan Universitas Gajah Mada untuk sampel penelitian,” kata sarjana Teknik Industri dari UII Jogjakarta ini.(http://www.majalahpengusaha.com/)



Berapa sebenarnya kemampuan produksi kotoran kambing domba per ekor nya dalam satu hari? Sebuah jurnal bermanfaat penulis peroleh dari web pustaka deptan di mana dijelaskan bahwa di daerah Cirebon, Bogor dan Garut, setiap 6,32 ekor Kambing Domba yang dipelihara petani akan dihasilkan 4 Kg bahan kering feses dari konsumsi pakan hijauan ternak sebesar 5,35 Kg per ekor per hari. Itu berarti tiap 1 ekor Kambing Domba yang dipelihara petani dapat menghasilkan 0,63 Kg bahan kering feses dengan berat ternak rata-rata 20 s.d 25 Kg. Olehkarenanya maka akan semakin banyak pula bahan kering feses yang dihasilkan ternak Domba Kambing yaitu bilamana berat hidup ternak juga semakin meningkat. Sehingga dengan asumsi angka di atas maka dari 70 ekor Kambing yang dipelihara oleh Bp. Rahmad dapat diperoleh pendapatan dari bahan feses kering yaitu sebesar, Rp. 44.100,- Per hari (Rp. 1.000,- x 0,63 x 70 ekor ) belum terhitung biaya pengolahan kotoran menjadi kompos atau Rp. 308.700,- per minggu atau Rp. 1.234.800,- per bulan ! ! ! Di Villa Domba sendiri produksi kotoran ternak Domba Garut digunakan untuk kebutuhan lahan perkebunan Vanili organik.

SEMOGA BERMANFAAT, INFORMASI BIBIT ETAWA:


Semoga para pembaca Blog sekalian tidak bingung dengan beragam informasi hewan ternak yang disampaikan oleh penulis pada Blog ini, mulai dari Domba Garut, Sapi dan Kambing. Walaupun title dari Blog ini Villa Domba, adalah keinginan penulis tetap di mana sektor usaha peternakan di Indonesia khususnya PEMBIBITAN tentunya dapat semakin berkembang seiring dengan potensi ternak lokal yang ada di wilayahnya.

Khusus Kambing Etawa, sedih mendengar berita dari Chrismantoro yang baru saja kembali dari kampungnya di daerah Blitar di mana perlu gebrakan dalam upaya pengembangan sektor pembibitan Kambing ini. Semoga informasi di atas dapat menjadi INSPIRASI dan MOTIVASI bahwa Potensi Ternak Indonesia bisa punya NYALI dan berpeluang UNJUK GIGI menjadi TERBAIK dan TERBAIK. Salam Peternak! 


Cari Artikel Terbaru Domba Garut& Tanaman Rempah, KLIK Link Dibawah:
 

1 komentar:

Saran, Kritikan dan Masukan Anda diperlukan untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia