SEMARAK DFK VD

SEMARAK DFK VD
Silahkan KLIK Gambar Di Atas
MITRA USAHA& PENYEDIA KEBUTUHAN TERNAK ANDA
Sarana Informasi Resmi PT. Villa Domba Niaga Indonesia, SMS HP. 0815.941.3826/0856.779.8001, Email. agusramadas@yahoo.co.id, Salam Petani& Peternak Indonesia!

Senin, 24 Desember 2007

Indonesia Bisa!

Medan Bisnis, 20 April 2007. Sinergi Peternakan & Perkebunan. Kasubdin Bina Agribisnis Dinas Peternakan Sumut Bahrum Siregar, di propinsi Sumut masih terdapat 1,4 juta hektar lahan perkebunan. “Jadi potensi pengembangan ternak domba dan kambing di daerah ini memang masih terbuka lebar. Karena lahan perkebunan yang dapat digunakan untuk peternakan masih sangat luas,” ujar Bahrum Siregar kepada MedanBisnis, Kamis (19/4), di ruang kerjanya. Sistem integrasi peternakan dengan perkebunan, yakni memanfaatkan lahan perkebunan sebagai lokasi peternakan domba dan kambing. “Cara ini sudah teruji di beberapa daerah, seperti Kabupaten Langkat, Asahan, Labuhan Batu, dan Deliserdang,” ungkapnya. Dijelaskan, lahan perkebunan yang dapat digunakan sebagai lahan peternakan di daerah ini mencapai 1.419.126 hektar. Jumlah itu terdiri dari 893.307 hektar perkebunan kelapa sawit, 356.669 hektar perkebunan karet, 43.181 hektar perkebunan coklat dan 125.969 hektar lahan perkebunan kelapa. “Peternakan yang menerapkan sistem semi-intensif dan gembala ini sifatnya saling menguntungkan, baik pemilik kebun maupun peternaknya,” jelasnya. Lebih jauh dijelaskan, dengan adanya peternakan domba dan kambing tersebut, maka akan menghasilkan pupuk kandang yang dapat digunakan langsung di areal perkebunan. Sehingga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pemilik kebun untuk kebutuhan pupuk. Selain itu, ternak juga akan memakan rumput dan gulma pengganggu tanaman, sehingga menghemat biaya pengeluaran untuk pestisida.

Tentang estimasi perkembangan jumlah ternak, jika setiap hektar kebun kelapa sawit menampung 7 ekor domba, serta kebun karet, coklat dan kelapa masing-masing 4 ekor per hektar, maka dari luas lahan perkebunan yang mencapai 1.419.126 akan diperoleh hasil 8.356.425 ekor kambing dan domba. “Ini sangat menguntungkan, karena itu kita berharap hal ini dimanfaatkan oleh investor dan masyarakat untuk pengembangan ternak di daerah ini,” jelasnya. Menurut Bahrum, dengan menerapkan sistem ini, Sumut akan dapat menjadi lumbung ternak domba dan kambing. Juga terjadi penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak, adanya peningkatan pendapatan petani, peningkatan ekspor domba dan kambing serta adanya perbaikan kesuburan lahan perkebunan di Sumut.


TEMPO Interaktif, Makassar:Menteri Pertanian Malaysia, Tan Sri Muhidin Yassin, mengatakan sektor peternakan sapi di Malaysia masih terbelakang. Oleh karena itu, pihaknya siap melakukan kerja sama pengembangan peternakan sapi di Sulawesi. Jumlah populasi sapi di Malaysia hanya 700 ribu ekor. Jumlah ini sangat jauh dari cukup sehingga Malaysia melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi maupun kambing setiap tahunnya senilai 1 miliar ringgit. Menurut Tan Sri yang ditemui saat transit di Bandara Hasanuddin, Makassar, semalam, pengembangan peternakan sapi ini tidak hanya terbatas di satu wilayah seperti di Gorontalo, tetapi pihaknya siap melebarkannya ke wilayah lain jika ada potensi, khususnya di wilayah Sulawesi. Sementara Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad, mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan provinsi lain untuk pengembangan peternakan sapi memenuhi permintaan Malaysia. Menurut Fadel, potensi peternakan sapi yang besar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah akan ikut dilibatkan. Sapi yang diekspor ke Malaysia sebagian masih hidup dan ada juga yang dipotong terlebih dahulu lalu dikirim.

PEKANBARU (RiauInfo) - Tekad pengusaha sukses Basrizal Koto dalam menggarap usaha pembibitan dan pembesaran sapi tampaknya tidak tanggung-tanggung. Dengan lahan seluas lebih 300 hektar, usaha peternakan sapi yang dikelolanya di Muara Fajar, Rumbai, ini bakal menjadi terbesar di Asia Tenggara. Wartawan RiauInfo yang diajak berkeliling melihat areal peternakan sapi tersebut, Sabtu malam (9/22) sehabis berbuka bersama, merasakan sekali kesungguhan Basrizal Koto dalam bisnisnya yang satu ini. Dengan menggunakan ahli yang berpengalaman di Australia, dia mengelola usahanya ini dengan manajemen yang modern. Bahkan bila dibandingkan dengan proyek sapi K2I milik Pemprov Riau yang cukup menghebohkan itu, jelas tidak ada tandingannya. Sejak satu tahun yang lalu proyek ini digarap, kini sudah didatangkan sapi asli dari Australia sebanyak 150 ekor.

"Nanti sehabis lebaran akan datang lagi sebanyak 2.500 ekor sapi," ujar Basrizal. Sebelum sapi-sapi itu didatangkan berbagai persiapan memang sudah dilakukannya. Diantaranya bahan baku untuk pakan sapi telah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Saat ini ratusan hektar lahan telah ditumbuhi rambut gajah yang akan menjadi makanan utama dari sapi-sapi tersebut. "Kami memang akan selalu memperhatikan kualitas makanan dan minuman untuk sapi-sapi tersebut, agar sapi-sapi selalu sehat dan cepat berkembang," ujarnya. Misalnya untuk minuman saja, tidak sembarangan air diberikan, tapi terlebih dahulu diproses sehingga memenuhi unsur kesehatan buat sapi. Kandang tempat sapi juga dibuat sedemikian rupa, dengan lantai dilapisi dengan serbuk kayu yang sekali sebulan ditukar dengan yang baru. Ini tentunya akan memberikan kenyamanan sekaligus kebersihannya akan selalu terjaga. "Perlakuan yang diberikan kepada sapi sama dengan di Australia," jelasnya. Makanya Basrizal sangat yakin jika Riau Agro Mandiri ini nantinya akan menjadi peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara. "Kami akan mengelolanya dengan manajemen modern terbaik, sehingga diyakini nantinya usaha ini akan cepat berkembang," tambah dia lagi.(Ad)

Minggu, 23 Desember 2007

Rama & Halilintar

Setelah kesibukan distribusi hewan kurban yang cukup menyita waktu penulis dengan acara berkumpul keluarga, Alhamdullilah si kecil Rama yang kebetulan sudah memasuki waktu liburan sekolah maka penulis ajak ikut serta bersama keluarga untuk berkunjung sekaligus liburan ke Kandang Mitra Pandeglang.

Tampak riang dan senang hati si kecil Rama terlebih setelah bertemu dengan domba kesayangannya yang lain yaitu si Halilintar. Si Halilintar adalah salah satu domba yang ada di Kandang Mitra Pandeglang dan menjadi andalan sahabat ternak kang Teta untuk sektor pembibitan. Adalah impian Kami bersama untuk dapat terus meningkatkan kualitas hewan ternak domba di masa-masa mendatang.

Salut penulis dengan si kecil Rama. Tanduk si Halilintar yang besar dan hampir sama dengan ukuran badannya tidak membuatnya takut untuk memeluk dan bercengkrama dengan domba yang usianya sudah hampir 4 tahun ini. Kecintaan pada hewan ternak kembali penulis sampaikan sangatlah baik ditanamkan dari sejak dini.


Demikian pula dengan isteri penulis yang tidak takut untuk berdekatan dengan si Halilintar yang pada masa mudanya termasuk Domba Garut Aduan kelas Unggul ini. Terimakasih untuk isteriku yang senantiasa mendukung penulis untuk kemajuan usaha ternak Villa Domba dan peternak lainnya.

Isteri dan adik-adik penulis bersama sahabat ternak Teta tampak sedang berbincang sesuatu. Pembaca blog sekalian ingin tahu apa isi pembicaraannya? Membahas rencana pelayanan aqiqah di mana Villa Domba siap launcing layanan tambahan berupa jasa pemasakan pada tahun 2008 nanti. Jadi mereka sedang berbincang untuk 1 Kg daging domba kira-kira dapat dikonversi menjadi berapa tusuk sate? Kemudian bagaimana agar sate yang dibuat memiliki cita rasa tinggi? Ternyata sektor peternakan dan dunia kuliner adalah dapat seiring sejalan. Semoga informasi ini bermanfaat dan salam peternak!

Transportasi Domba

Seperti yang sudah pernah disampaikan oleh penulis pada Blog ini sebelumnya maka berikut akan coba penulis sampaikan pengalaman penulis dalam kegiatan distribusi domba khususnya terkait dalam hal transportasi. Satu hal yang jelas komponen armada distribusi memegang peranan penting dalam kegiatan pengadaan hewan kurban 1428 H yang lalu, pengiriman hewan ternak kepada konsumen adalah tidak terlepas dari ketersediaan armada distribusi tersebut. Patut dipikirkan tentunya yaitu bagaimana caranya untuk mengadakan armada distribusi yang aman bagi hewan ternak di mana disisi lain tetap dengan biaya yang terjangkau.

Sebagai ilustrasi adalah penyewaan armada truk dari Bandung ke Jakarta dengan biaya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Armada truk dapat mengangkut kurang lebih 40 s.d 50 ekor ternak domba. Bilamana dihitung per ekornya maka biayanya akan dibebankan antara Rp. 20.000,- s.d Rp. 25.000,- pada tiap ekor domba. Bagaimana bila pengangkutan dilakukan dengan Armada Pick Up dengan biaya hanya Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), namun dengan daya angkut yang sama? Sehingga bilamana dihitung per ekornya maka biaya yang akan dibebankan antara Rp. 10.000,- s.d Rp. 12.500,- pada tiap ekor domba.

Terimakasih diucapkan oleh penulis kepada sahabat ternak kang Teta dan sahabat ternak Bp. Budi yang selalu berkenan memberikan ilmu bermanfaat kepada penulis terkait dunia ternak. Pengangkutan hewan ternak domba dengan menggunakan armada pick up dan mendesign kandang tambahan sehingga daya angkut pick up dapat maksimal serta tetap aman bagi hewan ternak. Kata kuncinya adalah pemanfaatan ruang armada dengan meletakkan kandang yang terbuat dari papan kayu sederhana sebanyak 2 tingkat di atas bak pick up. Disamping itu digunakan tali tambang untuk memperkuat posisi kandang di ruang armada. Perakitannya penulis amati memang terbilang mudah dan sederhana namun patut diperhatikan ikatan tali pada armada sehingga tidak berbahaya selama dalam perjalanan.

Posisi ternak di ruang armada dibuat duduk dan diam. Dibandingkan pengiriman ternak dengan cara berdiri maka pengangkutan cara ini dapat mengurangi resiko tingkat stress pada hewan ternak dan begitu pula meminimalkan resiko kematian akibat ternak saling terinjak satu sama lain. Salam Peternak dan semoga pengetahuan ini dapat bermanfaat!

Jumat, 21 Desember 2007

Aneka Kerajinan Domba

Pembaca blog sekalian, belum lama ini penulis berkunjung ke salah satu kolektor dari kerajinan kulit dan tanduk domba yang ada di wilayah Bekasi. Sungguh takjub, penulis melihat koleksinya memiliki nilai seni yang sangat tinggi, tentunya semoga informasi ini bermanfaat dan menandakan di mana semua hasil produksi ternak domba kambing ternyata bisa bernilai guna, tidak hanya sekedar daging dan kotorannya saja. Ditambah beragam sumber informasi lainnya berikut Aneka Kerajinan Domba:

Berapakah harga tanduk ini? Untuk tanduk jenis domba liar Alaska yang dapat dimanfaatkan untuk gagang pedang dan pisau maka dihargai kurang lebih US$ 100 per bagiannya.


Siapa sangka dan mengira bila pulpen di atas terbuat dari tanduk domba? Pastinya harganya akan tinggi bilamana ditawarkan kepada kolektor yang memiliki nilai cita rasa seni tinggi.

Salah satu koleksi dari Bp. Rivai, kolektor dari seni kerajinan kulit dan tanduk domba di Bekasi. Koleksi berupa Gagang Golok terbuat dari Tanduk Domba. Tidak hanya sekedar kolektor, Bp. Rivai juga memiliki keahlian dalam membuat seni kerajinan tersebut.


Hiasan lampu di atas juga terbuat dari Kulit Domba. Harganya untuk ukuran non kolektor pastinya lumayan mengagetkan, siapa berminat membeli dengan harga US$ 150 per buahnya?


Sarung Pisau yang terbuat dari Kulit Domba dan Gagangnya yang terbuat dari Tanduk Domba ini harganya mencapai US$ 180. Kulit Domba memang memiliki nilai yang mahal sebagai Bahan Baku Kerajinan.


Tampak Indri adik penulis sedang berbincang serius dengan Bp. Rivai di Studionya. Banyak ilmu dan manfaat yang diperoleh dari beliau mengenai potensi usaha ternak yang tidak hanya sekedar untuk pedaging akan tetapi juga memiliki nilai seni dan budaya. Salam Peternak!

Peternak Canggih

Singapura, 22 Desember 2007 - Hisham Hambari
PEMBEKAL AKAN DIGALAK BAWA MASUK KAMBING MELALUI UDARA

JAWATANKUASA Korban Masjid-Masjid Singapura (JKMS) ingin menggalak syarikat pembekal membawa masuk kambing korban melalui udara pada tahun-tahun akan datang. Ini menyusuli kejayaan The Meat House membawa masuk 2,000 kambing korban tahun ini melalui perjalanan udara. Mini Environment Services Pte Ltd (MES), pembekal yang memenangi tender JKMS bagi ibadah korban tahun ini, membawa masuk 5,503 kambing melalui jalan laut. Sementara itu, pengerusi JKMS, Ustaz Mohamed Ali Atan, berkata proses membekalkan kambing korban dari Australia tahun ini berjalan dengan baik namun perjalanan udara boleh dipertimbang memandangkan ia memakan masa hanya lima jam dari Perth, berbanding lapan hari melalui laut.


'Jika ada pembekal dapat membekalkan kambing korban dengan saiz dan kesihatan terbaik dan pada harga berpatutan, tidak semestinya rendah, kami mengalu-alukan syarikat itu bekerjasama dengan JKMS,' ujar beliau ketika ditemui wartawan di akhir solat Aidiladha di Masjid Al-Iman, Bukit Panjang, semalam. Namun, Ustaz Mohamed Ali berkata idea membawa masuk kambing korban melalui udara bukan baru, tetapi ia dihambat kos tinggi. Tahun ini, tiada pembekal mengemukakan tender membawa masuk kambing korban melalui udara. JKMS akan membincangkan juga perkara ini dengan MES, yang memenangi tender membawa masuk kambing korban selama dua tahun, termasuk tahun depan. Menteri Bertanggungjawab Bagi Ehwal Masyarakat Islam, Dr Yaacob Ibrahim, pula ketika ditemui berkata: 'Usaha Muis menswastakan proses membekalkan kambing korban adalah langkah betul. 'Adanya syarikat swasta yang membawa masuk kambing melalui udara menunjukkan terdapat permintaan pasaran. Ini perkembangan yang harus digalak kerana ia bagi manfaat kita semua.'

Kamis, 20 Desember 2007

Villa Domba: Liputan Qurban

Alhamdullilah, kerja keras tim Villa Domba dalam 6 (bulan) terakhir ini pada akhirnya membuahkan hasil dan manfaat yang Insya Allah berharap baik tentunya untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia khususnya bagi peternak yang tergabung dalam Jaringan Produksi dan Pemasaran Villa Domba. Target untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban berkualitas bagi masyarakat muslim di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi, di mana tidak dilupakan pula wilayah Cirebon, Bandung dan provinsi Banten Insya Allah telah dijalankan oleh tim pada musim kurban tahun ini. Target distribusi ternak domba kambing sebanyak 500 ekor di mana Alhamdullilah dapat terealisasi menjadi 1000 ekor lebih. Ini menandakan di mana pasar Idul Kurban merupakan pasar ternak yang harus mendapatkan perhatian serius dalam penggarapannya, tidak hanya dari segi kuantitas akan tetapi juga dari segi kualitas.


Sebagai junior dan pemula dalam usaha ternak Indonesia maka Villa Domba mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Insan Peternakan lainnya yang selalu berkenan membantu dalam setiap langkah dan upaya tim Villa Domba ketika menjalankan aktivitasnya: Organisasi HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia), Kampoeng Ternak – Dompet Duafa Republika, Puslitbangnak (Pusat Penelitian & Pengembangan Peternakan Indonesia), Sahabat Ternak kang Teta, kang Didier, kang Robi, kang Elfa, kang Anton, kang Fitrah, kang Luki, pak Budi, pak Agung dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Kemudian juga kepada warga muslim perumnas 1 Bekasi dan perumahan Griya Bintara Indah, utamanya kepada pelanggan sekalian yang telah memberikan kepercayaannya kepada Villa Domba pada tahun ini untuk pengadaan hewan kurban menyambut Idul Adha 1428 H.


Kegiatan distribusi ternak domba kambing yang Kami lakukan pada tahun ini Alhamdullilah dapat berjalan baik dan sesuai rencana. Tidak hanya untuk masjid di sekitar perkotaan, akan tetapi juga sampai ke wilayah pelosok ataupun pinggiran perkotaan seperti yang dipercayakan oleh PT. Bank BPR Syariah Artha Madani dan PT. Hero Supermarket kepada Kami. Ini tentunya dapat terwujud berkat kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen sekalian kepada tim Villa Domba. Kerja keras tim distribusi juga tidak terlupakan di mana pada H-1 tengah malam masih terus tetap bekerja guna memenuhi kebutuhan konsumen yang ada dalam upaya memberikan pelayanan yang maksimal.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh tim Villa Domba kepada stasiun televisi Trans TV khususnya acara Sisi Lain yang berkenan melakukan liputan bagi Villa Domba pada musim kurban tahun ini: Bp. Ishadi SK, mba Okta, mas Gama dan lainnya. Semoga ini akan semakin membuka prospektif usaha ternak Indonesia khususnya Kambing Domba yang sangat menjanjikan bilamana digarap dengan baik. Salam Peternak & Majulah Usaha Ternak Indonesia! Selanjutnya tim Villa Domba memohon kepada konsumen sekalian untuk menyampaikan saran, kritik dan masukan atas pelayanan yang Kami berikan pada musim kurban tahun ini bilamana terdapat kekurangan dan kelemahan, silahkan menyampaikan saran, kritik dan masukan dimaksud via email ke agusramadas@yahoo.co.id.

Hatur Nuhun.

Agus Ramada Setiadi
dombagarut.blogspot.com

Minggu, 16 Desember 2007

Nuansa Idul Adha 1428 H

Salam Peternak! Ucapan permohonan maaf disampaikan oleh penulis kepada pembaca blog sekalian yang mana dikarenakan kegiatan pemasaran & distribusi menjelang hari raya kurban 1428 H maka penulis kurang dapat optimal dalam up date blog ini. Aktivitas keseharian penulis lebih banyak di lapangan khususnya dalam memastikan kesediaan stock ternak kurban yang dijanjikan ke pelanggan dari kandang penggemukkan. Disamping itu penulis juga mendapatkan amanah dari salah satu masjid tempat di mana keluarga penulis berada untuk penyediaan hewan ternak kurban bagi warga muslim masjid perumahan tempat tinggal penulis. Banyak kisah suka, duka, unik dan menarik yang coba ingin penulis berbagi dengan pembaca blog sekalian, semoga bermanfaat dan berkenan:


Bersantai sejenak di wilayah kabupaten Garut bersama ternak Kambing. Cukup melelahkan perjalanan panjang dari kota Jakarta menuju Garut sebagai suatu daerah yang terkenal dengan potensi ternaknya dan berada di kawasan bumi parahyangan. Namun untuk Kemajuan Usaha Ternak Indonesia maka itu semua adalah Tantangan bagi kita sebagai Peternak tentunya. Ternak akan didistribusi untuk memenuhi pengadaan hewan kurban di wilayah Jakarta & Bekasi.


Suasana di salah satu Kandang Display Ternak Villa Domba di kawasan Bekasi. Bekerjasama dengan DKM Masjid Asyifaa – Perumahan Griya Bintara Indah di mana Villa Domba juga diberikan Kepercayaan untuk memenuhi Kebutuhan Hewan Kurban warga muslim di Komplek Perumahan tersebut. Suasana Kandang Display coba dibuat semenarik mungkin antara lain uraian keterangan tentang apa itu hewan ternak domba? Sejarah ternak domba dan yang lainnya.

Walaupun masih berbaju sekolah namun si kecil Rama langsung datang ke salah satu Kandang Display dan menyayangi hewan ternak kesayangannya ini yaitu domba kambing. Penulis amat bangga atas kecintaan si kecil Rama pada hewan ternak dan semoga akan menjadi generasi penerus Insan Peternakan Indonesia. Amin.

Berikan kesempatan pada si kecil untuk mengenal hewan ternak! Inilah kata kunci di mana akan menjamin lahirnya Insan Peternakan baru di Indonesia. Berawal dari perkenalan pada hewan ternak maka semoga akan tumbuh rasa kecintaan dan upaya untuk melestarikannya. Majulah Usaha Ternak Indonesia!

Rabu, 12 Desember 2007

DISNAK JABAR & HPDKI

12/12/2007, GALAMEDIA
DISNAK JABAR DUKUNG HPDKI

DINAS Peternakan Provinsi Jawa Barat selaku pembina organisasi HPDKI, mengaku sangat mendukung keberadaan HPDKI serta kegiatannya selama ini. Hal itu dikatakan Kadisnak Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. H. Rachmat Setiadi, M.S. pada acara pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (DPD HPDKI) di Aula Disnak Jabar, Jln. Ir. H. Djuanda Bandung, Sabtu (8/12).

Kadisnak menyampaikan beberapa pesan kepada pengurus HPDKI yang baru dilantik. Di antaranya HPDKI harus melakukan sertifikasi domba garut dengan mengukuhkan ciri khasnya, serta tingkatkan kuantitas domba untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Saya yakin beternak domba tidak akan rugi, karena peluang pasarnya sangat terbuka. Sebagai bukti, tahun 2006 Jawa Barat memerlukan sekitar 172.700 ekor domba untuk kurban. Belum lagi untuk kebutuhan akikah dan konsumsi sehari-hari," katanya.

Contoh yang lebih nyata, tambahnya, bisa dihitung berapa banyak penjual sate yang mangkal di pinggir jalan. Mereka memerlukan daging domba atau kambing untuk bahan baku. Tugas HPDKI adalah merangkul mereka supaya mau bekerja sama. Dengan kata lain, HPDKI perlu memasarkan hasil ternak, sedangkan tukang sate perlu daging untuk bahan baku.

Ditambahkan, yang tak kalah penting adalah HPDKI harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa daging domba dan kambing tidak mengandung kolesterol sehingga aman untuk dikonsumsi. Sebab menurutnya, saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang enggan mengonsumsi daging domba atau kambing dengan alasan kesehatan.

Apabila pasar lokal sudah terpenuhi, barulah memikirkan ekspor. Namun untuk ekspor, jangan mengirimkan bibit unggulan. Sebab dikhawatirkan domba garut akan dikembangbiakkan di negara importir. Ujung-ujungnya mereka akan mengklaim bahwa jenis domba tersebut ternak asli negaranya.

Supaya produksi ternak meningkat dan kebutuhan pasar terpenuhi, pihaknya siap membantu peternak melalui rekomendasi bantuan modal dari pemerintah. Selanjutnya, jadikan seni ketangkasan domba sebagai sarana untuk menjalin persatuan, kesatuan, dan kebersamaan. (ayep setiaji)**


05/12/2007, GALAMEDIA
Kerja Sama HPDKI dan Disnak Makin Harmonis


DINAS Peternakan merupakan lembaga yang bertugas membina para peternak, bahkan bisa dibilang sebagai pengayom tumbuh kembangnya peternak domba yang terhimpun dalam wadah HPDKI. Tak heran kalau selama ini antara dinas dan HPDKI sudah terjalin kerja sama yang cukup erat dan harmonis.

Bukti keharmonisan antara dinas dengan HPDKI, salah satunya adalah dilibatkannya Ketua Umum DPD HPDKI Prov. Jawa Barat, Ir. H. Yudi Guntara Noor pada sebuah lokakarya plasma nutfah dan hewan kesayangan yang bertemakan "Plasma Nutfah Ternak Dalam Budi Daya dan Keberlanjutannya", bertempat di Ruang Flamboyan Hotel Perdana Wisata Bandung, Kamis (29/11).

Bagi Yudi yang baru beberapa hari dinobatkan menjadi Ketua Umum HPDKI Jabar, dipercaya menjadi pembicara di depan peserta lokakarya yang merupakan utusan dari Dinas Peternakan se-Jawa Barat, merupakan sebuah peluang untuk menyosialisasikan seni ketangkasan domba. Dengan harapan, instansi terkait itu akan lebih peduli terhadap kegiatan peternak domba, khususnya di tiap cabang yang tersebar di Jawa Barat. Tidak hanya terhadap kegiatan berbudi daya, melainkan juga terhadap kegiatan seni ketangkasan domba sebagai pendongkrak semangat peternak.

Menurutnya, tujuan utama peternak dalam mengembangkan domba garut adalah untuk seni ketangkasan. Apabila domba yang dihasilkannya memenuhi unsur seni (dengan standar ules, rengreng, adeg-adeg, dan caturrangga (komposisi motif), harga domba akan jauh lebih mahal dari pada harga daging.

Yudi mencontohkan pengalamannya saat menggelar kontes ternak di Pamidangan Rancabango Garut pada 2006. Pada saat itu, domba petet yang memenuhi standar seni dijual dengan harga sekitar Rp 9 juta. Hal ini jelas sangat menguntungkan peternak sehingga semangatnya untuk memelihara domba garut semakin terpacu. "Domba anu hade rupa alus gawe jangankan sudah terjun ke pakalangan, masih petet saja sudah laku jutaan rupiah. Jelas ini merupakan sebuah keunggulan sebagai sumber daya genetik lokal," jelas Yudi. (ayep setiaji)**

LSKDG "Galamedia Cup" Siap Digelar

12/12/2007, GALAMEDIA
LSKDG "Galamedia Cup" Siap Digelar

PUTARAN ketiga Liga Seni Ketangkasan Domba Garut (LSKDG) berupa kejuaraan terbuka seni ketangkasan domba bertajuk "Galamedia Cup I", bertempat di Pamidangan Moch. Toha Bandung, yang rencananya digelar pada Sabtu-Minggu (29-30/12) akan dikemas dalam format berbeda. Peserta dari kontingen yang sama tidak boleh saling berhadapan. Misalnya kontingen Kab. Garut tidak boleh bertanding dengan kontingen dari Kab. Garut lagi. Melainkan harus dengan kontingen lain, misalnya dari Kab./Kota Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Cianjur, dll. Hal ini untuk memperebutkan gengsi cabang yang tahun lalu diraih kontingen Kota Bandung.

Aturan mainnya, setiap peserta yang menempati tahta juara akan mengantongi nilai. Juara I dengan nilai 6, juara II nilai 5, juara III nilai 4, harapan I nilai 3, harapan II nilai 2, dan harapan III nilai 1. Kemudian nilai tersebut ditotalkan. Bagi kontingen yang meraih nilai tertinggi, maka berhak menyandang juara umum dengan bukti piala bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun.

Supaya gelaran semakin semarak, panitia juga akan menentukan juara favorit kasep dan juara favorit tempur yang penilaiannya akan diambil dari aspek kesehatan dan adeg-adeg untuk juara favorit kasep, serta teknik bertanding, pukulan, dan keberanian untuk juara favorit tempur. "Juara favorit ini sifatnya kelas hiburan, supaya gelaran semakin semarak dan memberikan kesempatan untuk meraih hadiah lebih banyak lagi, sehingga kategori ini tidak berpengaruh pada raihan total nilai untuk menentukan juara umum," kata ketua pelaksana LSKDG, De Iwan Rahwanandi.

Juara favorit kasep diambil dari nilai domba yang bertandingnya tidak tuntas karena berbagai alasan, misalnya lawan tidak seimbang, ditoktrok atau diludek). Dengan ketentuan, domba tersebut tidak kabur dari pakalangan. Sedangkan favorit tempur diambil dari nilai bertandingnya. Misalnya peserta yang pertandingannya seru, namun tersisihkan dari perebutan juara lantaran memiliki rengreng yang kurang maksimal.

Favorit kasep dan tempur ini diambil dari setiap kelas. Yakni Kelas A, B, dan C. Ketentuan tidak boleh ditandingkan dengan kontingnen yang sama juga berlaku pada tiap ranting yang ada di Kota Bandung. Meliputi Ranting Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Utara, dan Bandung Selatan. Keempat ranting tersebut harus berlomba memperebutkan gengsi ranting yang pada tahun lalu piala bergilirnya diraih Ranting Bandung Selatan. (ayep setiaji)**

Selasa, 11 Desember 2007

HEAD LINE NEWS KURBAN 1428 H

BAGAIMANA DI YOGYAKARTA? Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat, 05 Desember 2007. Dinas Pertanian DIY mengintensifkan pemantauan distribusi ternak. Selain itu, dokter hewan akan disiagakan untuk mengecek kondisi ternak yang akan disembelih.Kabid Peternakan, Dispertan DIY Ir Daryadi menyampaikan hal tersebut kepada KR, Selasa (4/12), terkait persiapan menyambut hari raya Idul Adha di DIY. Dikatakan, Dispertan DIY telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk penyediaan hewan kurban sehat dan berkualitas. ”Kita sudah melakukan sosialisasi tentang tata cara penyembelihan hewan yang benar kepada takmir masjid. Kita juga menggandeng mahasiswa peternakan untuk melakukan pendampingan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan yang benar dan menyiagakan dokter hewan untuk mengecek kondisi ternak yang akan disembelih,” papar Daryadi. Tak tanggung-tanggung Dispertan DIY juga meminta kepada takmir untuk melihat kondisi ternak yang akan disembelih, tentunya hewan ternak yang akan disembelih tersebut harus disertai bukti-bukti surat kelengkapan hewan sehat. Dengan demikian, Daryadi berharap beredarnya hewan yang tidak berkualitas dan terjangkiti penyakit pada saat perayaan Idul Adha bisa diminimalisir. Daryadi mengatakan, menjelang perayaan Idul Adha biasanya permintaan hewan ternak mengalami peningkatan cukup drastis. Bahkan, harga jual hewan kurban juga ikut terdongkrak naik signifikan. Pada momen tersebut biasanya peredaran hewan ternak menjadi sulit terkendali dan penyebaran daging hewan tak berkualitas kerap muncul.”Biasanya permintaan hewan ternak ada kenaikan. Tahun lalu saja tercatat ada 9 ribu sapi dan 19 ribu kambing yang digunakan untuk keperluan perayaan kurban. Untuk tahun ini kemungkinan permintaan bisa lebih besar lagi. Apalagi, kondisi ekonomi sudah membaik,” ujar Daryadi, seraya mengatakan, untuk kebutuhan hewan ternak, baik sapi maupun kambing potong di wilayah DIY cukup memadai. Daryadi menambahkan, untuk meminimalisir masuknya hewan yang tidak sehat pada saat Idul Adha di wilayah DIY Dispertan telah memperketat jalur distribusi ternak. Tentunya, setiap hewan ternak yang masuk maupun keluar dari DIY harus dilengkapi dengan surat-surat bukti sehat dari dokter hewan. (*-7)

CIANJUR, MARI KITA SIMAK BERITANYA! Cianjur, Harian Umum Pelita, 12 Desember 2007. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1428 H Pasar Hewan Salagedang, satu-satunya pasar hewan di Kabupaten Cianjur, Jabar, mulai ramai. Setiap Senin dan Kamis ratusan ekor domba, dan sapi ditawarkan di pasar tersebut. Untuk hewan qurban domba rata-rata harganya Rp600.000, s/d Rp2.000.000. Sedangkan sapi rata-rata harganya Rp5.000.000, s/d Rp9.000.000, Tinggi rendahnya harga hewan qurban baik domba maupun sapi sangat tergantung berat badannya.Di Pasar Hewan Salagedang, akhir-akhir ini dalam menjelang Idul Adha 1428 H, dalam setiap harinya sedikitnya terjadi transaksi 200 ekor domba, dan beberapa ekor sapi untuk dipergunakan sebagai hewan qurban Idul Adha nanti. Kebutuhan hewan qurban di Kabupaten Cianjur, jika dibandingkan dengan tahun lalu mengalami peningkatan sebanyak lima persen, kata Drh. Chaerul Anwar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Cianjur kepada Pelita, Jumat (7/12). Disebutkan pada tahun 2006, kebutuhan hewan qurban sapi, kerbau, domba, dan kambing sebanyak 10.445 ekor, Sedangkan untuk tahun 2007 ini diperkirakan kebutuhan hewan qurban sapi, kerbau, domba, dan kambing sebanyak 10.965 ekor.Terbebas antraks. Kepala Dinaskan Kabupaten Cianjur, memastikan dan menjamin hewan qurban di Kabupaten Cianjur bebas dari antraks berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan dengan mendirikan pos pengawasan transportasi hewan baik hewan peliharaan maupun hewan untuk qurban. Hewan qurban yang ada di Cianjur, tidak berpenyakit, karena Cianjur bukan endemik antraks, dan guna mengintensifkan pengawasan, pada hari Kamis (6/12), kami melakukan sosialisasi dengan para peternak dan pengusaha hewan, petugas peternakan kecamatan, ujar Chaerul Anwar. Disamping itu, Disnakan terus melakukan pengawasan terhadap hewan yang masuk ke Kabupaten Cianjur dalam menjelang Hari Raya Idul Adha 1428 H. Setiap hewan yang masuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya agar tidak merugikan masyarakat.(ck-67/man)

BERIKUT SITUASI DI MAGELANG! Wawasan Digital. MUNGKID - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1428 H, penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Mertoyudan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, mulai ramai. Pembelinya, para pedagang yang datang dari luar daerah, seperti Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta. Untuk kambing jenis jawa, harganya bervariasi mulai Rp 450.000 - Rp 1 juta/ekor dan domba Rp 400.000 - Rp 900.000/ekor. Pedagang kambing di Pasar Hewan Mertoyudan, Hartono saat ditemui Wawasan, Rabu (21/11) menjelaskan, pasaran kambing sekarang ini mulai ramai, terutama para pedagang kambing yang datang dari luar Magelang. Sebab harga kambing di pasaran saat ini masih normal. Artinya, belum ada kenaikan harga yang cukup signifikan. Naik "Harga kambing naik tajam, seminggu sebelum Idul Adha. Jika sekarang ada kenaikan harga, masih relatif normal. Kalau ada kenaikan, berkisar Rp 30.000 - Rp 50.000/ekor, menjelang Idul Adha kenaikan mencapai Rp 100.000 - Rp 150.000/ekor," katanya. Mulai ramainya transaksi hewan kurban, karena banyak pedagang yang datang dari luar daerah, seperti Yogyakarta, Semarang dan daerah lainnya. Para pedagang, membeli kambing dengan jumlah banyak, sekitar 50 - 75 ekor. Untuk pasar Semarang, lanjutnya, kambing kurban jenis jawa paling diminati pembeli, dan harganya juga bagus dibanding domba (gibas). Harga kambing jawa, ukuran kecil Rp 450.000 - Rp 550.000/ekor, sedang Rp 600.000 - Rp 800.000, besar Rp 850.000 - Rp 1 juta, super Rp 1.100.000 - Rp 1.200.000/ekor. Sedangkan permintaan domba paling banyak dari Yogyakarta. Harganya bervariasi, domba ukuran kecil, Rp 400.000 - Rp 500.000, sedang Rp 550.000 - Rp 650.000, besar Rp 700.000 - Rp 900.000, super mencapai Rp 1.100.000/ ekor. "Sekarang ini, harga kambing kurban relatif masih murah. Kalau mendekati hari raya kurban, pembeli banyak, harganya juga naik," kata Hartono. Ali-skh

SUASANA KOTA KEMBANG BANDUNG? Republika Online, 07 Desember 2007. Jelang Qurban, Tujuh Daerah Endemis Antraks Disorot Peluang beredarnya sapi berpenyakit pada musim hujan ini sangat besar. BANDUNG -- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriah, 20 Desember 2007, sedikitnya tujuh kabupaten/kota yang menjadi daerah endemis antraks mendapat pengawasan ketat. Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Barat melarang sapi dari tujuh daerah tersebut beredar ke daerah lain sebelum mendapat pemeriksaan. Tujuh daerah yang mendapat pengawasan Disnak itu adalah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab Purwakarta, Karawang, Kab/Kota Bekasi. Kepala Disnak Jabat, Rahmat Setiadi, menyatakan, tujuh daerah tersebut merupakan daerah endemis antraks. Kata dia, sapi yang berasal dari tujuh daerah tersebut tidak bisa seenaknya diperjualbelikan. Rahmat mengakui, menjelang Idul Adha, kebutuhan sapi di Jabar rata-rata meningkat di atas 20 persen. Tahun lalu saja, ungkap dia, jumlah sapi yang dipotong saat Hari Idul Adha mencapai 25 ribu ekor, dan kambing sekitar 150 ribu ekor. Saat kebutuhan sapi melonjak, pihaknya tidak akan lengah mengawasi peredaran sapi di tujuh daerah tersebut. ''Tidak hanya beredar di Jabar, ke luar Jabar pun sapi dari tujuh daerah itu akan diawasi,'' ujar Rahmat kepada wartawan di Bandung, belum lama ini. Ia menyatakan, peluang beredarnya sapi berpenyakit saat musim hujan kali ini sangat besar. Karena memang, tegas Rahmat, penyakit hewan ternak biasanya berjangkit di saat musim hujan, termasuk antraks. Karena itu, kata dia, ancaman peredaran sapi berpenyakit itu pun terjadi di daerah lainnya. Dipaparkan Rahmat, belum lama ini seluruh Dinas Peternakan kabupaten/kota sudah diminta meningkatkan pengawasan di daerah masing-masing. Pengawasan tidak hanya pada sapi dan kambing yang masuk tapi juga pada sapi yang akan dikirim ke daerah lain. Setiap hewan kurban yang telah mendapat pemeriksaan dari Disnak, lanjut Rahmat, akan diberi label sehat. Hal tersebut, kata dia, dikarenakan kualifikasi sehat menjadi syarat dalam ibadah kurban. Rahmat menambahkan, selain mengawasi proses distribusi sapi dan kambing , Disnak Jabar pun akan memberi pelatihan kepada ribuan petugas jagal (pemotong hewan) yang akan ditugaskan saat Idul Adha. Pasalnya, selama ini petugas jagal hewan kurban tersebut belum pernah dibekali prosedur memotong sapi dan kambing. ''Selama ini, lokasi pemotongan sapi dan kambing yang resmi hanya di Rumah Potong Hewan (RPH),'' ungkap dia. Terkait dengan rencana tersebut, ungkap Rahmat, pihaknya akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). ''Memotong hewan kurban harus dilakukan secara sehat dan syariah,'' cetus dia. Sementara itu di Kota Tasikmalaya, Dinas Pertanian setempat meningkatkan pengawasan kepada hewan yang akan dijadikan hewan kurban. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah dengan menyuntik semua hewan kurban. Pada Kamis (5/12) pagi, hewan yang mendapat pemeriksaan sekaligus penyuntikan adalah hewan yang dijajakan di Jl Sutisna Senjaya, persis di seberang SPBU Cicurug. Hewan yang diperiksa itu seluruhnya adalah sapi lokal milik H Ajat (48 tahun). ''Saya mendapat informasi dari Distan kalau sapi saya akan diperiksa dan diberi suntikan. Katanya supaya penyakit sapi gila atau penyakit lainnya tidak menyebar di Tasikmalaya,'' ungkap Ajat kepada Republika. Meski demikian, dari 120 sapi lokal asal Pacitan, Jawa Timur yang dimilikinya, Ajat sangat yakin kalau semuanya aman dari penyakit yang ditakuti. ''Tapi saya tidak menolak kalau Distan mau memeriksa sapi yang akan dijual,'' kata dia. Dalam pemeriksaan itu, Distan menurunkan tim ahli. Menurut Staf Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan, hal itu dimaksudkan untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat. san/mus

PERSIAPAN DI KOTA JAKARTA! Berita Jakarta, 6 Desember 2007. Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat akan memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi peredaran hewan kurban yang sakit atau terkena penyakit antraks. Pengawasan terhadap hewan kurban yang akan dilakukan Sudin Peternakan dan Perikanan Jakpus itu melibatkan para dokter hewan dan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Rencananya, Sudin Peternakan dan Perikanan Jakpus akan melakukan sweeping ke tempat penjualan hewan kurban. Petugas akan memeriksa hewan kurban yang akan dijual ke masyarakat dengan melihat surat izin masuk hewan serta mengecek darahnya untuk memastikan apakah hewan tersebut terjangkit penyakit atau tidak. Kasie Kesehatan Hewan dan Veteriner Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat, Imam Suhardi, mengatakan, pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan pada H-7 menjelang Hari Raya Idul Adha serentak di delapan kecamatan di Jakpus. Pemeriksaan difokuskan di daerah-daerah yang menjadi pusat-pusat penjualan hewan kurban seperti Tanahabang, Kemayoran, dan Jalan Abdul Muis Gambir. "Saat ini kami baru melakukan sosialisasi terhadap Panitia Pemotongan Hewan Kurban di 120 masjid. Sedangkan untuk pemeriksaanya sendiri dilakukan pada H-7 nanti," ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Hewan Kurban di Ruang Serbaguna kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis (6/12). Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus antraks, kata Imam, pihaknya akan menolak kehadiran hewan kurban yang berasal dari daerah endemis antraks seperti Bogor, Jawa Barat. "Kita akan menolak pengiriman hewan kurban dari daerah endemis antraks seperti Bogor," katanya. Saat ini hewan kurban yang dipasok ke Jakarta pusat untuk kebutuhan Idul Adha berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Jumlahnya diperkirakan sekitar seribu ekor sapi dan delapan ribu ekor kambing," jelasnya. Dengan banyaknya jumlah hewan kurban yang masuk tersebut, menurut Imam, persediaan hewan kurban di wilayah Jakarta Pusat dipastikan akan mencukupi.
LALU DENGAN BEKASI? BEKASI--MEDIA: Guna mencegah merebaknya penyakit antraks, Dinas Perkonomian dan Koperasi (Disperakop) Kota Bekasi melarang pembelian hewan kurban asal Bogor dan Purwakarta, Jawa Barat. Pernyataan tersebut dikatakan Kasi Higienis Sanitasi Pengawasan Kesehatan Hewan pada Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disperakop Kota Bekasi, Wadirimal, Selasa (11/12). Menurutnya, hewan kurban yang berasal dari Bogor dan Purwakarta cenderung terinfeksi penyakit antraks. "Hal ini dimungkinkan setelah Bogor dan Purwakarta sebagai wilayah endemis antraks," katanya. Surat edaran, lanjutnya, sudah diberikan kepada lurah dan camat setempat agar mengimbau para pedagang daging disejumlah pasar tradisional terkait penunjukan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) asal hewan itu. "Pengawasan terhadap masuknya hewan berpenyakit telah dilakukan dengan membentuk 28 anggota Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kesmavet Disperakop," jelasnya. Hal senada dikatakan Kasi Produk Bahan Asal Hewan pada Kesmavet Disperakop Kota Bekasi, Satia. Katanya, dalam beberapa tahun belakangan di dua wilayah tersebut masih ditemukan penyakit antraks. "Sebagai wilayah endemis maka wilayah yang dimaksud bisa dikatakan steril jika dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kasus bakteri antraks (Bacillus antracis) tidak ditemukan," jelasnya. (GG/OL-06)
Lalu bagaimana dengan persiapan Villa Domba dan Sahabat Ternak lainnya dalam pengadaan hewan ternak untuk Ibadah Kurban tahun ini? Ternak yang sudah digemukkan sebelumnya mulai didistribusikan pada pelanggan melalui Kandang Transit yang bekerjasama dengan beberapa Panitia DKM Masjid. Langkah pertama dalam Kegiatan Distribusi adalah Penimbangan Hewan Ternak dan Pemeriksaan Kesehatan sebelum dikirimkan ke Lokasi Tujuan.


Langkah Kedua adalah Ternak diberikan Pakan yang cukup sebelum menempuh perjalanan distribusi ke lokasi tujuan. Ini akan sangat membantu sehingga ternak terhindar dari kelaparan dan stres selama diperjalanan.

Langkah Ketiga adalah menyiapkan armada pengangkutan. Terimakasih kepada Bp. H. Budi yang telah memberikan ilmu baru dan sangat bermanfaat pada penulis dalam menangani distribusi hewan ternak secara efektif dan efesien serta menghindari ternak dari stress. Insya Allah akan dibahas tuntas pada Blog ini selepas hari raya Kurban. Lengkapi perjalanan armada dengan Surat Jalan dan Surat Kesehatan Ternak.

Ternak yang baru tiba di lokasi tujuan dari perjalanan jauh pastinya dalam keadaan lapar dan lelah. Siapkan rumput segar dan berikan pada ternak setibanya di lokasi tujuan. Periksa dengan teliti hewan ternak satu persatu, jenis penyakit yang umumnya biasa diderita ternak setelah perjalanan jauh adalah sakit mata akibat uap dari urine ternak selama perjalanan, tidak perlu panik, pisahkan ternak yang terkena sakit mata dari ternak lainnya kemudian atasi dengan air jeruk nipis yang diteteskan pada mata ternak, pengalaman penulis di mana dalam satu hari maka ternak sudah pulih dari sakit mata yang diderita. Persediaan obat ternak yang hendaknya dapat diupayakan antara lain: Obat cacing, vitamin dan kembung perut sebagai antisipasi. Pelihara selalu Kebersihan Lingkungan di sekitar Kandang Ternak. Semoga bermanfaat dan Salam Peternak!

Pemesanan Hewan Kurban Kambing Domba Silahkan Hubungi:
Sdr.Agus Ramada, HP. 0815.941.3826 atau HP. 0817.009.2255/ (021) 886.7181

Oh ini Kambing & Oh itu Domba

Salam Peternak! Ucapan permohonan maaf dari penulis kepada para pembaca Blog sekalian yang mana dikarenakan kesibukan menjelang Hari Raya Kurban 1428 H maka Blog ini tidak up date secara optimal sementara waktu. Kesibukan sudah semakin terasa, para calon konsumen yang telah memesan hewan ternak kurban jauh hari sebelumnya mulai melakukan Kegiatan Seleksi Hewan Ternak.

Tidak hanya orang dewasa, para orangtua pun turut ikut serta mengajak anak-anaknya ke Kandang Seleksi & Display Villa Domba. Menanamkan kecintaan seorang anak pada hewan ternak adalah penting tentunya, terlebih bangsa ini memerlukan generasi penerus Insan Peternakan Indonesia.

Olehkarenanya ketika berkunjung ke Kandang Seleksi & Display Villa Domba dapat ditemukan foto-foto ternak Kambing Domba kemudian penjelasan pengetahuan apa itu Kambing dan apa itu Domba sehingga sang anak bisa berkata oh ini Kambing dan oh itu domba. Terlebih si kecil Rama sepulang dari sekolahnya selalu menyusul dan melihat domba-dombanya. Kandang Seleksi & Display adalah berlokasi di Masjid Manarul Islam, Perumnas 1 - Kranji dan Masjid Asyifaa, Perumahan Griya Bintara Indah kota Bekasi Barat.

Minggu, 09 Desember 2007

Menyambut Qurban 1428 H

Tidak terasa kurang lebih 11 hari dari sekarang maka Insya Allah kita akan menyambut hari raya Idul Adha 1428 H. Ibadah Qurban tentunya Insya Allah akan dilakukan oleh masyarakat muslim yang memiliki niat dan kemampuan dalam melaksanakannya. Pada Blog ini semenjak dari jauh-jauh hari sudah diinformasikan berita mengenai persiapan dalam menyambut Ibadah Qurban 1428 H, semoga dapat menjadi manfaat dan memberikan gambaran bagi para pembaca Blog yang berniat memotong hewan kurban pada tahun ini. Villa Domba dalam hal ini bahu membahu bersama para sahabat ternak lainnya yang antara lain: Kampoeng Ternak – Dompet Duafa Republika, Bina Mandiri (Teta Prahasta), kang Didier, kang Robi, Bp. Budi serta sahabat lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu tentunya mencoba untuk menyediakan hewan ternak terbaik dan berkualitas, baik Domba, Kambing maupun Sapi dalam upaya memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat muslim sekalian.

Dimulai dari kawasan wilayah Jabodetabek, Bandung, Cirebon, provinsi Banten hingga kawasan lainnya di Indonesia. Ini dikarenakan dengan bersatunya sahabat ternak maka diharapkan kebutuhan qurban masyarakat muslim sekalian dapat dilakukan hingga sampai ke pelosok negeri! Kampoeng Ternak, Kampoeng Ternak sebagai senior daripada Villa Domba, bagi para pembaca Blog yang berdomisili di Jakarta namun berkeinginan misalnya pemotongan hewan kurban dilakukan di kantung-kantung rawan kemiskinan seluruh Indonesia, program Qurban Peduli Insya Allah dapat membantu kelancaran pembaca Blog dalam pelaksanaannya.

Villa Domba sendiri saat ini yang masih terbilang junior mencoba untuk memenuhi pengadaan hewan ternak kurban khusus wilayah distribusi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang & Bekasi, Bandung, Cirebon dan provinsi Banten. Dan khusus wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) maka Kandang Display dan Seleksi Hewan Ternak Domba Kambing di wilayah Bekasi diharapkan dapat membantu kelancaran pembelian hewan kurban bagi pembaca Blog khususnya sekalian dan masyarakat muslim pada umumnya. Silahkan simak beberapa foto menarik di bawah ini:

Bekerjasama dengan Masjid Manarul Islam – Perumnas 1, Kawasan Kranji - Bekasi maka hewan kurban adalah dapat dilihat secara langsung bagi konsumen yang berminat. baik untuk warga masjid ataupun warga lainnya, dapat dilakukan pula kegiatan penerimaan dan pemotongan hewan kurban di masjid ini.

Kegiatan pemeliharaan dan perawatan hewan ternak juga tetap dilakukan dalam hal ini. Pemberian obat cacing, kecukupan pakan dan kebersihan lingkungan sekitar di mana hewan ternak berada.


Si kecil Rama tampak riang menghabiskan waktu hari liburnya bersama para domba. Liputan khusus mengenai kurban Insya Allah akan terus disajikan pada Blog ini. Semoga ini dapat menjadi pengetahuan bermanfaat bagi kita semua.


Bagi pembaca Blog yang berminat melakukan pemesanan hewan kurban di Villa Domba, berikut kembali disajikan daftar harga pada tabel di atas, informasi lebih lanjut silahkan menghubungi, Sdr. Agus Ramada Setiadi, HP. 0815.941.3826 atau HP. 0817.009.2255, Phone.(021) 886.7181. Spec. Ternak Sapi 250 Kg dan 300 Kg mohon maaf sudah tidak dapat tersedia per tanggal 09 Desember 2007. Salam Peternak!

Rabu, 05 Desember 2007

HPDKI MAJU TAK GENTAR

Oleh. Bp. Abdul Jabbar Zulkifli
Sekretaris Jenderal HPDKI Nasional
(Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia)

Selamat untuk Kang Yudi Guntara atas terpilihnya menjadi Ketua DPD HPDKI Jawa Barat, dan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bp U'u Rukmana atas segala upayanya selama ini dalam menjaga dan mengembangkan organisasi HPDKI, semoga menjadi amal jariah dan tonggak rangkaian sejarah pengembangan HPDKI Jawa Barat khususnya.

Domba Kambing merupakan ternak yang unik, baik dari segi bisnis maupun manfaat lainnya. Tapi sayangnya, semua ini masih tercecer dan berjalan tertatih tatih dalam usaha menuju kesejahteraan para peternaknya. Hitungan di atas kertas, bisnis doka cukup menjanjikan, betapa tidak setap tahun moment kurban, ternak ini selalu menjadi idola dan lambang kekuatan kedekatan seorang hamba kepada Khaliqnya. Seluruh dunia, berkurban selain sapi juga dengan ternak doka tersebut. Jumlahnya jelas jutaan ternak sedunia dan ratusan ribu di Indonesia. Berbicara seni, betapi secara fisik Domba Kambing mempunyai bentuk yang sangat menarik, sehingga seekor domba atau kabing bisa bernilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah per ekor. Terutama bila Domba yang menang tangkas, kelihatan lebih gagah dan tentunya akan tinggi nilainya.

Makanya mari kita bersama-sama bangun dan menatap keluar betapa kita punya banyak peluang. Kita punya ternak domba Garut, Domba Ekor Gemuk, Kambing Jawa, Kambing Kacang, Kambing PE, Kambing Costa, dll. Kita punya lahan luas dan punya banyak masyarakat > 200 juta jiwa. Kita punya banyak orang-orang pintar, peneliti dan ahli dibidangteknologi peternakan. Tentunya kita tidak ingin ditinggal saudara kita di Malaysia yang selalu setiap bulan mengimpor kambing dan domba kita yang bagus dan berkualitas. Lalu 10 tahun kedepan kita mengimpor dari mereka untuk dapat bibit unggulnya. Nasib.

Karena itu, melalui kru baru, Bp Ir Yudi Guntara, DPD HPDKI Jawa Barat, melanjutkan cita sesepuh tokoh-tokoh domba Jawa Barat, kita saling bahu membahu mengangkat harkat dan martabat serta kesejahteraan peternak Domba Kambing, maju tak gentar, dalam satu wadah bersama Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Secara nasional, saat ini sudah terbentuk kepengurusan DPD HPDKI di 12 propinsi termasuk Jawa Barat. Dan Insya Allah pada tanggal 12 Desember 2007 akan dilantik DPD HPDKI Propisi Aceh. Semoga itu semua menjadi wadah bersama dan silaturahmi buat kita bagi segenap keluarga besar masyarakat peternak domba kambing Indonesia. Punten.

Selasa, 04 Desember 2007

Kado di bulan Haji

Sumber: TROBOS, 01 Desember 2007

Harga meninggi. Selain disebabkan permintaan naik, suplai menipis, juga karena berebut dengan Malaysia. Kado yang satu ini jangan diharap terbungkus kertas merah berpita indah. Karena ia adalah singkatan dari “kambing – domba”. Menjelang bulan haji, si kado ini banyak dicari orang, untuk dikorbankan menjadi hewan kurban di saat Lebaran Haji. Kontan, harganya pun melambung berlipat dibanding hari biasa. Drh Abdul Jabbar Zulkifli, Sekjen HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) mencatat, sejak 6 bulan terakhir harga kambing terus merangkak naik. Dari Rp 19 ribu, Rp 20 ribu hingga Rp 26 ribu/kg per ekor hidup. Ke depan, semakin mendekati hari “H” Idul Adha, harga kambing bisa lebih dari Rp 30.000,- /kg bobot hidup. Artinya, bobot kambing hidup kisaran 20 – 25 kg per ekor bisa mencapai harga Rp 750 ribu, padahal di hari-hari biasa pada bobot 25 – 30 kg, kambing dari petani dihargai tak lebih dari Rp 400 ribuan. Sementara itu Dhony Suryo Prabowo menunjukkan, di DIY domba lokal yang pada hari-hari biasa seharga Rp 500 ribuan, akhir September lalu menjadi Rp 650 ribu /ekor. Bahkan beberapa hari menjelang Idul Adha, harganya bisa mencapai Rp 800 ribu – Rp 900 ribu / ekor. Dhony adalah anggota tim pengelola BIMA Farm (Buana Indica Manunggal Andini yang bekerjasama dengan farm komersial Lab Ternak Potong Fapet UGM, Jogjakarta). Tak jauh beda dengan domba, harga kambing Peranakan Ettawa jantan kelas C-potong juga terdongkrak. Menurut Bondan Danu Kusuma SE pemilik Bumiku Hijau farm – Condong Catur-Jogjakarta, 2 bulan menjelang bulan haji pejantan PE potong naik Rp 200 ribu – Rp 250 ribu /ekor. “Hari biasa, harganya antara Rp 800 ribu – Rp 1 juta. Sekarang menjadi antara Rp 1 juta sampai 1,2 juta atau lebih. Diperkirakan, seminggu menjelang hari H bisa mencapai lebih dari Rp 1,3 – Rp1,5 juta,” papar alumnus FE Universitas Islam Indonesia ini.

Langka Bakalan

Abdul Jabbar Zulkifli memaparkan, kenaikan harga ini selain disebabkan momen Idul Adha juga disebabkan oleh sediaan kado yang kian hari kian menipis dan permintaan pun meningkat.“ Ini masalah klasik sebenarnya. Kita kekurangan bibit domba dan kambing”, ujar Agus Ramada Setiadi menyayangkan. Ia adalah Direktur Utama Villa Domba Bandung, Jawa Barat. Dan Hariyadi pemilik 800 domba dan puluhan kambing-kacang juga di Jogjakarta mengaku, kelangkaan kado ini memaksanya berburu sampai Nganjuk dan Ponorogo, Jawa Timur. “Dulu paling jauh saya kulakan (belanja-red) sampai Solo. Tetapi ternyata kambing Solo itu berasal dari Jatim. Saya kejar lah ke sana,” tutur anggota Polantas berpangkat Bripka ini. Menurut fattener domba yang 70 %-nya berjenis Gibas (domba ekor gemuk / DEG) ini, perburuan tersebut tidak sia-sia karena disamping mendapat kepastian stok, ia pun memperoleh selisih harga antara Rp 30 ribu – Rp 50 ribu / ekor. Cerita kelangkaan kado dituturkan pula oleh Dhony, mahasiswa Fapet UGM angkatan 2001 ini mengaku, berburu domba hingga ke luar kota seperti Muntilan, Canguk, Solo dan Wonogiri. Terakhir kali ke pasar, ia mengaku hanya mendapat 7 ekor domba, padahal biasanya bisa sampai 20 ekor. “Akhirnya berat di ongkos transpor. Sekali angkut 20 ekor ongkos Rp 200 ribu. Kalau di bawah 10 ekor, ongkos Rp 125 ribu,” tuturnya.Di sisi lain, kenaikan harga dan minimnya suplai kado di pasar, tidak semata karena kebutuhan lokal yang meningkat. Melainkan juga karena ada order dari Malaysia yang melirik domba Garut. “Dulu mereka hanya impor kambing PE (Peranakan Etawa), sekarang mulai minta domba Garut,” Abdul menjelaskan.

Selengkapnya baca Majalah TROBOS edisi Desember 2007

Pantauan Harga Terkini

Pembaca Blog sekalian, penulis dalam hal ini mencoba melakukan pantauan harga terkini atas harga jual ternak kambing domba menjelang pelaksanaan hari raya kurban 1428 H, terdapat kenaikan pada tiap tahunnya khususnya mendekati hari pelaksanaan Idul Adha. Hukum pasar di mana permintaan yang tinggi dengan pasokan ternak berkualitas yang terbatas tampaknya masih menjadi faktor utama sehingga harga ikut tinggi. Padahal bilamana kita menyimak Tabel Usaha Pembibitan dan Penggemukkan Ternak pada Blog ini tidak demikian adanya atas Harga Jual yang dapat ditentukan. Faktor lainnya mungkin dapat penulis sampaikan adalah Biaya Transportasi dari Lokasi Sumber Ternak ke Lokasi Tujuan Pelanggan kemudian bisa pula panjangnya rantai distribusi barang. Faktor lain yang bisa berperan dalam kenaikan harga domba di masa depan adalah mahalnya harga beli bakalan ternak untuk penggemukkan akibat pertumbuhan produksi bibit domba kambing yang tidak sebanding dengan laju pemotongan hewan ternak (Klasik).

Data ini penulis peroleh dari olahan harga rata-rata ternak kambing domba yang ditawarkan beberapa pemasok di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung (Khusus Kambing Domba). Semoga bermanfaat:

Mengapa hanya dicantumkan 2 Spec oleh penulis? Bilamana pembaca Blog mereview kembali ulasan pada Blog ini berjudul Pantauan Harga Hewan Kurban 1427 H, spec yang disediakan oleh peternak amat beragam, 20 Kg, 23 Kg, 26, 29 Kg dst.........., di mana kondisi yang penulis lihat saat ini adalah spec yang ditawarkan peternak lebih seragam mulai dari 25 Kg, 30 Kg, 35 Kg dst.........Walaupun pada kenyataan sebenarnya di lapangan penyusutan +/- 2 Kg tetap menjadi acuan yang berlaku. Mengapa Spec 25 Kg Kambing Domba mahal dan kenaikannya tinggi? Padahal Biaya Produksi hanya Rp. 450.000,-? Faktor Psikologis, di luar Domba Garut yang umumnya memiliki berat di atas 25 Kg sebagai hewan kurban maka Spec 25 Kg perkenankan penulis menyebutnya sebagai Produk Kambing Domba yang Laris Manis bak Kacang Goreng, setiap orang tentunya amat mendambakan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan harga beli ternak yang terjangkau, olehkarenanya spec ini amatlah digemari sedangkan di sisi lain pasokannya terbatas sehingga wajar harganya melambung tinggi (Belum dihitung transportasi dan lainnya). Spec favorit kedua adalah berat 35 Kg di mana banyak konsumen berminat terhadap hewan ternak yang tidak terlalu rendah beratnya akan tetapi harganya tidak terlalu tinggi. Semoga bermanfaat dan ucapan maaf bilamana terdapat kesalahan ataupun kekeliruan, Salam Peternak!

Mengubah Paradigma Adu Domba

Sumber: Pikiran Rakyat, Tgl. 28 November 2007
MITOS ”tumpur di pakalangan” sudah merupakan suatu ikatan antara pemilik, pencinta, dan peternak domba adu dengan hewan peliharaannya, saat bertanding arena adu domba yang disertai taruhan. Tidak hanya tanduk domba yang diadukan akan mengalami patah (punglak) atau cacat badannya saat bertarung di pakalangan, tetapi berbagai kejadian juga dipercaya akan dialami oleh sang pemilik dalam menjalani biduk rumah tangga. ”Percaya atau tidak, itulah adanya. Dan itu sering kali terjadi. Namun, hingga saat ini anggapan miring terhadap pencinta ketangkasan domba adu masih banyak," ujar Doddy Suhadi, S.H., Humas Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kab.Bandung.
Terlepas dari berbagai polemik dan anggapan yang masih beredar di masyarakat, saat ini komunitas pencinta, penikmat maupun pemilik dan peternak domba adu yang lebih dikenal dengan sebutan domba garut ini, jumlahnya dari tahun ke tahun terus bertambah. Berdasarkan catatan HPDKI Jawa Barat yang sebelumnya di ketuai H. Uu Rukmana dan kini dijabat Ir. H. Yudi Guntara Noor, jumlah anggota sudah mencapai 4.400.000 orang dengan 7 juta ekor domba. "Sangat fantastik, ada komunitas yang jumlah anggotanya sebanyak itu," ujar Doddy.
Apa rahasia semua ini? Silaturahmi rutin yang terus dijalin, domba garut hanya dijadikan sebagai sarana pertemuan antarpemilik, peternak dan pencinta domba adu. Setiap satu minggu sekali para anggota HPDKI maupun masyarakat umum pencinta maupun penikmat ketangkasan domba adu (garut) bertemu di pakalangan atau yang disebut pemilik domba dengan sebutan pamidangan (gelanggang/arena adu domba). Di Kota Bandung di antaranya di Babakan Siliwangi, Gegerkalong, Cigereleng-Moh.Toha, dan Lapangan Arcamanik. Sedangkan di Kab. Bandung, event serupa diselenggarakan di Lapangan Sulaeman, Ciborelang, serta di sejumlah daerah lainnya.
Silaturahmi di antara komunitas tidak hanya sekadar datang untuk melatih domba mereka dengan cara diadukan. Acara yang digelar juga dijadikan ajang saling tukar informasi, ilmu pengetahuan, hingga berbagai permasalahan yang ada kaitannya dengan hobi dan kecintaan mereka terhadap domba garut. "Tidak sedikit di antara kami menjadikan pertemuan sebagai ajang transaksi jual beli," ujar Doddy.

Ya, memang banyak hal yang bisa didapat dari pertemuan di saat latihan bersama para anggota HPDKI ini. Hal itu tidak hanya dirasakan para anggotanya, tetapi juga masyarakat yang tidak memiliki domba adu sekalipun. Semisal, dua ratusan mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad Bandung, menjadikan pertemuan tersebut sebagai ajang pembelajaran mata kuliah khusus domba ketangkasan dengan dosen tamu, Ir. H. Yudi Guntara dan Doddy Suhadi, S.H. dari HPDKI. Sementara mahasiswa antropologi dan kesenian menjadikannya sebagai sumber pembelajaran seni tradisi dan nilai-nilai budaya. "Orang boleh mengeluarkan pendapat. Lain kepala pasti lain pendapat. Tapi dalam hal ini kiranya kami perlu meluruskan kalau seni ketangkasan domba adu merupakan sarana atau wadah bagi siapa pun yang menyenangi domba adu atau yang biasa disebut domba garut," ujar H. Nuryana, salah seorang peternak domba.

Komunitas domba Garut yang tergabung dalam HPDKI, menurut Nuryana, bukan hanya monopoli pemilik domba adu atau peternak domba. Sejumlah seniman ibing pencak juga selalu berkesempatan bergabung untuk unjuk kebolehan sekadar membawakan beberapa jurus saat domba di pakalangan sedang diadu diiringi kendang pencak. Meski tidak turut bergabung dalam HPDKI, jumlah penari ibing yang kebanyakan dari kaum pria berusia lanjut ini sudah mencapai 200 orang lebih. "Ini yang secara rutin selalu hadir di setiap latih tanding, apalagi kalau dikumpulkan dan dibuat wadah," ujar Nuryana.

Perubahan paradigma lama domba adu terus dilakukan, antara lain melalui perubahan peraturan oleh organisasi HPDKI yang waktu itu dipimpin Drs. H.A.M. Sampurna, M.M. selaku ketua umum dan Drs. H. Uu Rukmana selaku Ketua Wilayah Provinsi Jawa Barat. Tak heran jika arena adu ketangkasan saat ini lebih menjadi arena seni dan budaya, tempat bertemunya antarpeternak, penghobi, showroom, transaksi bibit domba berkualitas, serta objek wisata. Beberapa nama seperti Kang Ibing dan dalang Asep Sunarya merupakan nama yang cukup dikenal sebagai penghobi dan pemilik domba garut berkualitas. "Hobi memelihara ternak domba garut dijamin tidak akan kalah kepuasannya dengan memelihara jenis hewan lainnya seperti anjing, kucing, ikan, atau tanaman hias.

Menurut Kang Uu (H. Uu Rukmana) yang kini menjabat sebagai Dewan Pakar HPDKI Jabar, kelebihan dari komunitas pencinta, pemilik, peternak, serta penghobi domba garut atau domba ketangkasan adalah nilai-nilai yang selama ini selalu dijaga oleh orang-orang Sunda terdahulu. "Semisal repeh rapih, gemah ripah, hade ka sasama, dan lain sebagainya tetap dijaga , tidak hanya saat berada di pamidangan, tetapi juga saat bertemu di lain acara. Mana ada di antara kami yang terlibat cekcok atau sampai ribut," ujar Kang Uu.

Selain merupakan bagian dari pelestarian nilai-nilai kasundaan, komunitas domba garut juga merupakan pasukan pelestari seni budaya Sunda, mulai dari berpakaian karena saat datang ke pamidangan mereka umumnya mengenakan pakaian kampret (pakaian hitam) berikut iket (ikat kepala) hingga ke tutur sapa khas priangan, tidak ada batasan antara pejabat selaku pemilik domba dan tukang mengurus domba atau tukang rumput sekalipun.

Selain itu, turut juga dilestarikan ibing pencak silat serta musik berikut tembang Sunda. "Banyak hal tentang kasundaan yang didapat saat ke pamidangan, tidak hanya menonton domba diadu," ujar Kang Uu. Mengenai keberadaan komunitas dalam HPDKI, menurut dia, itu sekadar wadah untuk bergabung dalam berorganisasi. Selebihnya hubungan yang terjadi di pamidangan lebih kepada hubungan manusia dengan manusia dan manusia kepada alam. Karena kecintaannya, setiap pemilik, peternak, pencinta, maupun penyuka seni ketangkasan domba adu, tidak segan-segan uintuk bertandang ke luar daerah. Pamidangan dengan adu dombanya hanya sebagai sarana mempererat kebersamaan di antara mereka yang menyukai hal yang sama yaitu seni ketangkasan domba adu. Boleh percaya atau tidak, kini ketangkasan adu domba tidak hanya digemari di tatar tanah Sunda, tetapi juga mulai merambah ke luar Jawa, bahkan mulai digemari di negara lain. Karena itu, melalui Departemen Peternakan, keberadaan domba adu atau domba garut akan didaftarkan ke Food Agricultural Organization (FAO) sebagai domba asli Indonesia yang berasal dari Kabupaten Garut. "Kalau tidak segera didaftarkan, khawatir nanti diakui oleh negara lain," ujar Ir. H. Yudi Guntara Noor. (Retno HY/”PR”)***

Nilai Historis Domba Garut

Informasi menarik Saya peroleh dari web http://www.djawatempodoeloe.multiply.com/, di mana dari dokumentasi foto yang ada bila Kesenian Domba Garut sudah ada sejak dari tahun 1920. Silahkan KLIK:

http://djawatempodoeloe.multiply.com/photos/photo/144/4.JPG

Foto tentang Domba Garut tersebut dibuat oleh fotografer terkenal Thilly Weissenborn (1889-1964). Thilly lahir pada tahun 1889 di Kediri. Orangtuanya berasal dari negeri jerman. Thilly mendapat didikan untuk menjadi fotografer di Atelier Kurkdjian di Surabaya. Pada tahun 1920 Thilly mendirikan studio fotografi sendiri di Garut yang bernama “Lux”. Informasi menarik lainnya yang penulis peroleh dari web tersebut yaitu tentang video seni ketangkasan Domba Garut pada kurun waktu tahun 1920. Tertarik menonton videonya maka silahkan akses web:

http://asa2.pica.nl/CHARSET=ISO-8859-1/DB=4/IMPLAND=Y/LNG=EN/SID=e8877953-0/SRT=YOP/CLK?IKT=7004&TRM=Crematie&RIKT=5004&RTRM=azie

Foto lain di atas adalah tentang Kesenian Domba Garut ketika penyambutan Gubernur Jendral Hindia-Belanda Mr. Dirk Fock ke Garut antara 18-20 September 1921. Kesenian Domba Garut sebagai Kekayaan Bumi Priangan patut kita lestarikan tentunya.


Nilai historis lainnya yang patut kita ketahui bersama dari Domba Garut adalah: Naskah Khotbah Jumat terpanjang yang terbuat dari Kulit Domba dan ada di Candi Cangkuang Garut. Panjangnya 176 cm dan lebarnya 23 cm. Foto di bawah ini adalah dibuat oleh Joko Santoso. Semoga bermanfaat dan Salam Peternak!

Jenis-Jenis Hewan Kurban

Pembaca Blog sekalian, Insya Allah tidak lama lagi maka kita akan melaksanakan ibadah kurban 1428 H. Kesibukan tentunya terasa bagi para pembaca blog yang berencana membeli hewan ternak kurban pada tahun ini, ataupun bagi panitia kurban yang mendapatkan amanah untuk melakukan pengadaan hewan kurban pada tahun ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat yaitu mengenai jenis-jenis hewan yang dapat dijadikan sebagai pilihan untuk kurban:

Kambing Kacang
Kambing Kacang adalah jenis Kambing Lokal yang paling banyak dijumpai pada setiap pelaksanaan hari raya kurban di Indonesia. Kambing Kacang merupakan jenis Kambing asli Indonesia yang memiliki berat hidup relatif lebih kecil dibandingkan jenis Kambing lainnya. Berat hidup Kambing Kacang Dewasa adalah berada pada kisaran 25 s.d 30 Kg. Berikut ciri-ciri Kambing Kacang: Tubuh kambing relatif kecil dengan kepala ringan, telinga pendek dan tegak lurus mengarah ke atas depan, pada umumnya memiliki warna bulu tunggal yakni putih, hitam, dan coklat serta bercorak putih, memiliki bulu pendek pada seluruh tubuh kecuali ekor dan dagu, Berat Tubuh Jantan Dewasa sebagai Hewan Kurban dapat mencapai 30 Kg.


Kambing Jawa Randu
Kambing Jawa Randu merupakan hasil persilangan antara Kambing Peranakan Etawa dan Kambing Kacang dengan sifat fisik Kambing Kacang lebih dominan. Nama lain Kambing Jawa Randu adalah Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan. Ciri fisik Kambing Jawa Randu adalah daun telinga terkulai, lebar terbuka dan panjang. Berat Tubuh Jantan Dewasa sebagai Hewan Kurban dapat mencapai lebih dari 40 Kg.


Kambing Ettawa
Nama lain jenis Kambing ini disebut juga Kambing Jamnapari. Kambing ini disamping lebih dikenal sebagai Kambing Perah juga dikenal sebagai Kambing Pedaging. Kambing ini didatangkan dari India ke Indonesia. Berat Tubuh Jantan Dewasa sebagai Hewan Kurban dapat mencapai lebih dari 40 Kg.


Domba Ekor Tipis
Domba ekor tipis disebut juga dengan Domba Gembel. Domba memiliki tanduk namun kecil dan melingkar. Domba sebagai Kekayaan Hewan Ternak bangsa Indonesia di mana Berat domba jantan jenis ini dapat mencapai 30 s.d 35 Kg sebagai Hewan Kurban.


Sapi PO
Sering disebut Peranakan Ongole. Sapi ini adalah jenis Sapi di Indonesia yang dijadikan sumber daging, disamping itu ada juga jenis Sapi Bali, Sapi Ongole dan Madura.

Villa Domba dalam pelaksanaan Ibadah Kurban 1428 H ini dibantu oleh kelompok ternak lainnya Insya Allah siap dalam memenuhi kebutuhan pengadaan hewan ternak kurban Domba Garut dan Sapi PO.


Kegiatan Distribusi Ternak Domba Garut ke beberapa lokasi kandang transit agar lebih dekat dengan lokasi pengiriman pelanggan. Adapun spec Domba Garut yang disediakan oleh Villa Domba adalah 30 Kg, 35 Kg, 40 Kg dan 45 Kg. Pemeliharaan Hewan Ternak terus ditingkatkan untuk tetap dapat menjaga Kualitas saat dikirimkan kepada Pelanggan antara lain: Pemberian Pakan Hijauan dan Obat-Obatan Kesehatan Ternak. Tips melakukan pembelian Hewan Ternak Domba Kambing menjelang pelaksanaan Ibadah Kurban 1428:

Pilihlah ternak domba kambing yang sehat dan berkualitas, tidak cacat atau sakit. Tanyakan dokumen mengenai Surat Kesehatan Ternak di tempat penjualan domba kambing. Terkait taksiran berat hidup maka dianjurkan dilakukan penimbangan ternak Domba Kambing saat melakukan transaksi pembelian sehingga baik pembeli dan peternak tidak saling dirugikan. Sebagai penutup, kembali diinformasikan oleh penulis harga hewan kurban yang tersedia di Villa Domba saat ini:



Keterangan: 1.Harga sudah termasuk Ongkos Kirim.
2.Pesan 1 ekor tetap diantar.
3.Jakarta,Bogor,Depok,Tangerang,Bekasi,Bandung,Cirebon,Banten.

Agus Ramada Setiadi
Phone. (021) 886.7181
HP. 0815.941.3826 atau HP. 0817.009.2255
Email. agusramadas@yahoo.co.id

Senin, 03 Desember 2007

Peringatan Hari Pangan Sedunia

Sumber Berita: Kompas, 03 Desember 2007
Lampung Tuan Rumah Peringatan Hari Pangan Sedunia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS- Setelah sempat ditunda tiga kali, Lampung akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat nasional ke-27 pada 5—8 Desember 2007. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan akan membuka peringatan yang dipusatkan di GOR Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung pada 5 Desember 2007. ”Jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu, sejumlah duta besar negara sahabat dan organisasi-organisasi pertanian/peternakan juga akan menghadiri peringatan itu,” kata Sekjen Departemen Pertanian Hasanuddin Ibrahim, Senin (3/12), pada acara koordinasi teknis peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat nasional di Bandar Lampung.
Hasanuddin mengatakan, berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya yang lebih mementingkan kecukupan pangan dari aspek karbohidrat, pada peringatan ke-27 ini pemerintah melalui Departemen Pertanian menetapkan tema kecukupan pangan dari aspek protein. ”Tema yang kita pakai adalah melalui peningkatan produksi dan mutu produk pangan hewani kita tingkatkan kecerdasan bangsa,” katanya kepada wartawan.



"The Right to Food."
WORLD FOOD DAY 2007

Menurut Hasanuddin, dalam rangka kecukupan pangan protein, protein itu bisa dihasilkan dari produk-produk hewani seperti telur, daging, dan susu, serta ikan dan protein tumbuhan seperti kacang kedelai dan kacang tanah. Untuk itu, pada peringatan hari pangan yang juga menampilkan bazaar/expo itu, panitia akan menampilkan keragaman produk pangan protein hewani dan tumbuhan. Hal itu bisa dilihat dari stand-stand yang dipersiapkan. Diantaranya stand penggemukan sapi, stand Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Lampung, Balai Inseminasi Buatan Departemen Pertanian, hingga stand peternakan kambing Saburai, stand perunggasan, dan produk-produk pertanian.
Sebagai pendukung acara, peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat nasional juga diisi pameran teknologi peralatan pertanian, pameran berbagai jenis pangan lokal unggulan, seminar, temu bisnis, lokakarya, dan aneka lomba. Menteri Pertanian akan menyampaikan rumusan seminar dan lokakarya nasional kepada presiden saat membuka acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia.
Sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga dijadwalkan memimpin lomba makan ikan. Panitia menyiapkan ikan untuk dibakar dan dinikmati tamu dan pengunjung yang akan memadati lokasi peringatan dan bazaar.
Pada puncak peringatan itu panitia juga menghadirkan replika gajah yang terbuat dari biji kopi. Gajah dan kopi merupakan ikon Lampung. Keduanya dipadukan supaya pengunjung memiliki kesan akan Lampung, serta diharapkan patung gajah setinggi tujuh meter yang menghabiskan satu ton kopi itu akan memenangkan pernghargaan MURI. (HLN)