KLIK Gambar Di Atas

MENJELANG MUNAS HPDKI 2009

MENJELANG MUNAS HPDKI 2009
Klik Gambar Diatas
MITRA USAHA& PENYEDIA KEBUTUHAN TERNAK ANDA

Rabu, 2009 Juli 08

BERITA TEMU KELOMPOK MITRA

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, danjangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (Al Maidah: 2)
Alhamdullilah pada akhirnya dapat terlaksana dengan baik kegiatan temu kelompok peternak mitra Villa Domba yang kali ini melibatkan peternak rakyat sebagai mitra Villa Domba dari lokasi Gambung, Bandung Selatan. Tidak hanya peternak mitra, sama halnya dengan pertemuan Kelompok Ternak Jatisari lalu di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba di mana turut hadir pula pembina peternak mitra dari kelompok bersangkutan dan lebih istimewa lagi beberapa calon pembina kemitraan Villa Domba dari beberapa wilayah.
“Target Kita sudah jelas Bang! Sebaran induk betina produktif harus optimal didukung sistem dan manajemen yang baik!” tegas sang penggagas Villa Domba kepada penulis, penting olehkarenanya bagi penulis saat pertemuan lalu untuk juga turut mengundang beberapa calon pembina kemitraan yang sedang menjalani masa training dan pembekalan di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba. Majulah Usaha Peternakan Rakyat Indonesia!




Suasana akrab, harmonis dan penuh kekeluargaan Alhamdullilah pula dapat tercipta pada pertemuan kemitraan lalu yang memang diagendakan secara rutin oleh Villa Domba selaku pemilik ternak terhadap beberapa kelompok mitra yang ada, disamping sebagai alat untuk memperkuat tali silaturahmi, pertemuan kelompok kemitraan seperti ini juga bertujuan agar Villa Domba lebih dapat mengetahui kendala dan hambatan para peternak mitra di lapangan termasuk program dan rencana ke depan.

“Gambung siap berkompetisi ya dengan Jatisari pada Pemilihan Kelompok Ternak Berpretasi!” tantang sang penggagas Villa Domba. Program baru pada kemitraan Villa Domba adalah Pemilihan Kelompok Ternak Berprestasi dan Peternak Mitra Teladan pada setiap tahunnya dengan menciptakan iklim kompetisi guna menghasilkan kualitas ternak terbaik, “Hadiahnya apa kang?” tanya salah seorang peternak mitra kepada penulis, Insya Allah sang penggagas Villa Domba telah berkenan menyumbangkan beberapa hadiah yang menarik terkait kompetisi mitra Villa Domba ini.



Dibantu oleh energi muda dari fakultas peternakan Unpad Bandung yang memang tengah melakukan praktik kerja lapangan maka pada kegiatan temu kelompok mitra lalu di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba juga diadakan kegiatan pembekalan dan pelatihan pemeliharaan hewan ternak domba kepada seluruh anggota peternak mitra kelompok wilayah Gambung. Walaupun ada beberapa diantara peternak mitra yang mungkin sudah cukup mahir terkait pemeliharaan ternak domba namun dianggap penting bagi penulis dan tim Villa Domba lainnya untuk tetap memberikan pembekalan ini sehingga dapat dicapai kemampuan standar pemeliharaan ternak domba yang optimal bagi seluruh anggota kelompok mitra yang ada. Beberapa kelemahan terkait pengetahuan beternak domba yang masih ditemukan oleh tim Villa Domba di lapangan yaitu di kandang peternak mitra dan tetap perlu dilakukan pembinaan dan pembekalan intensif antara lain:

Pengetahuan Pakan Ternak Domba: Masih banyak ditemukan kasus pada peternak mitra yang terkadang memberikan pakan hijauan namun masih dalam keadaan basah pada ternak domba, tentunya ini tidak diperkenankan karena bisa menjadikan ternak domba rawan terkena penyakit kembung perut. Kemudian waktu pengaritan rumput yang terkadang masih dilakukan pagi hari sebelum jam 10 juga menjadi perhatian dikarenakan akan menjadikan ternak domba rawan terkena penyakit cacingan.


Kebersihan Lingkungan& Kandang: Beberapa peternak mitra sudah mulai bisa memanfaatkan kotoran domba sebagai bahan pupuk organik sehingga kandang selalu dalam keadaan bersih setiap harinya. Namun terkadang masih ditemukan beberapa kasus pada peternak mitra yang malas membersihkan kandang sehingga kotoran ternak menumpuk dan berserakan, tentunya ini tidak diperbolehkan karena akan menjadikan lingkungan sekitar kandang rawan terhadap bibit penyakit, bakteri dan kuman.

Kebersihan Ternak Domba: Beberapa peternak mitra sudah mulai rutin mencukur, memandikan dan menjemur ternak domba setiap pagi hari pada 1 atau 2 minggu sekali sehingga ternak domba selalu tampak bersih dan sehat, walaupun juga masih ditemukan beberapa kasus pada peternak mitra yang masih lalai terkait kegiatan ini. Perlu kesabaran dan perjuangan pastinya dalam melakukan pembekalan dan pelatihan terus-menerus. Tetap semangat!

KLIK Video (1)
http://www.youtube.com/watch?v=VysKnxj7-iY
“Target Kita sudah jelas Bang! Sebaran induk betina produktif harus optimal didukung sistem dan manajemen yang baik!” tegas sang penggagas Villa Domba kepada penulis, penting olehkarenanya bagi penulis saat pertemuan lalu untuk juga turut mengundang beberapa calon pembina kemitraan yang sedang menjalani masa training dan pembekalan di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba. Majulah Usaha Peternakan Rakyat Indonesia!

Lanjutan Catatan Kemitraan (3)

B.Pembuatan Kandang Calon Peternak Mitra

Setelah proses seleksi calon peternak mitra rampung dilakukan, langkah berikutnya adalah persiapan bangunan kandang oleh peserta yang dinyatakan lulus seleksi sebagai peternak mitra. Bangunan kandang dibuat dengan biaya peternak mitra sesuai kesepakatan perjanjian kemitraan, di sini Kita dapat menilai sampai sejauhmana keseriusan peternak mitra dalam berperan serta pada kemitraan. Pemilik ternak memberikan waktu kepada peternak mitra untuk mempersiapkan kandang domba setidaknya satu bulan sebelum pengadaan ternak.

Keterbatasan biaya bisa jadi menyebabkan kandang yang dibuat oleh peternak mitra berbahan baku kayu bekas misalnya ataupun bambu ala kadarnya, namun selama bangunan kandang memenuhi kriteria tempat tinggal ideal untuk ternak domba maka jangan jadikan keterbatasan peternak mitra sebagai permasalahan bagi pemilik ternak. Adapun kriteria bangunan kandang yang ideal sebagai tempat tinggal bagi ternak domba adalah:

Kandang peternak mitra dibuat dengan model panggung sehingga kotoran dan urine ternak domba tidak menumpuk di lantai kandang sebagai sumber bibit penyakit. Selain itu kotoran ternak pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik bagi pemilik ternak ataupun peternak mitra.

Kandang peternak mitra memiliki atap yang dapat melindungi bagian dalam kandang dari terik sinar matahari ataupun air hujan. Atap bisa berupa genteng, seng, ijuk ataupun rumbia. Kontruksi atap dibuat miring untuk menghindari air hujan masuk ke dalam kandang. Tiang-tiang kandang harus kokoh walaupun dibuat dari kayu bekas dan bambu sehingga kandang tidak mudah roboh.


Lokasi bangunan kandang tidak jauh dari tempat tinggal peternak mitra untuk menghindari pencurian ternak. Jarak yang ideal dari tempat tinggal ke bangunan kandang adalah 5 sampai 10 meter. Di beberapa wilayah pedesaan bahkan banyak ditemui kandang peternak berdampingan dengan tempat tinggalnya. Kandang tidak berada pada lokasi yang rawan banjir ataupun mudah tergenang air.

Kandang peternak mitra mencerminkan tempat tinggal yang layak bagi hewan ternak, memiliki tempat pakan untuk domba, terdapat pintu untuk keluar masuknya domba, terdapat anak tangga seandainya kandang panggung terlampau tinggi dari permukaan tanah. Kandang adalah tempat di mana domba melakukan aktivitas hariannya, beristirahat, makan dan minum, membuang kotoran, kawin dan beranak, menyusui anak dan sebagainya, olehkarenanya ukuran kandang peternak mitra harus memenuhi standar sebagai berikut:

Ukuran kandang penggemukkan domba jantan adalah 100 cm x 120 cm per ekor sedangkan ukuran kandang pembibitan domba betina adalah 150 cm x 150 cm per ekor.

Tinggi lantai kandang dari permukaan tanah adalah minimal 50 cm untuk menghindari penguapan urine domba yang berpengaruh pada kesehatan hewan ternak yang dipelihara. Sedangkan tinggi atap kandang dari permukaan tanah setidaknya 300 cm.

Bagian dasar tempat pakan dibuat dengan ketinggian 80 cm dari permukaan tanah, panjang bagian bawah tempat pakan adalah 30 cm dan bagian atas 50 cm.

Dalam perkembangannya nanti apabila peternak mitra yang Kita miliki telah semakin banyak pada suatu desa maka perlu dibuatkan kandang koloni perkawinan domba berukuran 400 cm x 500 cm yang dapat menampung 15 ekor Domba Garut betina.

C.Pembentukan Kelompok Ternak Kemitraan

Sembari menunggu peternak mitra menyiapkan bangunan kandang maka tahap selanjutnya yang dilakukan oleh pemilik ternak adalah membentuk kelompok ternak yang terdiri dari gabungan beberapa peternak mitra diikuti dengan penetapan ketua kelompok dan anggota. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk mempermudah komunikasi dan pelaporan administrasi di lapangan pada saat pemeliharaan domba telah berjalan. Ke depannya pemilik ternak tidak harus satu per satu mengontrol peternak mitra apabila jumlahnya semakin banyak namun cukup mendelegasikan tugas ini kepada ketua kelompok yang terpilih secara musyawarah antar anggota. Adapun kriteria peternak mitra yang dapat dipertimbangkan sebagai ketua kelompok adalah:

1. Peternak mitra yang paling berpengaruh dan disegani diantara peternak mitra lainnya. Ini akan membantu pemilik ternak bilamana saat pelaksanaan kemitraan nanti timbul konflik maupun permasalahan yang bisa ditangani dengan fungsi mediasi ketua kelompok tersebut.

2. Peternak mitra yang memiliki kemampuan baca dan tulis ataupun ijazah pendidikan terakhir paling tinggi diantara peternak mitra lainnya. Ini akan membantu pemilik ternak manakala ketua kelompok menjalankan fungsi administrasi terkait pengontrolan dan pencatatan laporan kemitraan lapangan.

3. Peternak mitra yang memiliki nilai paling tinggi diantara peternak mitra lainnya saat proses seleksi kemitraan dari segi pengetahuan teknis pemeliharaan domba. Ini akan membantu pemilik ternak saat akan melakukan pembekalan ilmu pengetahuan maupun teknologi tentang beternak domba.

Sebagaimana yang Kami lakukan di Villa Domba bilamana jumlah kelompok ternak semakin banyak maka ke depannya patut ditunjuk pula Pembina Kelompok yang dipilih dari Ketua Kelompok berprestasi. Bila Ketua Kelompok adalah membina beberapa anggota peternak mitra di suatu desa maka Pembina Kelompok yaitu membina beberapa kelompok peternak mitra pada suatu desa hingga tingkat kecamatan. Atas fungsi yang dijalankannya maka Pembina Kelompok akan mendapatkan Bagi Hasil dari penjualan anak domba nantinya. Dengan demikian maka komposisi Bagi Hasil disetiap penjualan anak domba adalah, Pemilik Ternak (40%), Pembina Kelompok (10%) dan Peternak Mitra (50%).

KLIK Arsip Catatan Kemitraan lalu:

Catatan Kemitraan (1)
http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/terimakasih-peternak-rakyat.html

Catatan Kemitraan (2)
http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/email-kemitraan.html


Kita lanjutkan pasti..................

EMAIL KONSUMEN

Salam Peternak pak!

Selamat malam Pak Agus, saya darmawan. Terima kasih Dombrutnya saya terima dg baik dan sehat semua. saya tertarik memelihara dombrut baru sebulan. ini saya kirimkan foto2 kandang domba saya mohon koreksi dan sarannya. Terima kasih.

Alhamdullilah, bahagia hati Saya di mana dapat bersilaturahmi dengan Bapak walaupun sebatas via Email dulu saat ini. Ucapan terimakasih pula Saya sampaikan kepada Bapak atas kepercayaannya pada Villa Domba terkait pembelian hewan ternak dari Kami. Luar biasa dengan foto kandang yang Bapak kirimkan di mana tampak usaha ternak bersinergi dengan perikanan. Saya dengar dari tim lapangan selain ikan Koi di mana Bapak juga beternak lele di sana? Luar biasa pak! Apakah sudah menghasilkan saat ini?



Informasi lain yang Saya dengar pula dari tim lapangan di mana Bapak juga menjalin kemitraan ternak domba bersama masyarakat sekitar saat ini untuk penggemukkan domba? Kiranya berkenan dibagi pengalamannya sehingga bisa memberikan manfaat bagi Saya khususnya dan peternak lainnya. Tentang koreksi dan saran terkait kandang yang sudah Bapak siapkan saat ini di mana Saya rasa sudah cukup baik di mana Saya pun mendapatkan masukan dari tim lapangan, pembinaan barangkali yang terpenting kepada peternak mitra pak agar senantiasa selalu menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternaknya nanti, sebagai contoh ternak dicukur bulunya bilamana sudah lebat, kemudian ternak dimandikan dan dijemur setidaknya 1 minggu sekali untuk menunjang pertumbuhannya, pemberian pakan secara baik dan cukup dan hal-hal penting lainnya terkait pemeliharaan ternak domba yang kadang lalai dan luput dari pengamatan Kita sebagai pemilik ternak. Jangan ragu untuk menghubungi adik Saya Alam bilamana ada kendala teknis di lapangan ya pak, kemudian seandainya Bapak ada waktu maka silahkan Bapak mengajak salah seorang peternak mitra untuk berkunjung ke Villa Domba di mana Insya Allah Kita dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Demikian kiranya Email ini Saya sampaikan dan ucapan maaf bilamana terdapat kekurangan maupun kesalahan.

Selasa, 2009 Juli 07

INSAN TERNAK MUDA, SIAP!

Insan ternak muda, Siap! Tanpa terasa di mana telah memasuki minggu yang ke-2 terkait keberadaan energi muda dari fakultas peternakan Unpad Bandung di Villa Domba. Selepas kepergian energi muda Andalas kembali ke daerahnya maka keberadaan energi muda di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba adalah berganti dengan energi muda dari fapet Unpad Bandung. Adalah Wong, Fitrah, Upi, Tiyo dan Ikhsan yang saat ini tengah berada di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba terkait dengan kegiatan praktik kerja lapangan yang tengah dilakukan.
Ucapan terimakasih dari tim Villa Domba kepada pihak fakultas peternakan Unpad Bandung yang kembali berkenan menyertakan Villa Domba sebagai bagian upaya mencetak generasi muda peternakan Indonesia melalui kegiatan praktik kerja lapangan yang diadakan. Bersama fapet Unpad Bandung dimana kegiatan ini adalah kali yang kedua diadakan di Villa Domba, selama lebih kurang 1 bulan ke depan di mana kelima energi muda di atas akan berada di Villa Domba. Berikut adalah aktivitas keseharian energi muda Fapet Unpad Bandung selama berada di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba, Salam Peternak!



”Beternak tidak hanya sekedar skill, akan tetapi peternak yang baik juga harus bisa memahami manajemen!” demikian tegas sang penggagas Villa Domba yang berkenan mengisi materi pembekalan bagi kelima energi muda fapet Unpad tersebut. Terkait saran dan masukan sang penggagas Villa Domba selama ini yang tidak ingin setiap energi muda yang melakukan praktik kerja lapangan di Villa Domba terjebak dalam aktivitas rutin harian, seperti biasa maka di sela-sela program aktivitas lapangan energi muda pun coba diikuti dengan program yang bersifat pembekalan motivasi, wawasan dan pengetahuan. Dan dikarenakan mayoritas energi muda fapet Unpad Bandung berasal dari provinsi Jawa Barat maka penekanan pembekalan materi kemitraan Villa Domba menjadi prioritas utama selain program aktivitas harian. ”Wong berarti punya kesempatan ya Bang untuk menjadi pembina kelompok ternak Villa Domba?” tanya Wong salah seorang energi muda fapet Unpad kepada penulis. Insan Ternak Muda, Siap!





Pengetahuan ternak domba umumnya telah dimiliki oleh kelima energi muda fapet Unpad dimaksud, dengan ditambah sharing dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pemeliharaan ternak domba maka coba diterjunkanlah pada akhirnya kelima energi muda pada kegiatan kemitraan Villa Domba. Mulai dari kegiatan pengontrolan dan pengawasan kemitraan di lapangan, pengobatan penyakit hingga kegiatan pembinaan dan pembekalan kepada peternak mitra yang dilakukan rutin oleh Villa Domba. Tampak gambar di atas adalah Wong salah satu energi muda yang coba diterjunkan untuk berhadapan langsung dengan salah satu calon mitra strategis Villa Domba. ”Kalau yang muda itu melakukan kesalahan maka itu normal dan yang tua pasti akan memaafkan! Yang tidak normal itu adalah kalau yang tua masih juga melakukan kesalahan!” semangat yang selalu disampaikan oleh sang penggagas Villa Domba kepada para energi muda agar jangan sampai pernah berhenti dalam berkarya.


KLIK Video (1)
http://www.youtube.com/watch?v=m1LKFaH6zLQ
Pengetahuan ternak domba umumnya telah dimiliki oleh kelima energi muda fapet Unpad yang tengah melakukan praktik kerja lapangan di Villa Domba, dengan ditambah sharing dari adik penulis yaitu kang Alam seputar pemeliharaan ternak domba maka coba diterjunkanlah pada akhirnya kelima energi muda pada kegiatan kemitraan Villa Domba. Mulai dari kegiatan pengontrolan dan pengawasan kemitraan di lapangan, pengobatan penyakit hingga kegiatan pembinaan dan pembekalan kepada peternak mitra yang dilakukan rutin oleh Villa Domba.


KLIK Video (2)
http://www.youtube.com/watch?v=AM3dHnmrjkI
”Beternak tidak hanya sekedar skill, akan tetapi peternak yang baik juga harus bisa memahami manajemen!” demikian tegas sang penggagas Villa Domba yang berkenan mengisi materi pembekalan bagi kelima energi muda fapet Unpad tersebut. Terkait saran dan masukan sang penggagas Villa Domba selama ini yang tidak ingin setiap energi muda yang melakukan praktik kerja lapangan di Villa Domba terjebak dalam aktivitas rutin harian, seperti biasa maka di sela-sela program aktivitas lapangan energi muda pun coba diikuti dengan program yang bersifat pembekalan motivasi, wawasan dan pengetahuan.

VD& PENSIUNPRENEUR

Lumayan padat akan tetapi sangatlah menyenangkan, demikian kiranya gambaran suasana kegiatan pada awal bulan Juli ini di lokasi perkebunan Vanilla organik dan peternakan Villa Domba. Suatu kehormatan bagi Villa Domba atas kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Bp. Hadi Kuntoro sebagai salah seorang senior bagi penulis di Komunitas Tangan Di Atas di mana beliau datang bersama para tamu dari Biofarma Bandung yang tergabung dalam program pensiunpreneur. Pak Hadi kebetulan menjadi salah satu pembicara pada program yang memang khusus ditujukan bagi para karyawan yang akan memasuki masa persiapan pensiun tersebut dan Villa Domba adalah salah satu lokasi usaha yang masuk dalam daftar kunjungan peserta program pensiunpreneur Biofarma. Sebanyak lebih kurang 30 peserta dari Biofarma Bandung bersama tim pak Hadi Kuntoro mengunjungi lokasi perkebunan Vanilla organik dan peternakan Villa Domba pada minggu lalu.



Kedatangan pak Hadi Kuntoro dan peserta program pensiunpreneur Alhamdullilah disambut langsung oleh sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama yang juga merupakan ayah bagi penulis. ”Pensiun bukan berarti kiamat! Pensiun justru memberikan kesempatan dan peluang bagi Kita untuk semakin lebih produktif dalam berkarya dan melakukan segala sesuatu yang Kita impikan selama ini!” sebuah sharing pengalaman yang disampaikan oleh sang penggagas Villa Domba kepada para peserta pensiunpreneur yang berada di wisma Villa Domba. Sengaja memang penulis meminta sang penggagas untuk membagikan pengalamannya pada program tersebut di mana tidak lain dikarenakan beliau pun merupakan seorang pensiunan yang dahulunya aktif bekerja dibidang perminyakan.





”Satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seseorang semasa masih kuat dan giat dalam bekerja adalah mereka lupa bahwa dibalik kenyamanan yang ada maka suatu saat akan berubah menjadi sesuatu yang menakutkan manakala sudah tidak sanggup lagi dalam bekerja dalam arti pensiun! Dan konyol bilamana itu dihadapinya tanpa persiapan ataupun dalam waktu yang singkat!” pesan lain yang penulis simak dari sang penggagas Villa Domba. Pak Suhadi pun menceritakan pengalamannya bagaimana beliau dan isteri giat menabung untuk mempersiapkan masa pensiun pada 10 tahun sebelumnya. ”Bisnis itu perlu proses belajar dan bukan tidak mungkin akan jatuh bangun dulu awalnya! Baru mulai berbisnis saat memasuki masa pensiun akan memiliki resiko yang jauh lebih besar sebenarnya dibandingkan belajar memulai saat masih aktif bekerja!” tegas sang penggagas Villa Domba. Suasana perjumpaan semakin lebih hidup namun tetap berlangsung santai manakala selepas tinjauan lapangan dilakukan diskusi di saung Villa Domba.




”Pilih bidang bisnis yang klop dengan kesenangan Kita! Yang sekiranya cocok dengan keinginan Kita dan bisa membuat diri Kita bahagia!” tips lain dari sang penggagas Villa Domba. ”Untuk orang seusia Kita yang sudah di atas 50 tahun di mana materi bukan lagi tujuan sebaiknya! Pilih bidang bisnis yang disisa usia hidup Kita ini dapat memberikan manfaat bagi orang banyak!” Sebuah masukan lain dari sang penggagas Villa Domba bagi para calon pensiunan yang tertarik terjun dibidang pertanian dan peternakan, ”Kalau mau bertani dan beternak ya tempatnya di desa, sedari sekarang olehkarenanya belilah tanah yang lokasinya ada di desa dan bukan di kota! Sebab kalau beli tanahnya di kota mungkin uang pensiun Kita untuk beli tanahnya saja sudah tidak cukup atau langsung habis! Tapi kalau beli tanah di desa maka masih ada tabungan untuk mempersiapkan hal-hal lainnya dan utamanya bermanfaat pula keberadaan Kita untuk masyarakat desa di mana tetap menjaga jatidiri desa!” Salam Petani Organik& Peternak Indonesia!


KLIK Video (1)
http://www.youtube.com/watch?v=1TFjRsnW8vY
Suatu kehormatan bagi Villa Domba atas kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Bp. Hadi Kuntoro sebagai salah seorang senior bagi penulis di Komunitas Tangan Di Atas di mana beliau datang bersama para tamu dari Biofarma Bandung yang tergabung dalam program pensiunpreneur. Pak Hadi kebetulan menjadi salah satu pembicara pada program yang memang khusus ditujukan bagi para karyawan yang akan memasuki masa persiapan pensiun tersebut dan Villa Domba adalah salah satu lokasi usaha yang masuk dalam daftar kunjungan peserta program pensiunpreneur Biofarma. Sebanyak lebih kurang 30 peserta dari Biofarma Bandung bersama tim pak Hadi Kuntoro mengunjungi lokasi perkebunan Vanilla organik dan peternakan Villa Domba pada minggu lalu.


KLIK Video (2)
http://www.youtube.com/watch?v=2rK3USxJOzE
Kedatangan pak Hadi Kuntoro dan peserta program pensiunpreneur Alhamdullilah disambut langsung oleh sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama yang juga merupakan ayah bagi penulis. Sengaja memang penulis meminta sang penggagas untuk membagikan pengalamannya pada program tersebut di mana tidak lain dikarenakan beliau pun merupakan seorang pensiunan yang dahulunya aktif bekerja dibidang perminyakan.

KLIK Video (3)
http://www.youtube.com/watch?v=IqdYRGwGFRk
Pak Hadi kebetulan menjadi salah satu pembicara pada program yang memang khusus ditujukan bagi para karyawan yang akan memasuki masa persiapan pensiun tersebut dan Villa Domba adalah salah satu lokasi usaha yang masuk dalam daftar kunjungan peserta program pensiunpreneur Biofarma. Sebanyak lebih kurang 30 peserta dari Bio Farma Bandung bersama tim pak Hadi Kuntoro mengunjungi lokasi perkebunan Vanilla organik dan peternakan Villa Domba pada minggu lalu.


KLIK Video (4)
http://www.youtube.com/watch?v=ktcDjjVnCJU
”Kalau mau bertani dan beternak ya tempatnya di desa, sedari sekarang olehkarenanya belilah tanah yang lokasinya ada di desa dan bukan di kota! Sebab kalau beli tanahnya di kota mungkin uang pensiun Kita untuk beli tanahnya saja sudah tidak cukup atau langsung habis! Tapi kalau beli tanah di desa maka masih ada tabungan untuk mempersiapkan hal-hal lainnya dan utamanya bermanfaat pula keberadaan Kita untuk masyarakat desa di mana tetap menjaga jatidiri desa!” pesan lain yang penulis tangkap dari sang penggagas Villa Domba pada perjumpaan dengan peserta pensiunpreneur dari Biofarma Bandung. Salam Petani Organik& Peternak Indonesia!


Informasi Blog:
Untuk para pensiunan ataupun karyawan yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun, silahkan bilamana ingin berbagi pengalaman maupun bertukar pikiran dengan sang penggagas Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama seputar masa pensiun maka dapat mengirimkan Email melalui penulis: agusramadas@yahoo.co.id, selanjutnya Email akan penulis teruskan kepada pak Suhadi secara langsung. Optimis, Tetap Semangat! Hatur Nuhun.

Selasa, 2009 Juni 30

VANILLA DOKA

Tidak hanya sinergi lapangan berupa pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk organik, apa jadinya bila daging domba muda bersinergi dengan buah Vanilla? Menarik untuk coba penulis ketahui lebih jauh. Berikut adalah beberapa link kumpulan resep yang penulis dapatkan sebagai hasil penelusuran di internet terkait sinergi daging domba muda dan buah Vanilla menjadi suatu menu masakan yang mengundang selera, semoga dapat menjadi informasi bermanfaat.

Roast Lamb with
Cranberry Vanilla Wine Sauce
http://www.brokennosevanilla.com.au/?page_id=56




Coffee and Spice Rubbed
Lamb with Coffee Vanilla Sauce

http://www.coffeebreakusa.com/c_com_coff_spice.php

Cardamom Dusted
Lamb Chops With Rich Vanilla Sauce
http://www.foodreference.com/html/card-lamb-012308.html

Cara Membuat Saus Vanilla?
Bahan: 200 ml susu cair, 200 ml krim, 1 batang vanilla yang dibelah dan dikerik bagian dalamnya, 2 buah kuning telur, 3 sendok makan gula pasir, 2 sendok teh tepung maizena. Cara membuat: Campur jadi satu susu dan krim, masukan juga vanilla batangnya, didihkan. setelah mendidih angkat dan diamkan + 15 menit untuk menyerap rasa vanilla, kemudian keluarkan batang vanilla. Campur jadi satu kuning telur, gula pasir dan tepung maizena, beri tambahan adonan susu dari panci secukupnya, kocok rata, masukan ke dalam adonan susu, masak kembali diatas api kecil sambil terus diaduk hingga saus mengental. Tidak hanya saja dengan daging domba muda, kemudian apakah bisa susu kambing juga bersinergi dengan buah Vanilla? Semakin lebih menarik untuk ditelusuri.

Victorian Vanilla Goat Milk Soap
http://www.escentedcandle.com/goats_milk_soap.html

Goat Milk Vanilla Cream Soap
http://www.flower-peddler.com/store/images/T/gm%20vanilla%20small.jpg

Java Organic Vanilla Bean? KLIK:

http://www.javaorganicvanillabean.blogspot.com