Suasana akrab, harmonis dan penuh kekeluargaan Alhamdullilah pula dapat tercipta pada pertemuan kemitraan lalu yang memang diagendakan secara rutin oleh Villa Domba selaku pemilik ternak terhadap beberapa kelompok mitra yang ada, disamping sebagai alat untuk memperkuat tali silaturahmi, pertemuan kelompok kemitraan seperti ini juga bertujuan agar Villa Domba lebih dapat mengetahui kendala dan hambatan para peternak mitra di lapangan termasuk program dan rencana ke depan.
“Gambung siap berkompetisi ya dengan Jatisari pada Pemilihan Kelompok Ternak Berpretasi!” tantang sang penggagas Villa Domba. Program baru pada kemitraan Villa Domba adalah Pemilihan Kelompok Ternak Berprestasi dan Peternak Mitra Teladan pada setiap tahunnya dengan menciptakan iklim kompetisi guna menghasilkan kualitas ternak terbaik, “Hadiahnya apa kang?” tanya salah seorang peternak mitra kepada penulis, Insya Allah sang penggagas Villa Domba telah berkenan menyumbangkan beberapa hadiah yang menarik terkait kompetisi mitra Villa Domba ini.
Dibantu oleh energi muda dari fakultas peternakan Unpad Bandung yang memang tengah melakukan praktik kerja lapangan maka pada kegiatan temu kelompok mitra lalu di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba juga diadakan kegiatan pembekalan dan pelatihan pemeliharaan hewan ternak domba kepada seluruh anggota peternak mitra kelompok wilayah Gambung. Walaupun ada beberapa diantara peternak mitra yang mungkin sudah cukup mahir terkait pemeliharaan ternak domba namun dianggap penting bagi penulis dan tim Villa Domba lainnya untuk tetap memberikan pembekalan ini sehingga dapat dicapai kemampuan standar pemeliharaan ternak domba yang optimal bagi seluruh anggota kelompok mitra yang ada. Beberapa kelemahan terkait pengetahuan beternak domba yang masih ditemukan oleh tim Villa Domba di lapangan yaitu di kandang peternak mitra dan tetap perlu dilakukan pembinaan dan pembekalan intensif antara lain:
Pengetahuan Pakan Ternak Domba: Masih banyak ditemukan kasus pada peternak mitra yang terkadang memberikan pakan hijauan namun masih dalam keadaan basah pada ternak domba, tentunya ini tidak diperkenankan karena bisa menjadikan ternak domba rawan terkena penyakit kembung perut. Kemudian waktu pengaritan rumput yang terkadang masih dilakukan pagi hari sebelum jam 10 juga menjadi perhatian dikarenakan akan menjadikan ternak domba rawan terkena penyakit cacingan.
Kebersihan Lingkungan& Kandang: Beberapa peternak mitra sudah mulai bisa memanfaatkan kotoran domba sebagai bahan pupuk organik sehingga kandang selalu dalam keadaan bersih setiap harinya. Namun terkadang masih ditemukan beberapa kasus pada peternak mitra yang malas membersihkan kandang sehingga kotoran ternak menumpuk dan berserakan, tentunya ini tidak diperbolehkan karena akan menjadikan lingkungan sekitar kandang rawan terhadap bibit penyakit, bakteri dan kuman.
Kebersihan Ternak Domba: Beberapa peternak mitra sudah mulai rutin mencukur, memandikan dan menjemur ternak domba setiap pagi hari pada 1 atau 2 minggu sekali sehingga ternak domba selalu tampak bersih dan sehat, walaupun juga masih ditemukan beberapa kasus pada peternak mitra yang masih lalai terkait kegiatan ini. Perlu kesabaran dan perjuangan pastinya dalam melakukan pembekalan dan pelatihan terus-menerus. Tetap semangat!
KLIK Video (1)
http://www.youtube.com/watch?v=VysKnxj7-iY
“Target Kita sudah jelas Bang! Sebaran induk betina produktif harus optimal didukung sistem dan manajemen yang baik!” tegas sang penggagas Villa Domba kepada penulis, penting olehkarenanya bagi penulis saat pertemuan lalu untuk juga turut mengundang beberapa calon pembina kemitraan yang sedang menjalani masa training dan pembekalan di lokasi perkebunan organik dan peternakan Villa Domba. Majulah Usaha Peternakan Rakyat Indonesia!
Lanjutan Catatan Kemitraan (3)
B.Pembuatan Kandang Calon Peternak Mitra
Setelah proses seleksi calon peternak mitra rampung dilakukan, langkah berikutnya adalah persiapan bangunan kandang oleh peserta yang dinyatakan lulus seleksi sebagai peternak mitra. Bangunan kandang dibuat dengan biaya peternak mitra sesuai kesepakatan perjanjian kemitraan, di sini Kita dapat menilai sampai sejauhmana keseriusan peternak mitra dalam berperan serta pada kemitraan. Pemilik ternak memberikan waktu kepada peternak mitra untuk mempersiapkan kandang domba setidaknya satu bulan sebelum pengadaan ternak.
Keterbatasan biaya bisa jadi menyebabkan kandang yang dibuat oleh peternak mitra berbahan baku kayu bekas misalnya ataupun bambu ala kadarnya, namun selama bangunan kandang memenuhi kriteria tempat tinggal ideal untuk ternak domba maka jangan jadikan keterbatasan peternak mitra sebagai permasalahan bagi pemilik ternak. Adapun kriteria bangunan kandang yang ideal sebagai tempat tinggal bagi ternak domba adalah:
Kandang peternak mitra dibuat dengan model panggung sehingga kotoran dan urine ternak domba tidak menumpuk di lantai kandang sebagai sumber bibit penyakit. Selain itu kotoran ternak pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik bagi pemilik ternak ataupun peternak mitra.
Kandang peternak mitra memiliki atap yang dapat melindungi bagian dalam kandang dari terik sinar matahari ataupun air hujan. Atap bisa berupa genteng, seng, ijuk ataupun rumbia. Kontruksi atap dibuat miring untuk menghindari air hujan masuk ke dalam kandang. Tiang-tiang kandang harus kokoh walaupun dibuat dari kayu bekas dan bambu sehingga kandang tidak mudah roboh.
Lokasi bangunan kandang tidak jauh dari tempat tinggal peternak mitra untuk menghindari pencurian ternak. Jarak yang ideal dari tempat tinggal ke bangunan kandang adalah 5 sampai 10 meter. Di beberapa wilayah pedesaan bahkan banyak ditemui kandang peternak berdampingan dengan tempat tinggalnya. Kandang tidak berada pada lokasi yang rawan banjir ataupun mudah tergenang air.
Kandang peternak mitra mencerminkan tempat tinggal yang layak bagi hewan ternak, memiliki tempat pakan untuk domba, terdapat pintu untuk keluar masuknya domba, terdapat anak tangga seandainya kandang panggung terlampau tinggi dari permukaan tanah. Kandang adalah tempat di mana domba melakukan aktivitas hariannya, beristirahat, makan dan minum, membuang kotoran, kawin dan beranak, menyusui anak dan sebagainya, olehkarenanya ukuran kandang peternak mitra harus memenuhi standar sebagai berikut:
Ukuran kandang penggemukkan domba jantan adalah 100 cm x 120 cm per ekor sedangkan ukuran kandang pembibitan domba betina adalah 150 cm x 150 cm per ekor.
Tinggi lantai kandang dari permukaan tanah adalah minimal 50 cm untuk menghindari penguapan urine domba yang berpengaruh pada kesehatan hewan ternak yang dipelihara. Sedangkan tinggi atap kandang dari permukaan tanah setidaknya 300 cm.
Bagian dasar tempat pakan dibuat dengan ketinggian 80 cm dari permukaan tanah, panjang bagian bawah tempat pakan adalah 30 cm dan bagian atas 50 cm.
Dalam perkembangannya nanti apabila peternak mitra yang Kita miliki telah semakin banyak pada suatu desa maka perlu dibuatkan kandang koloni perkawinan domba berukuran 400 cm x 500 cm yang dapat menampung 15 ekor Domba Garut betina.
C.Pembentukan Kelompok Ternak Kemitraan
Sembari menunggu peternak mitra menyiapkan bangunan kandang maka tahap selanjutnya yang dilakukan oleh pemilik ternak adalah membentuk kelompok ternak yang terdiri dari gabungan beberapa peternak mitra diikuti dengan penetapan ketua kelompok dan anggota. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk mempermudah komunikasi dan pelaporan administrasi di lapangan pada saat pemeliharaan domba telah berjalan. Ke depannya pemilik ternak tidak harus satu per satu mengontrol peternak mitra apabila jumlahnya semakin banyak namun cukup mendelegasikan tugas ini kepada ketua kelompok yang terpilih secara musyawarah antar anggota. Adapun kriteria peternak mitra yang dapat dipertimbangkan sebagai ketua kelompok adalah:
1. Peternak mitra yang paling berpengaruh dan disegani diantara peternak mitra lainnya. Ini akan membantu pemilik ternak bilamana saat pelaksanaan kemitraan nanti timbul konflik maupun permasalahan yang bisa ditangani dengan fungsi mediasi ketua kelompok tersebut.
2. Peternak mitra yang memiliki kemampuan baca dan tulis ataupun ijazah pendidikan terakhir paling tinggi diantara peternak mitra lainnya. Ini akan membantu pemilik ternak manakala ketua kelompok menjalankan fungsi administrasi terkait pengontrolan dan pencatatan laporan kemitraan lapangan.
3. Peternak mitra yang memiliki nilai paling tinggi diantara peternak mitra lainnya saat proses seleksi kemitraan dari segi pengetahuan teknis pemeliharaan domba. Ini akan membantu pemilik ternak saat akan melakukan pembekalan ilmu pengetahuan maupun teknologi tentang beternak domba.
Sebagaimana yang Kami lakukan di Villa Domba bilamana jumlah kelompok ternak semakin banyak maka ke depannya patut ditunjuk pula Pembina Kelompok yang dipilih dari Ketua Kelompok berprestasi. Bila Ketua Kelompok adalah membina beberapa anggota peternak mitra di suatu desa maka Pembina Kelompok yaitu membina beberapa kelompok peternak mitra pada suatu desa hingga tingkat kecamatan. Atas fungsi yang dijalankannya maka Pembina Kelompok akan mendapatkan Bagi Hasil dari penjualan anak domba nantinya. Dengan demikian maka komposisi Bagi Hasil disetiap penjualan anak domba adalah, Pemilik Ternak (40%), Pembina Kelompok (10%) dan Peternak Mitra (50%).
KLIK Arsip Catatan Kemitraan lalu:
Catatan Kemitraan (1)
http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/terimakasih-peternak-rakyat.html
Catatan Kemitraan (2)
http://dombagarut.blogspot.com/2009/06/email-kemitraan.html
Kita lanjutkan pasti..................



